All posts tagged: mikir

teroris radikal..

Sempat ada pejabat yang bilang, kalo radikal itu penyebabnya adalah kesenjangan sosial.. Gw sih nggak setuju.. Tuhan ngasi rejeki dengan Adil, siapa berupaya banyak, dia yang dapat banyak.. Seseorang nggak akan mendapatkan selain apa2 yang telah dia usahakan [QS.53:39].. “Menuduh” kesenjangan sosial sebagai penyebab radikal, ibarat orang yang gagal memanajemeni rasa iri di dalam dirinya, lantas seenaknya menyalahkan sesuatu di luar dirinya.. Wong dirinya sendiri yang memang kurang, kenapa jadi berang ke banyak orang ??.. Banyak kok di sekitar gw orang2 yang hidupnya kurang beruntung, namun jauh dari ke-radikal-an, yang notabene bisa menjadi bibit dari terorisme.. Apa para teroris itu punya kelainan mental ?? Paul Gill, PhD, dan Emily Corner, dalam “There and Back Again: The Study of Mental Disorder and Terrorist Involvement,” selama 10 tahun lebih meneliti hubungan antara kelainan mental dan keterlibatan teroris.. Kesimpulannnya, secara mental mereka “baik2 saja”, nggak ada yang aneh, dan cenderung sama dengan orang2 normal.. Jadi, nggak ada satu kelainan mental tertentu yang dianggap bisa menjadi cikal bakal seseorang menjadi teroris.. Untuk radikalisme, gw lebih suka “menyalahkan” gagalnya akal …

Hawa-nafsu versi Hamka..

Belakangan baca2 lagi bukunya Buya Hamka, nemu lagi deh sejumlah paragraf yang buat gw perlu diabadikan di blog gw sebagai pengingat diri.. Tulisan2 beliau memang masih banyak yang cocok dengan kondisi sekarang meski ditulis puluhan tahun lalu.. Sungguh benar2 ulama yang visioner.. Berikut kutipan langsung dari buku beliau “Tasawuf Modern” (1939) dari bab Bahagia & Utama.. “Kesempurnaan ibadah tergantung pula kepada kesempurnaan budi dan otak.. Keutamaan terlindung di dalam dua arti: (1) Keutamaan otak, ialah dapat membedakan antara jalan bahagia dengan yang hina.. Yakin akan kebenaran barang yang benar dan berpegang kepadanya.. Tahu akan barang yang salah dan menjauhinya.. Kesemuanya didapat dengan otak yang cerdas, bukan karena turut-turutan, bukan karena taqlid kepada pendapat orang lain saja..” “(2) Keutamaan budi.. Ialah menghilangkan segala perangai yang buruk2, adat istiadat yang rendah, yang oleh agama telah dinyatakan mana yang mesti dibuang dan mana yang mesti dipakai.. Serta biasakan perangai2 terpuji, yang mulia, berbekas di dalam pergaulan hidup setiap hari dan merasa nikmat memegang adat mulia itu..” “Adapun musuh yang senantiasa menghalangi manusia mencapai keutamaan ialah hawa.. Hawa-nafsu menyebabkan …

kitab fiksi ?!?

