All posts tagged: otak

informasi & kreativitas..

Diluar dugaan, di semester ini gw dikasi amanat untuk ngajar mata kuliah kreativitas, selain mata kuliah “langganan” yang udah biasa gw pegang.. Cukup tertantang sih, karena pastinya gw jadi buka2 buku kreativitas lagi, dan cari artikel2 baru tentang kreativitas biar tetep update.. Yang gw suka dari kreativitas, dia itu ilmu yang “fluid”, bisa ditarik ke mana2.. Dan luas banget, masih banyak menyimpan misteri serta ketidakjelasan, namun tetep asyik buat diikuti.. Karena di era sekarang, kreativitas bisa masuk dalam resep kesuksesan.. Bisa dibilang orang2 yang sukses / berhasil pastilah orang yang kreatif.. Ternyata cukup sulit meneliti kreativitas dari perspektif kognitif / proses berpikir.. Robert & Lauretta (2013) dalam “Cognition – From Memory to Creativity” menyatakan: salah satu penghalang studi kognitif kreativitas adalah subjektivitas.. Sebagian ilmuwan berpendapat kalo kreativitas sangatlah subjektif, sangat bergantung pada individunya.. Buktinya, nggak sedikit kan kreator yang kesulitan menjawab pertanyaan “Dapet ide karyanya darimana ??”.. Hehe.. Gimana mau ditelaah secara objektif kalo banyak dari objek penelitiannya udah “galau” gitu..?? Sampai sekarang pun para ilmuwan masih sulit mendefinisikan kreativitas secara lugas.. Sawyer (2012), dalam …

placebo vs nocebo..

Tau PLACEBO EFFECT ??.. Umumnya dipakai di dunia pengobatan.. Si pasien diberi obat “palsu”, seperti pil gula misalnya, lantas diberitahu si dokter, ini obat diminum supaya sembuh.. Padahal nggak ada bahan yang “nyambung” sama penyakit si pasien di obat itu.. Tapi anehnya, metode “mengelabui pikiran” si pasien ini lumayan sering berhasil.. Lisa Rankin M.D (2013), dalam “Mind Over Medicine: Scientific Proof That You Can Heal Yourself”, menyatakan 18-80% dari pengobatan ala metode “plasebo effect” sejauh ini menunjukkan keberhasilan.. Bahkan ada yang sampe bisa menurunkan tekanan darah, ngilangin kutil, dan menumbuhkan rambut..!! Metode penyembuhan dengan “mind-body power” ini ternyata punya sisi gelap, namanya NOCEBO EFFECT.. Dimana keyakinan salah yang ditanamkan pada pikiran, justru bisa membuat seseorang menjadi sakit.. Ada percobaan dengan “double-blinded clinical”, jadi si pasien diberi obat placebo, tapi dikasi tau juga kalo ada efek sampingnya.. Anehnya, 25% dari pasien merasakan efek samping tersebut meskipun yang diberikan hanya pil gula !!.. Lucunya lagi, Nocebo efek samping ini nggak menimbulkan keluhan yang random / acak dari si pasien.. Tapi selalu efek2 samping yang udah dikasi tau …

Kemerdekaan Berfikir dalam Islam – Buya Hamka.

