All posts tagged: otak

batasan..

Inget Takeru Kobayashi ?? Jawara 6 kali lomba makan hotdog internasional di postingan sebelumnya ??.. Rekor-dunia sebelum dia ikutan lomba adalah 25 hotdog dalam waktu 12 menit.. Saat Kobayashi pertama kali ikutan lomba, dia berhasil melipat-gandakan-nya menjadi 50 hotdog.. Levitt & Dubner, penulis buku “Think Like a Freak” (2016), pernah melakukan “wawancara” langsung dengan Kobayashi.. Menurut mereka, pelajaran lain yang bisa diambil dari keberhasilan Kobayashi berkaitan dengan batas kemampuan seseorang.. Siapa yang bisa mengetahui batas2 seseorang ??.. Tentu saja harusnya dirinya sendiri.. Namun seringkali penetapan batas kemampuan seseorang dipengaruhi oleh faktor2 dari luar.. Nah, Kobayashi berhasil meng-counter faktor luar.. Dia menolak untuk mengakui kalo manusia “hanya” bisa makan 25 hotdog dalam waktu 12 menit.. Alasannya sederhana; karena sejak pertama kali lomba internasional ini diadakan, para pesertanya belum tau aja cara makan hotdog yang lebih mudah.. Kalo udah pada tau, pasti sejak lama rekor 25 hotdog itu terpatahkan.. Kobayashi memandang rekor dunia tersebut adalah penghalang buatan.. Jadi dia berlatih dan kemudian ikutan lomba tanpa berpikir bahwa batas atasnya adalah 25 hotdog.. Saat lomba berlangsung, dia nggak …

mantiq asyik..

Pernah dengar istilah ilmu mantiq..?? Setelah baca2 lagi, ternyata ilmu ini prinsip dasarnya diletakkan Aristoteles.. Beberapa abad kemudian dikembangkan lagi oleh filsuf muslim seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Kindi, Al-Ghazali, Ibnu Rushd, dan ulama2 lain.. Sederhananya, ilmu mantiq merupakan “alat pengatur” nalar yang kalau dipatuhi akan mampu menjaga kita dari kesalahan berpikir.. Ilmu ini juga mendorong kita untuk berpikir secara sistematis dan mendalam.. Salah satu fungsi dari ilmu mantiq adalah “membawa” kita dari apa2 yang sudah kita ketahui menuju pengetahuan yang belum kita ketahui.. Konsep menjadikan apa2 yang sudah kita ketahui sebagai “modal” awal untuk meng-analisa informasi ini mantep juga loh.. Karena kebanyakan dari kita sepertinya memang malas berpikir.. Malas membandingkan berita2, dan bahkan juga malas meng-crosscek kembali informasi baru dengan apa2 yang sudah kita ketahui.. Contoh: dulu sempet rame status Dilan dibandingkan dengan Al-Fatih.. Coba cek yang kita ketahui tentang keduanya.. Jelas2 si Dilan adalah tokoh fiktif, sedangkan Al-Fatih “orang beneran” yang sudah tercatat sejarah sebagai penakluk Konstatinopel.. Ini Ibarat membandingkan imajinasi dengan kenyataan, seperti membandingkan tempe dengan makanan alien.. Hehe.. Perbandingan yang kocak lah, …

sinergis-iqra’..

