All posts tagged: mikir

bola amal..

Kenapa kotak amal yang ada di mesjid2 umumnya selalu berbentuk kotak ??.. Hampir semua mesjid yang pernah gw ‘mampiri’ untuk sholat jum’at atau taraweh, terus ada kotak amal yang ‘jalan’ diantara jama’ah, bentuknya selalu kotak.. Apakah karena bentuknya kotak lantas namanya jadi kotak amal ?? Apakah harus selalu begitu ??.. Pertanyaan2 model gini sebetulnya merupakan proses “mempertanyakan asumsi”.. Nyambung sama postingan kemaren, asumsi itu ibarat ‘kaki meja’.. Penopang2 kesimpulan yang kita anggap benar selama ini, meskipun tanpa bukti, dan masih bersifat anggapan.. Kalo misalnya gw mau bikin kotak amal bentuknya bola, apakah boleh ??.. Kan oke juga yaa.. Bolanya terbuat dari akrilik, ada lubang tipis tempat masukin uangnya.. Karena bulet, ‘jalaninnya’ kan tinggal digelindingin, jadi nggak perlu ‘cost’ pasang roda.. Terus nanti namanya tetep kotak amal, atau jadi bola amal ??.. (^_^!)/ Mempertanyakan asumsi merupakan cara untuk bisa menjadi lebih kreatif dan menelurkan ide2 yang fresh.. Pendiri Gojek, Nadiem Makarim pernah gw liat dalam sebuah video menyatakan: sebelum dulu bikin Gojek, beliau mempertanyakan: “Emang ojek tuh harus pada mangkal ya ??.. Nggak bisa dateng jemput …

kaki meja..

Dulu sejak SMP, kalo denger istilah ‘kaki meja’, keingetannya pasti ledekan becanda temen2 ke betis gw yang tanpa bulu.. (^_^!).. Entah itu istilah darimana.. Mungkin karena kakinya meja (udah pasti nggak berbulu), mirip dengan kaki orang2 model gw gini yang bulu di kakinya sedikit.. Gw sih nggak tersinggung, toh emang faktanya begitu.. Lagian kan itu faktor genetik.. Nggak perlu lah gw sampe beli Firdaus Oil pelebat bulu untuk diumurin ke betis gw.. Nggak ngaruh pulak ke keimanan dan ketaqwaan seseorang.. Hwalah, apapulak ini..?!? Tapi sekarang setelah beberapa tahun mengajar matkul kreativitas, kalo denger ‘kaki meja’ yang muncul di kepala gw adalah kata ‘asumsi’.. Dalam english kata ‘assumption’ berarti: a thing that is accepted as true or as certain to happen, without proof.. Menurut KBBI artinya dugaan yang diterima sebagai dasar, atau landasan berpikir karena dianggap benar.. Sadar atau nggak, seringkali sejumlah kesimpulan kebenaran yang kita yakini saat ini ‘ditopang’ oleh satu atau lebih asumsi.. Dibalik kebenaran yang subjektif, selalu ada asumsi2 yang mendasarinya.. Jadi, kalo ibaratnya kesimpulan yang kita anggap kebenaran itu sebuah meja, maka …

dimensi diri..

