All posts tagged: ilmu

bagaimana mengapa..

Belum lama ini liat sebuah postingan gambar di fesbuk.. Gambarnya ada scientist lagi menggunakan mikroskop, lantas dikelilingi oleh pemuka2 agama dari sejumlah agama.. Kondisi mereka lagi di ujung tebing, seakan terpojok dan mau “dimakan” sama virus COVID-19 besar.. Salah satu pemuka agama ada yang berkata pada scientist: “Please, hurry up..”.. Suka sama gambar ini, menyentil secara halus, bahwa yang diandalkan untuk menyelesaikan pandemi ini adalah para scientist, atau paling nggak, mereka yang punya bidang keilmuan kedokteran / kesehatan.. Para Nakes itu, bukankah mereka juga termasuk para pejuang ilmu di bidang tertentu ??.. Sementara sebagian pemuka2 agama sini, bersikap tanpa “science”.. Seperti menyeru untuk jangan takuti virusnya, karena sama2 makhluk Tuhan.. Ada juga yang (haddeeehh, tarik napas dulu..), ada ustad yang bilang kalo virus corona masuk sini karena seorang “Imam Jumbo” nggak pulang2 ke Indonesia.. (@_@!).. Pernah juga ada ustad yang bilang, kalo dunia harus berterima kasih pada Islam, karena Thawaf mengelilingi Ka’bah 24 jam.. Kalo Thawaf berhenti, maka bumi ini pun akan berhenti berputar.. Sungguh tidak masuk di akal.. Faktanya sekarang ini saat Thawaf terhenti, …

sumur mata air..

Kemaren di fesbuk, ada yang mengibaratkan Qur’an itu seperti open source.. Setelah dikritik via komen, eh ternyata dia salah pengertian, sebenarnya maksud dia itu bukan open source, tapi open access, bisa diakses oleh siapa saja.. Gyaha.. Terlepas maksud si orang sebenernya apa, namun mengibaratkan Qur’an sebagai open source, gw nggak setuju.. Gw bukan orang IT sih, tapi berhubung pernah terlibat project game aplikasi, ya dikit2 doang tau lah.. Setau gw istilah open source itu, seseorang bisa memodifikasi, mengutak-atik, mengubah bagian tertentu, dan bahkan bisa merevisi kode dari sumber.. Kan berabe kalo si “source” atau Qur’an bisa dimodifikasi atau diutak-atik.. Gw lebih suka sama ulama yang mengibaratkan Qur’an itu bagai sebuah sumur berisi sumber mata air yang terus mengalir tanpa henti.. Siapapun bisa mengambil airnya.. Namun, untuk mengambilnya diperlukan upaya, nggak tinggal ngambil gitu aja.. Seseorang perlu menimba dengan hati2 untuk menaikkan airnya dari dalam sumur sampai ke atas.. Maknanya, untuk mendapatkan “sesuatu” dari firman Tuhan memang perlu usaha.. Hidayah yang didapat dari Qur’an bukan datang begitu saja, tetapi mesti diupayakan.. Bukankah disebutkan kalo yang bisa …

baca jadi “sakti”..

Gw lebih mudah terkagum2 sama ustadz yang nggak hanya paham ilmu agama saja, tapi juga nguasain ilmu pengetahuan umum yang lain.. Entah itu fisika nuklir (Agus Mustofa), filsafat atau sastra (Buya Hamka), seni, budaya, psikologi, atau ilmu2 pengetahuan lainnya.. Buat gw orang2 seperti inilah yang sudah membaca ayat2 Alloh dalam 2 wujud.. Pertama, wujud ayat yg tertulis di Qur’an, dan kedua, ayat2 Alloh yang “berwujud” di alam semesta.. Di mata gw, mereka itulah yang sebenar2nya ulama.. Kalo gw perhatikan, mereka2 ini bisa lebih bijak, lebih mendamaikan, lebih praktis, lebih merdeka berpikir, dan nggak neko2.. Mungkin karena mereka dengan akal pikir maksimalnya sudah berhasil menarik banyak “benang merah” antara ayat2 Alloh dari kedua wujud di atas.. Mereka nggak mudah tersinggung kalo dikomentari atau dilabeli apapun.. Terkesan mendalami kedua wujud ayat2 Alloh itu jauh lebih menarik ketimbang meladeni tanggapan2 yang nggak penting.. Karena mau setuju atau nggak sama pemikiran mereka, ya terserah masing2 aja.. Ada satu ulama yang gw tau sendiri rumahnya, pernah masuk ke dalam sana, meski saat itu beliau sudah almarhum.. Sejumlah buku pernah ditulisnya.. …

dididik mendidik..

Kalo inget2 masa sekolah dulu, sampe sekarang gw masih ngerasa jadi produk gagal dari sebuah sistem pendidikan.. Yah, mungkin segelintir orang juga ada yang merasa begitu.. Gw setuju sama yang bilang: pendidikan yang berhasil itu pendidikan yang bisa bikin muridnya cepat berpikir mandiri.. Sedangkan gw ngerasa gw orang yang telat berpikir mandiri.. Gw berharap gw bisa berada di “level berpikir” yang sekarang ini di umur 20an.. Terlalu cepat kah ??.. Kayaknya nggak tuh, di negeri yg sistem pendidikannya oke sepertinya ada banyak.. Bisa berpikir mandiri menemukan jati diri, menemukan passion pribadi, lantas menentukan target2 mimpi untuk diraih, kan lebih enak dilakukan di usia yang sangat dini.. Tentu saja bukan hanya faktor pendidikan yang bisa membuat seseorang mendapatkan itu semua di usia muda.. Namun kalo seandainya dari SD gw udah “digembleng” untuk tau potensi terbaik gw dimana, sangat bisa jadi perusahaan desain yang gw bangun ini bisa berdiri lebih cepat.. Namun semuanya memang berubah, termasuk pendidikan.. Dilansir di situs Wired (ini website & majalahnya sungguh keren loh..), belum lama: Linda Darling-Hammond, seorang profesor pendidikan di Stanford, …

ilusi kompetensi..

Pernah denger Dunning Kruger Effect ??.. David Dunning & Justin Kruger adalah pelaku eksperimen psikologi di tahun 1999 yang meyimpulkan bahwa mereka yang kurang kompeten / skill bisa mengalami ilusi superioritas.. Merasa kompeten padahal nggak, ngerasa jago padahal biasa, atau ngerasa berilmu tinggi padahal huhu hihi.. Kalo mengacu pada teori Dunning Kruger Effect ini, nggak heran ya banyak orang yang sotoy ampun2an di medsos, sampe2 ada yang dengan yakinnya nulis status nggak papa korupsi asal muslim.. Kan korupsinya nanti buat bikin pesantren, sedekah banyak dan sejenisnya.. Kan segala sesuatu tergantung niatnya, jadi kalo korupsi untuk niat kebaikan ya nggak papa.. OMG, ini logika sableng.. Jelas2 korupsi itu ngambil hak orang lain alias mencuri, kok ya masih dipakein niat baik.. Yang ada malah tangannya yang mesti dipotong.. Banyak orang (mungkin termasuk gw.. hehe..), nggak kompeten “ngomong” sesuatu, tapi dia tetep “ngomong”, dan akhirnya jadi “aneh”.. Kenapa ?? Ya karena dia ngerasa dirinya cukup jago dan kompeten banget untuk ngomong seperti itu, padahal belum tentu.. Di sini teori Dunning Kruger Effect bisa berlaku.. Menurut mereka, orang2 yang …