Month: November 2016

Kemerdekaan Berfikir dalam Islam – Buya Hamka.

Beberapa paragraf dari Buku Buya Hamka “Lembaga Hidup” (1962 – cetakan keenam) rasa2nya harus gw abadikan di blog gw deh.. hehe.. Soalnya kelihatan cocok untuk kondisi sekarang.. Agak panjang memang, tapi akan ketahuan, seseorang dengan LEVEL “BUYA” itu memang beda.. Buah pikirnya bisa melesat jauh ke masa depan.. Kutipan langsung ini ada di bab “Qur’an Untuk Zaman Modern”, sub bab Kemerdekaan Berfikir: “Bila cahaya Islam memancar, yang lebih dahulu kena sorotnya ialah AKAL.. Sorot dari alam ghaib yaitu wahyu Tuhan, agama yang dibawa oleh Nabi, dan sorot yang tersedia pada diri manusia, ialah akal.. Maka BERGABUNGLAH kedua cahaya itu jadi satu, datang dan hinggap cahaya petunjuk Ilahi itu ke atas akal, sehingga berdempetlah cahaya ke atas cahaya, yang oleh Al Qur’an dikatakan “Cahaya di atas cahaya” (QS. 24:35)..” “Adapula yang menyuruh orang putus asa memikirkan hikmat agama.. Disuruhnya orang MEMBERHENTIKAN perjalanan akal.. Lebih daripada itu, mereka hendak MENGUASAI pula perjalanan pembagian dosa dan pahala.. Mereka DAKWAKAN bahwa MEREKALAH wakil Allah di dunia.. I’tikad kepercayaan terhadap Tuhan dan segala yang didapat panca indera ini, tidak boleh …

MindMeld..

Film keren Pacific RIM menimbulkan kepo2 baru di kepala gw.. Salah satunya itu saat pilot cowok ngomong ke Mako (pilot cewek): “Don’t chase the rabbit..”.. Gw pikir itu rabbit kelinci.. Ternyata bukan, tapi R.A.B.I.T (Random Access Brain impulse Trigger).. Di film itu, dua otak pilot bergabung menjadi satu dan larut dalam mesin Jaeger.. Kedua pilot berbagi memori, insting, dan emosi.. Di situ proses penyatuan dua otak disebut “Drifting”.. Kalo dalam science masuk ke kategori Mind Meld, dimana komputer dikendalikan oleh lebih dari satu otak manusia.. Saat proses drifting, dibutuhkan ketenangan, dan kedua pilot harus menjaga pikiran mereka untuk tidak terganggu oleh pikiran atau memori apapun.. Bisa diliat di filmnya, saat ingin drifting, pilot menarik nafas dalam dan memejamkan matanya untuk mendapatkan kondisi rileks, sebuah syarat dari  proses drifting.. Saat itu Mako “mengejar” R.A.B.I.T, terjebak memorinya sendiri, dan mind meld menjadi gagal.. Satu otak manusia “berpadu” dengan mesin sudah terbukti bisa.. Teknologi Brain-Computer Interfaces (BCIs) sudah membantu para disabilitas mengontrol kursi roda mereka dengan gelombang otak.. Nah, kalo dua otak bisa nggak ya ?? Ternyata bisa …

knowing is not a product..

Sepertinya masih banyak yang merasa kalo “udah tau” itu adalah hal yang final atau hasil akhir..  Cobalah kemukakan hal ini pada Jerome Bruner, ia pasti tidak sependapat.. Bruner adalah seorang Ph.D psikologi jebolan Harvard, sekaligus salah seorang pendiri Center for Cognitive Study di Harvard.. Dalam sebuah karyanya “Studies in Cognitive Growth” (1966), ia menyatakan “Knowing is not a product..” Menurutnya, seseorang bisa bener2 tahu akan sesuatu, jika dia bisa membangun makna dari informasi yang diterimanya, melalui penggunaan alasan2 atau “reasoning” (seperti kenapa bisa begini kenapa bisa begitu).. Nah, kondisi kayak gitu adalah bentuk dari sebuah “information processing”, dan bukan sebuah bentuk produk yang sifatnya final.. Maka Bruner berkesimpulan: “KNOWING IS A PROCESS, NOT A PRODUCT..” Banyak dari kita (termasuk gw juga) merasa, kalo sekedar tahu ayat Al-Qur’an saja sudah cukup oke.. Padahal kalo merujuk pada teori Bruner, kondsi kayak gitu hanya bagian dari sebuah proses, bukan hasil akhir.. Tanpa berpikir reasonable, mengkonstruksi makna, terlalu naif bila hanya berhenti pada tahap TAHU saja.. Mungkin ini juga yang jadi alasan kenapa ada orang2 yang tahu ayat Qur’an, …