Rasa2nya kalo masih punya akal sehat (dan hati yang bersih), nggak akan bisa menerima yang namanya tindakan kekerasan.. Terlebih hanya karena berbeda pilihan, opini ataupun pandangan.. Apalagi kemarin itu korbannya umurnya jauh lebih tua.. Nasehat ‘Hormati orang yang lebih tua’ menjadi entah kemana.. Kalo bahasa anak sekarang: ‘Nggak ada akhlak..’ Ibrahim Amini (2002), dalam bukunya “Risalah Tasawuf” menyatakan: Akhlak harus ditempatkan sebagai pilar Islam.. Kita tidak boleh menempatkannya pada derajat kedua hukum agama, dan tidak boleh menganggapnya hanya sebagai hiasan orang2 yang beragama.. Beliau juga berpendapat bahwa manusia memiliki ‘peringkat dimensi wujud’.. Wujud paling rendah adalah ‘tanah’ (tidak dapat merasa dan memahami).. Ini saat manusia masih berwujud sel embrio.. Lalu naik wujudnya menjadi ‘tumbuhan’, saat menjadi janin yang terus bertumbuh (dan tidak bisa berpindah2 tempat sendiri).. Kemudian setelah lahir menjadi seperti ‘hewan’, bisa berpindah2 tempat, bisa makan, tidur, punya nafsu amarah dan syahwat.. Pada tahap akhir, manusia baru menjadi ‘manusia’ saat ia menggunakan akal dan pikirannya.. Jadi menurut Amini, manusia mempunyai diri yang bermacam2: tanah (diri jasmani), diri tumbuhan, diri kebinatangan, dan diri kemanusiaan.. Dan …

yakin tenang..

Kemarin sempet rame soal penendang sesajen.. Yaah, gw awam soal agama sih.. Paling tau ada ayat “Bagimu agamamu, bagiku agamaku..”.. Tapi dengan dasar satu ayat itu aja, tindakan model begitu udah nggak masuk ke logika gw.. Menyamakan tindakan tersebut dengan tindakan Nabi Ibrahim dulu pun, menurut Quraish Shihab sudah nggak relevan, karena Nabi Muhammad tidak mengajarkan menghancurkan berhala.. Malah turun ayat yang melarang memaki sembahan2 yang lain (QS.06:108).. Bayangin, memaki aja udah nggak boleh, apalagi melakukan ‘kontak fisik’.. Ya begitulah, kalau beragama nggak substansial.. Ada yang beranggapan, banyak orang sekarang ini beragama hanya untuk berkesan jadi religius, tapi tidak sampai pada tatanan spiritual.. Dari luar tampilan agamis, tapi spiritualnya nggak tergodok matang.. Mungkin akibat belajarnya maunya cepet dan instan.. Persis kayak goreng chicken nugget dengan api yang besar.. Iya sih cepet berkesan mateng, dari luar udah keliatan berwarna ke-emasan, tapi dalemnya masih banyak bagian yang mentah.. Atau mungkin juga karena terlalu semangat belajar agama, tapi salah cari guru, dan akhirnya kena2 doktrin ngawur yang malah mematikan akal.. Pahamnya cuman ada hitam dan putih, padahal hidup …

absurd..

Nggak terasa, tahun 2021 udah mau ‘abis’ aja.. Untuk sebagian orang, waktu adalah uang.. Sebagian lagi: waktu adalah pedang.. Untuk sebagian yang lain lagi: waktu adalah amal.. Absurd bukan ??.. Baru dari ‘waktu’ saja, bisa muncul beberapa makna.. Mana yang benar ??.. Atau bisa benar semua ??.. Belum lama ini liat postingan humor di fesbuk yang isinya pertanyaan: kenapa ikan nggak bisa ngomong ??.. Jawaban scientist: “Karena ikan adalah binatang”.. Jawaban Teolog: “Karena Tuhan mentakdirkan begitu.”.. Jawaban filsuf: “Karena ikan2 itu memang nggak butuh bisa bicara..” Mana yang benar ??.. Ketiga2nya kah ??.. Absurd.. Dalam sebuah buku tentang warna, disebutkan warna kuning di sejumlah negara bermakna keceriaan, namun di Jepang maknanya adalah keberanian.. Lah di sini, maknanya berkabung / ada orang mati (bendera kuning).. Ini kalo ada orang Jepang jualan nasi goreng gerobakan di sini pake bendera kuning di gerobaknya dengan maksud simbol gagah berani, lantas gimana jadinya ??.. Calon pembeli bakal nanya: “Bang, itu nasinya udah pada meninggal apa gimana ?!?..” (^o^!)/ Ini yang gw suka dari filsafat aliran absurdisme.. Seakan memprotes kebenaran tunggal.. …