Otak bekerja secara sinergis.. Jadi apa2 yang masuk ke otak, akan “bersinggungan” dengan apa yang sudah kita ketahui selama ini.. Kaitannya sama mendapatkan ide gimana ??.. Untuk pencetusan ide, gw paling suka dengan analogi kelereng.. Ibaratnya, isi otak kita adalah kelereng2 listrik, dan masing2 butir kelereng merupakan satu informasi/pengetahuan yang sudah kita ketahui.. Saat ada informasi baru masuk, maka satu butir kelereng baru pun masuk.. Apa yang terjadi saat otak seseorang PENUH dengan kelereng, lantas dimasukkan satu atau lebih kelereng lagi ??.. Kelereng baru tersebut akan menggeser kelereng2 lain, dan menyebabkan kelereng2 yang sudah ada saling beradu / bersinggungan satu sama lain.. Nah, saat kelereng2 saling bersinggungan, keluarlah percikan2 listrik akibat “beradu” itu.. Dan percikan itulah yang disebut IDE.. Itulah kenapa referensi, dan “koleksi” menjadi perlu.. Seorang komikus legendaris umumnya referensi / koleksi komiknya juga banyak, atau seorang pembuat film mumpuni, koleksi filmnya juga banyak, dan seorang ulama sejati koleksi buku2nya pun banyak.. Hal tersebut seakan “mempermudah” mereka untuk mencetuskan ide2 baru atau pemikiran2 yang berbeda saat menyerap informasi2 baru.. Sebaliknya, kalo kelereng di dalam …

sinergi-di-otak

Udah beberapa kali gw “left” dari grup WA yang kontennya berseliweran nyinyiran, hoax, dan berita2 negatif lain.. Yah, gw males aja baca2 begitu, bikin otak jadi mikir nggak bener.. Mau ngingetin juga males.. Pernah coba, eh malah dibilang bodoh.. Hyaha.. Menurut Toni Buzan, pencetus konsep mind mapping, salah satu prinsip kerja otak adalah repetisi.. Apa2 yang berulang diinput ke otak, akan “nempel” di situ.. Termasuk respon kita atas informasi yang masuk, bisa nempel menjadi kebiasaan.. Misal, seseorang dapet info “nyinyir” terbaru, lantas emosi menanjak, langsung deh jari cepet banget mencet tombol share.. Rentetan aktivitas tersebut seakan membuat “sirkuit” baru di otak, dan akan makin lancar jaya kalo terus berulang.. Emosi atas nyinyir makin cepat, jari2 makin luwes, dan akhirnya hoax pun menyebar melebihi kecepatan cahaya..(Hyahaha..) Awalnya ilmuwan beranggapan bahwa proses berpikir kita seperti prinsip matematis sederhana.. Jadi jika kita nambah satu data baru ke dalam otak, seperti hanya menambah satu bahan ke gudang penyimpanan.. Di pertengahan abad 20, ditemukan bahwa cara kerja otak tidaklah seperti itu.. Otak bekerja secara sinergis. Dalam sistem sinergis, 1 + …

pain and brain..

Gw pernah ketemu orang yang kayaknya sih, sakitnya gara2 pikirannya.. Mungkin karena depresi, atau hal2 lain yang membuat isi kepalanya jadi mumet banget.. Pernah suatu malam ni orang ngerasa sakit.. Sambil berbaring di tempat tidurnya dia bilang “Gimana inii, badanku kok nggak enak banget ya, huu, kayak mau matii..”.. Yaah, dan banyak lagi keluhan yang mengarah ke situ.. Sampe kasian ngeliatnya.. Terus saat itu dia minta tolong untuk dipanggilin ambulans dan dibawa ke rumah sakit.. Gw dan beberapa orang yang ada di kamar itu segera mencoba menenangkan dirinya.. Tapi ya gitu, tetep masih agak maksa dipanggilin ambulans.. Akhirnya ditawarin dibawa ke klinik aja, untuk diperiksa, nggak perlu jauh2 ke RS.. Kebetulan di deket rumah ada klinik yang gw anggap dokternya cukup oke dan teliti.. Walhasil, dia pun setuju dibawa ke klinik.. Lantas, yah gw anter deh tuh orang ke klinik ditemani bini’ gw.. Sesampainya di klinik, dia cerita keluhannya apa aja.. Dokter pun memeriksa dengan seksama.. Hasilnya, tekanan darah, detak jantung, perut, dan lainnya kesemuanya normal.. Sebelumnya dulu juga pernah tes macem2, dan hasilnya normal.. …