Rame banget ye soal kitab suci adalah fiksi.. Udah cukup jelas sih, pernyataan ini ya sangat2 salah.. Fiksi yang jelas2 hasil imajinasi, buatan manusia, dan kebenarannya nggak harus sejalan dengan kenyataan, eh disamakan dengan kitab suci.. Ngaco’ banget lah.. Karena kalo memang bener “sama dengan” fiksi, udah dari dulu kata2 dari Naruto, Saitama, Luffy dan kawan2nya bakal gw renungi dalam2, dan gw jadikan panduan hidup.. Gwakakak.. Kitab suci ya isinya firman Tuhan.. Kalo Qur’an sih jelas2 dinyatakan kalo ini kitab yang nggak ada keraguan, dan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS.2:2).. Menyebut kitab petunjuk sebagai buku fiksi, jelas aja gw tersinggung.. Gw tunggu jadwal demo bela2’an, eh tapi tuh jadwal nggak nongol2.. Hehe.. Yah, meskipun kitab petunjuk, tapi untuk sebagian orang, Qur’an bisa juga menjadi kegelapan (QS.41:44).. Kenapa bisa jadi “kegelapan” ??.. Mungkin karena penuh syahwat dan nafsu berkuasa, iman atau hatinya berkabut, jadinya gelap mata dalam “melihat” ayat2 Tuhan.. Sebagaimana kondisi gelap, seseorang nggak bisa melihat sesuatu secara utuh atau komplit.. Itulah kenapa dalam proses “doktrin” kepentingan tertentu, ayat2 yang diambil hanya ayat2 yang …

surga buat siapa..

Agama dipolitisasi, surga jadi “barang jualan”, kok ya makin jadi ngelantur ke sono ke mari ya.. Tiap orang bisa saja “ngecap” soal surga dan neraka.. Malah bisa seluas imajinasi dari orang itu sendiri.. Namun, tanpa dasar pemahaman yang benar, outputnya bisa jadi aneh.. Bahkan surga diperuntukkan bagi siapa, pun bisa juga dipolitisasi.. Kalo menurut hukum TERTINGGI dalam Islam (Qur’an), jelas banget disebutkan bahwa surga itu diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa (QS 3:133).. Ciri2nya jelas disebutkan: menafkahkan harta, menahan amarah, memaafkan kesalahan, berbuat baik, dan memohon ampun.. CATEETT: nggak ada nyinyir, nyebar berita hoax, dan “makan” hoax”.. Gw pikir, perilaku2 taqwa diatas merupakan sebuah “kebaikan universal”.. Siapapun yang memiliki perilaku tersebut, dia akan bisa diterima dimanapun, dan di zaman apapun.. Bandingkan dengan perilaku radikal yang.., yaah udah kita liat sendiri, ada yang baru dateng langsung diusir, atau malah ada yang di lain benua, “dagangannya” tutup akibat status SARAnya.. Soal kaum nabi2 dan agama2 sejak dulu, semua pemeluknya akan menganggap ajarannya yang paling benar.. Nah, setelah cari2 tau, ternyata taqwa nggak cuma milik kaum Nabi Muhammad aja …

gelap2 koq baca..

Belum lama ini taraweh di mesjid, sang ustad bawain ceramah yang cukup keren.. Beliau ngasi penjabaran, atau mungkin lebih tepatnya “pertanyaan” tentang wahyu pertama Iqra’ yang belum pernah terlintas di kepala gw sebelumnya.. Kenapa kok wahyu pertama Iqra’ itu turunnya di dalam gua, dan di malam hari pulak ?? Dimana indera penglihatan kita justru nggak bisa berfungsi secara maksimal.. Malem hari di dalem gua kan gelap.. Eh malah disuruh baca !!.. Begimana coba ?!?.. Apa maknanya ??.. Kan secara umum, dalam gelap gulita begitu, lebih logis kalo wahyu pertama itu “dengar”, bukan “baca”.. Saat mati lampu, kita masih bisa teriak2 kan supaya sekitar kita dengar: “Paraah, lilinnya banyaak, koreknya kagak adaaa..!!” (Pengalaman pribadi..).. Menurut si ustad, ternyata pertanyaan diatas sudah menjadi perbincangan para ulama terdahulu.. Mereka membahas makna proses turunnya wahyu pertama (“gelap2an” malah disuruh baca ini), dengan mengaitkannya pada indera manusia.. Si ustad bertanya: “Ada berapa jumlah indera yang aktif saat kita membaca ??”.. (Dalam konteks membaca buku, karena seakan ada standar kalo buku itu diciptakan untuk dibaca..) Waktu itu di kepala gw ya …