All posts tagged: diri

salah sono situ..

“Mas, ini tugas buku katalog-nya, tapi ada yang halamannya kebalik.. Gara2 tukang printnya nih mas nggak bener.. Padahal udah saya bilangin..” “Mas, sorry nih, tugas saya hasilnya kurang maksimal, abis buru2 sih ngerjainnya..” Itu contoh jurus2 berkilah ala mahasiswa yang sering gw temui pas deadline tugas.. Ngasi alasan2 yang terdengar logis bagi mereka, namun sebenernya menjadi jebakan bagi pertumbuhan diri mereka sendiri.. Mahasiswa pertama nyalahin tukang printer, dan yang kedua menyalahkan waktu yang dimilikinya.. Substansi keduanya sama.. Sama2 menyalahkan faktor di luar diri.. Padahal, tukang printer bisa dikomplain, bisa minta kompensasi untuk print lagi.. Yah, kalo masih ada waktu sih.. Nyalahin waktu justru lebih aneh lagi.. Wong semua orang jatah waktunya sama.. Orang Kairo, Monaco, Tokyo, sampe orang Gorontalo, semuanya dapet jatah waktu 24 jam sehari.. Terus kenapa dia doang yang buru2 dan mahasiswa2 lainnya kagak ??.. Ya gitu deh.. Menyalahkan hal2 di luar diri merupakan hal gampang.. Padahal seringkali apa2 yang terjadi pada seseorang itu adalah hasil dari kontribusi banyak faktor.. Dan seringkali merupakan ‘campuran’ antara tindakan2 komulatif seseorang dengan orang lain atau kondisi …

diri asing..

Dari doyan baca komik, terus saat kuliah, kesukaan baca gw “meluas” ke buku2 yang kesannya lebih berat.. Mungkin karena dipicu umur, pertanyaan2 tentang “diri” dan hidup ini jadi semakin banyak.. Jadi rasanya butuh role model orang2 besar, atau orang2 yang udah “jadi”, untuk lebih tau gimana itu “hidup” dari perspektif mereka.. Sejumlah orang yang pernah “tenar” di sini, buku2nya ya turut sempet gw lahap.. Kayak Arie Ginanjar, Amien Rais, Mario Teguh, Felix Siaw, Aa’ Gym, Yusuf Mansur, Buya Hamka, Quraish Shihab, dll.. Terus kalo yang orang “non-sini”nya, dulu gw suka banget sama Confucius, buku2 Kebijakan Cina yang dikomikin, Budha, Zen, dll.. Ada yang sampai saat ini tetep gw kagumi, karena konsistensi tulisan dan perbuatan mereka.. Dan ada juga yang tidak.. Berkat medsos, tindak-tanduk mereka jadi mudah sekali dipantau.. Yang lari ke politik apalagi, seringkali tau2 jadi “auto-aneh”.. Hehe.. Tetep sih, buat gw nggak ada orang yang bisa bener 100%, dan salah 100%.. Ada tulisan2 mereka yang gw anggap “ini cocok buat gw”, dan ada juga yang “nggak cocok”.. Pakai ilmunya Bruce Lee: “Absorb what is …

Donut Knowledge..

Pada suatu hari, di sebuah bandara, Bruce melihat seorang gadis kecil membawa botol susu, tapi dengan bentuk donat.. Jadi tengahnya botol itu “bolong”.. Si gadis kecil terlihat senang bisa memegang botol susunya sendiri.. Bruce tertegun, dan berpikir, yang menciptakan produk botol susu dengan bentuk donat ini pasti hebat sekali.. Kalo botol susu standar, anak batita akan sulit untuk memegangnya, karena pada umumnya bentuknya memang “gendut”.. Menghilangkan bagian “tengahnya”, menjadi persis seperti donat,  adalah solusi yang hebat.. Bruce Nussbaum adalah seorang “Professor of innovation and design” di Parsons School of design.. Ia menulis sebuah buku “Creative Intelligence” (2013).. Menurutnya, desainer botol susu tersebut paham betul hal yang mendasar dari ilmu pengetahuan: “Terkadang apa yang nggak ada, bisa lebih penting ketimbang hal tersebut ada..” Hal tersebut merupakan sebuah kebijakan, dan dalam bukunya ia mengistilahkannya sebagai “Donut Knowledge”.. Sebuah kemampuan untuk memaknai apa yang nggak ada atau nggak kelihatan.. Untuk sebagian orang, ketiadaan bagian tengah donat pun jadi bisa punya makna.. Euh.. Kayaknya tiap diri manusia juga punya bagian yang nggak terlihat, namun sangat esensial.. Yaitu “hati” yang …

knowing and creating self..

Pas ke Gramed, ada buku yang menarik perhatian gw.. Di cover belakangnya, pentolan tim penulis menyatakan: “Life is not about finding yourself, life is about creating yourself..”.. Nice quote.. Meski ‘nice’, sifat sotoy gw ngerasa masih ada yang janggal.. Karena kalo dipikir lebih dalam lagi, “finding yourself” itu bisa jadi dasar dari segalanya.. Gimana caranya seseorang bisa meng”create” dirinya tanpa dia tahu diri sendirinya “terbuat” dari apa ??.. Logika sederhananya, setiap “bahan dasar” selalu membutuhkan cara pengolahan yang berbeda.. Logam, tanah, air, bahkan tiap sayur atau daging sekalipun memerlukan pengolahan yang berbeda untuk kemudian jadi sesuatu yang istimewa.. Bisakah kita meng’create’ sesuatu dari apa2 yang nggak diketahui ??.. Bisa aja sih, tapi nggak tau juga jadinya bakal gimana.. Hasilnya bisa jadi mengejutkan, atau menyedihkan.. Untuk “experimen” kehidupan, kayaknya mendingan membuat sesuatu dari apa2 yang udah diketahui.. Kalo udah tau diri ini adalah pisang, kan enak, tinggal nentuin nanti di masa depan diri ini mau di”create” jadi apa.. Mau jadi pisang goreng kah, kripik pisang kah, atau tendangan pisang ?? (Halah..!!).. Kalo tau diri ini logam, …

give birth to himself..

Erich Fromm (1900-1980), seorang ilmuwan yang sangat tertarik pada sosiologi (bergelar Ph.D), dan juga suka konsep psikoanalisisnya Freud.. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kontributor penting bagi humanistic psychology.. Pernyataan terkenalnya cukup lucu: “Man’s main task is to give birth to himself..”.. Entah ini lucu apa garing, hehe.. Yang jelas ini bukan dalam hal gender, namun dalam konteks pencarian jati diri.. Erich menyatakan; sebenernya manusia hidup dalam perasaan takut, cemas, dan tidak berdaya, karena hidup “sendiri” dan “terpisah” dari alam.. Menurut studinya; perasaan2 kayak gitu bisa dilawan dengan menemukan / mencari ide2 dan kemampuan diri sendiri yang otentik, “merangkul” keunikan personal diri, serta mengembangkan kemampuan untuk mencintai.. Menurutnya juga, ikut2an saja tanpa kemampuan “membangun” pikiran sendiri, justru semakin membuat kita menjadi asing bagi diri kita sendiri.. Kalo dipikir2, sepertinya keimanan seseorang juga bisa merupakan sesuatu yang bisa disebut otentik.. Karena perjalanan atau “pembangunan” keimanan setiap orang berbeda2.. Ada yang melalui jalan kehidupan biasa2 saja, ada yang melalui jalan penyakit, jalan ilmu, jalan kehilangan, pengucilan, dan masih banyak “jalan2” yang lain, sebagaimana Naruto dengan jalan ninjanya.. hehe.. Seseorang …