All posts tagged: agama

fusi[on]..!!

“Jangan pisahkan agama dan politik”..??  Hmm.. Gimana ya ?? Seakan ada paradoks di pernyataan itu.. Dibilang dipisah, tapi agama (Islam) meliputi segala aspek kehidupan.. Dibilang “dicampur”, tapi kok jadinya malah aneh, jadi doyan mengkafirkan, nggak mau mensholati jenazah, “halal” memfitnah, dan berkesan “menyerang” yang berseberangan pilihan politik.. Tiap2 pemeluk agama pasti meyakini kalo agamanya-lah yang paling benar.. Pas kuliah S2 dulu, gw jadi paham, kalo agama itu dogma, posisinya lebih tinggi dari perspektif atau tradisi dari teori2 yang ada.. Lah wong firman Tuhan.. Saat seseorang meragukan sebuah teori, dia bisa langsung bertanya kepada si “empu”nya teori, atau melihat teori2 bantahannya, atau teori2 lain yang mengkritisinya.. Namun kalo kita ingin tau sebenar2nya tentang firman Tuhan, kepada siapa kita harus bertanya ??.. Sangat kecil kemungkinan bisa bertanya langsung ke Tuhan.. Dan kalo kata Cak Nun, sepinter2nya ustad atau ulama bicara tentang Alloh, mereka pun “menafsirkan” juga, belum tentu benar, karena tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Alloh.. Karena agama adalah dogma, hal tersebut menjadi nggak penting untuk diperdebatkan, apalagi di”versus”kan, karena semua itu adalah pilihan, yang akan …

Ulama canggung versi Hamka..

Makin aneh2 aja ya sekarang ini soal haram mengharamkan.. Pas Pemilu kemaren ada yang bilang milih salah seorang capres itu haram.. Ada yang bilang hormat kepada bendera merah putih haram.. Bikin peringatan Maulid Nabi haram juga.. Padahal kalo dampaknya positif, gaung kisah & nilai2 kebaikan Rosul makin “viral”, kan tambah bagus ya ?? Ada juga di sebuah acara tivi yang artis mendadak ‘ngustad’ pernah bilang: kalo ngirim Al-Fatihah untuk orang yang sudah meninggal itu bid’ah.. Dulu Rosul nggak pernah melakukan.. Dan katanya juga, kalo kirim2 Al-Fatihah dan do’a ke orang2 yang sudah meninggal itu nggak akan sampai.. Kalo gw sih sama sekali nggak berani ngomong sebuah bacaan atau do’a nggak akan sampai, atau nggak akan terkabul.. Karena terkabul / sampai atau tidaknya sebuah do’a itu mutlak hak Alloh semata.. Mosok manusia mau menandingi Alloh ??.. Terus ada juga yang lebih aneh.. Kuliah di ITB dibilang haram.. Karena logo ITB menyerupai Dewa Ganesha yang notabene milik orang Hindu.. Problem semiotika neh..  Dan ternyata, yang ini cuma humor satir yang dianggap serius.. Hyaha.. Ngucapin selamat natal juga …

“Nggak Ada Nabi Yang Mengaku Alim..”

Cak Nun itu salah satu tokoh yang juga gw kagumi dengan pemikiran2nya yang “out of the box”, bisa menilai dari sudut pandang yang lain, bahkan aneh apik.. Hehe.. Meski tidak jarang dibilang sesat, kafir atau pun liberal, gw nggak ambil pusing.. Yang jelas banyak kalimat2nya yang membuat gw berpikir ulang soal cara2 diri gw menjalankan hidup & agama.. Berikut tulisan yang gw comot dari blog seseorang di sini: http://www.kompasiana.com/robbigandamana/nggak-ada-nabi-yang-mengaku-alim-think-different-ala-cak-nun-2_55a318d1937a61ea0a280ba0 “Nggak Ada Nabi Yang Mengaku Alim..” Jujur aku rodok sungkan nulis koyok ngene iki rek. Yang saya takutkan adalah orang menganggap saya ini hebat, pinter ngaji, tahu agama. Ketahuilah mblo, saya ini cuman seorang gentho bosok yang sedang berproses belajar agama. Maka saya sebisa mungkin tidak menyantumkan dalil-dalil biar tidak terkesan ngustadz (tapi pitutur Cak Nun nggak asal ngablak, semua ada dalilnya dan atau melalui proses ijtihad yang panjang). Semoga bisa menjadi bahan renungan dan pembelajaran. Yo wis lah, zuukk mariii.. ————————————————————————- Walaupun seorang ulama atau kyai, tapi Cak Nun selalu berpakaian seperti layaknya orang biasa. Bisa dikatakan ganok bedane karo wong dodol akik, buruh pabrik …

bermain musik sumbang..

Kalau memperhatikan kasus Rohingnya, gw jadi inget lagi analogi agama dari KH Ahmad Dahlah: “Hakikat agama itu seperti musik, di tangan orang yang pandai memainkannya, dia akan indah, cerah dan mendamaikan.. Namun di tangan orang yang nggak pandai memainkannya, dia akan jadi sumbang, kacau, meresahkan dan tidak menentramkan, bahkan bisa jadi bahan tertawaan..” Di agama apapun, pernyataan dari beliau ini bisa berlaku.. Meskipun Buddha bukan agama langitan (samawi), tetap saja yang gw pahami sih, ajarannya tetaplah ajaran yang sangat berorientasi pada kebaikan.. Agama mana yang tidak ??.. Gw baca biografinya Siddharta Gautama, euh, meskipun yang dalam bentuk komik tebal 8 jilid itu sih.. Dan di situ banyak sekali pemikiran2 hebat yang disampaikan oleh Siddharta.. Dan pemikiran2 beliau tidak didapat begitu saja dengan mudah.. Begitu banyak lika liku kehidupan, termasuk penderitaan yang sudah dilewati sekian lama sehingga beliau sampai pada tingkat “tercerahkan”, dan kemudian mampu memberikan pencerahan pada sekian banyak orang lainnya hingga sekarang.. Bagi sebagian orang, agama bisa menjadi alat politis atau alat lain, yang kadang memang sengaja ditunjukkan dengan beragam atribut untuk mencapai maksud …

siapa di belakang “kucing” ??..

Ada sejumlah orang yang gw tau nggak mau pilih Jokowi karena ada Megawati di belakangnya.. Hmm.. Jujur aja, gw juga gak suka koq sama Megawati, dan gw tetep pilih no. 2.. Karena apa ?? Karena kalo faktor orang2 “di belakang” yang dijadikan pertimbangan, justru menurut gw orang2 di belakang kubu no. 1 itu malah lebih parah, dan lebih banyak yang gak gw suka.. Di belakang kubu no. 1 itu lebih banyak lagi orang2 yang terlibat “kasus2” korupsi dan kasus lain yang merugikan negara.. Ada yang kasus daging sapi, ada yang lumpur, ada yang dana haji, dan lain sebagainya.. Logika sederhananya, kalo gw memilih capres no. 1, itu sama aja gw memberikan peluang bagi mereka untuk menjabat dan duduk kembali di dalam pemerintahan.. Dan kalo mereka berhasil menjabat kembali, itu adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk dapat “menghapus” jejak, “bermain cantik”, “cuci tangan”, “mengeles” atau tindakan apapun dengan beragam istilah, dan bakal makin susah kasus2 merugikan negara era periode lalu terungkap tuntas, karena yang menjabat masih mereka2 juga.. Nggak mungkin kan ngebersihin lantai pakai sapu kotor..??.. …