Beberapa paragraf dari Buku Buya Hamka “Lembaga Hidup” (1962 – cetakan keenam) rasa2nya harus gw abadikan di blog gw deh.. hehe.. Soalnya kelihatan cocok untuk kondisi sekarang.. Agak panjang memang, tapi akan ketahuan, seseorang dengan LEVEL “BUYA” itu memang beda.. Buah pikirnya bisa melesat jauh ke masa depan.. Kutipan langsung ini ada di bab “Qur’an Untuk Zaman Modern”, sub bab Kemerdekaan Berfikir: “Bila cahaya Islam memancar, yang lebih dahulu kena sorotnya ialah AKAL.. Sorot dari alam ghaib yaitu wahyu Tuhan, agama yang dibawa oleh Nabi, dan sorot yang tersedia pada diri manusia, ialah akal.. Maka BERGABUNGLAH kedua cahaya itu jadi satu, datang dan hinggap cahaya petunjuk Ilahi itu ke atas akal, sehingga berdempetlah cahaya ke atas cahaya, yang oleh Al Qur’an dikatakan “Cahaya di atas cahaya” (QS. 24:35)..” “Adapula yang menyuruh orang putus asa memikirkan hikmat agama.. Disuruhnya orang MEMBERHENTIKAN perjalanan akal.. Lebih daripada itu, mereka hendak MENGUASAI pula perjalanan pembagian dosa dan pahala.. Mereka DAKWAKAN bahwa MEREKALAH wakil Allah di dunia.. I’tikad kepercayaan terhadap Tuhan dan segala yang didapat panca indera ini, tidak boleh …

otakku pemalas..

Pernah ngalamin kayak begini ??.. Lagi asyik2 kerja atau “on-fire”, tauk2 keganggu notif dari messenger, fesbuk, atau email promo situs belanja online.. Lantas jadi “terjebak”, konsentrasi jadi berubah, dan akhirnya justru malah jadi asyik menindak lanjuti notif2 tersebut.. Daann, tauk2 udah jam pulang kantor.. hehe.. Kalo dari sebuah referensi, dikatakan bahwa manusia adalah makhluk reaktif.. Dia akan mudah bereaksi terhadap apapun yang mengusiknya.. Serajin atau semales apapun seseorang, sebenarnya organ yang ada di kepalanya, alias otaknya, tetaplah males.. Yes, otak memang diciptakan kayak begitu supaya bisa menghemat energinya seefisien mungkin.. Otak manusia memang canggih, punya kemampuan super hebat, meski dengan energi kurang dari 13 watt..!! Nah, yang jadi masalah, sebuah studi juga menyimpulkan kalo otak manusia itu lebih suka bereaksi terhadap hal2 yang mudah.. Pakar kreativitas Mihaly Csikszentmihalyi menyatakan kalo kita sejatinya lebih kuat bereaksi / tertarik kuat banget pada hal2 yang gampang, nyaman, dan udah jadi kebiasaan.. Dan untuk bisa melawan / melampaui kondisi tersebut bukanlah hal yang mudah.. Kenapa kok cuma “bereaksi” bisa jadi masalah ??.. Karena kalo dipikirin lebih dalam, tindakan dengan …

kurcaci imajinasi..

Buku “Whole Brain Power” dari Makoto Shichida masih tetap bikin gw penasaran soal kedahsyatan otak manusia.. Beliau menekankan pada kekuatan otak dan pentingnya kekuatan cinta yang ditanamkan sejak usia dini.. Kekuatan cinta ini bisa saling menggetarkan.. Beliau menuliskan: “Pada kesadaran terdalam, jiwa2 manusia semuanya saling terhubung..”.. Diceritakannya, pernah ada kejadian seorang anak perempuan usia 3 tahun tanpa sengaja memotong jari manisnya sendiri.. Entah sibuk atau lupa, si ibu hanya memplester luka potong tersebut selama 3 hari, hingga sel2nya menjadi mati & jarinya menghitam.. Akhirnya si ibu membawa si anak ke rumah sakit.. Lima rumah sakit sudah ia datangi, vonisnya tetep sama, bahwa jari si anak harus diamputasi.. Namun si ibu teringat metode Shichida dengan penyembuhan imajinasi otak kanan, lantas tertarik untuk mencobanya.. Ia membawanya ke Shichida Children Academy, dan langsung diberi tindakan.. Penanganannya cukup unik, anak2 yang tergabung di akademi diminta berimajinasi / membayangkan diri mereka menjadi kurcaci, masuk ke dalam jari si gadis kecil, kemudian “membereskan” sel2 matinya, darah kembali mengalir, dan kembali ke sedia kala.. Hasilnya mulai tampak, dan pihak rumah sakit memutuskan …