me|write, spiritual, think sotoy
Leave a Comment

interaksi diri + Qur’an..

untitled-1Gw ngerasa kita nih seakan lebih sering berinteraksi dengan ‘orang’ dalam belajar agama, dan kurang berani berinteraksi dengan Qur’an langsung secara individu.. Lebih percaya kata2 habib (??), ustad atau penceramah daripada mencoba membaca sendiri.. Padahal wahyu pertama itu kan “BACA” ya, bukan “DENGAR”..

Fritz Perls, seorang Doktoral medicine, kemudian menjadi psikiatris asal Jerman, menulis buku “Gestalt Therapy Verbatim” (1969).. Ia menyatakan “Truth can only be tolerated if you discover it yourself..”.. Semua yang kita ketahui sebenarnya bukan kebenaran objektif, karena lensa persepsi seseorang lah yang membentuk mana benar dan mana salah.. Masalahnya, lensa persepsi kita dibentuk oleh subjektivitas banyak orang.. Jadi menurut Fritz, kebenaran sejati hanya bisa dibangun oleh diri sendiri..

Interaksi dengan Qur’an nggak mesti melalui penafsiran yg terkesan berat, tapi juga bisa melalui cara sederhana seperti Tadabbur = mengambil manfaat (ada di postingan kemaren).. Kalo gw baca2 lagi, memang sepertinya di dalam Qur’an nggak ada pernyataan langsung  / menggunakan kata2 tafsir / menafsirkan untuk berinteraksi dengan Qur’an.. Yang ada justru kata Tadabbur (QS. 4:82 dan QS. 47:24)..

Anggaplah gw seorang tukang sayur atau buruh.. Pagi buta sampe malem sibuk berjualan atau bekerja, weekend untuk anak istri, atau malah untuk lemburan.. Pengen belajar dari Qur’an, tapi waktu kurang, ustad2 pun waktunya nggak selalu available buat gw.. Apa yang mesti gw lakukan untuk bisa belajar dari Qur’an..??

Tadabburlah jawabannya.. Dengan bertanya “Apa ayat ini udah gw amalkan dan berdampak pada yang lain ?”, setiap orang tanpa kecuali bisa akrab dengan Qur’an melalui MENCARI MANFAAT darinya.. Dan tentu bisa dijadikan “penyeimbang” atas pelajaran2 “katanya” yang didapat dari ‘orang’..

Coba saja Tadabburi QS. 6:108, nggak mungkin deh menghina Tuhan agama lain.. Tadabburi bener2 QS. Al-Hujurat, nggak mungkin berprasangka buruk, intoleran, rasis, nyebar hoax, atau “nyerbu” umat lain yang lagi melakukan aktivitasnya.. Kalo ada yang menganggap nyebar fitnah itu bermanfaat, pastilah hanya untuk kepentingan politik, atau bermanfaat untuk kelompoknya saja, karena Qur’an jelas2 melarang..

Sebaik2 manusia itu yang paling BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN.. Rosulullah bilangnya “bermanfaat bagi orang lain’, bukan bermanfaat bagi yang satu umat saja, yang satu ras, yang satu partai politik, atau yang satu jama’ah..

Manfaat yang keluar dari Qur’an pastilah manfaat yang baik secara universal, dan bukan untuk kepentingan suatu kelompok / umat saja.. Karena apa ??.. Karena Qur’an diturunkan bagi SEMUA UMAT manusia (QS 45:20)..

“Untuk mengembangkan diri sejati kita, diperlukan kemampuan esensial untuk bisa menulis aturan pribadi kita sendiri, menentukan pendapat, keinginan, ketertarikan, filosofi, dan kepentingan diri sendiri..”– Fritz Perls.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s