me|write, spiritual, think sotoy
Leave a Comment

knowing is not a product..

untitled-1Sepertinya masih banyak yang merasa kalo “udah tau” itu adalah hal yang final atau hasil akhir..  Cobalah kemukakan hal ini pada Jerome Bruner, ia pasti tidak sependapat.. Bruner adalah seorang Ph.D psikologi jebolan Harvard, sekaligus salah seorang pendiri Center for Cognitive Study di Harvard.. Dalam sebuah karyanya “Studies in Cognitive Growth” (1966), ia menyatakan “Knowing is not a product..”

Menurutnya, seseorang bisa bener2 tahu akan sesuatu, jika dia bisa membangun makna dari informasi yang diterimanya, melalui penggunaan alasan2 atau “reasoning” (seperti kenapa bisa begini kenapa bisa begitu).. Nah, kondisi kayak gitu adalah bentuk dari sebuah “information processing”, dan bukan sebuah bentuk produk yang sifatnya final.. Maka Bruner berkesimpulan: “KNOWING IS A PROCESS, NOT A PRODUCT..”

Banyak dari kita (termasuk gw juga) merasa, kalo sekedar tahu ayat Al-Qur’an saja sudah cukup oke.. Padahal kalo merujuk pada teori Bruner, kondsi kayak gitu hanya bagian dari sebuah proses, bukan hasil akhir..

Tanpa berpikir reasonable, mengkonstruksi makna, terlalu naif bila hanya berhenti pada tahap TAHU saja.. Mungkin ini juga yang jadi alasan kenapa ada orang2 yang tahu ayat Qur’an, tapi kemudian jadi “produk gagal”, atau perilakunya malah berbeda dengan anjuran Qur’an..

“Ke-tahu-an” sebaiknya memang dikonversi menjadi produk berupa skill ataupun habit.. Karena skill dan habit umumnya adalah hal yang sudah dipahami serta di’action’kan berulang kali sehingga “lengket” menjadi perilaku..

Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan menganalogikan agama itu seperti musik.. Di tangan orang yang pandai memainkannya, dia akan indah, cerah dan mendamaikan.. Namun di tangan orang yang nggak pandai memainkannya, dia akan jadi sumbang, kacau, meresahkan dan tidak menentramkan, bahkan bisa jadi bahan tertawaan..”

Merujuk pada analogi di atas, buat gw beragama itu merupakan skill, bukan knowledge.. Karena ikhlas, sabar, penyayang, itu semua perlu dilatih dan dibiasakan.. Kan ada yang tau banyak tentang agama, tapi tetep mau bakar2an & bunuh2an, padahal sejatinya Islam itu Rahmat bagi alam semesta.. Mosok sih Rahmat bisa terbentuk dari benci-bencian, ogah memaafkan, dan nyinyir2an ??..

Sederhananya, “tahu” adalah proses.. Perlu lanjutan untuk paham kemudian jadi tindakan.. Pernyataan “Knowledge is power” juga sama sekali nggak salah, karena wahyu PERTAMA dari Alloh itu BACA / IQRA.. Untuk apa ?? Ya untuk bisa “tahu”.. Lantas bertaburan juga ayat untuk mikir.. Kalo nggak tau apa2, apa yang mau dipikirin atau dilatih ??..

Membaca dan berpikir merupakan kombinasi yang top untuk mencari kebenaran.. Keduanya dianjurkan di dalam Qur’an.. Confucius pun sempat berujar: “Belajar tanpa berpikir tidak akan membuahkan apa2, tetapi yang berbahaya adalah berpikir tanpa belajar..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s