All posts tagged: agama

ketawain..

Anak laki gw usianya 3 tahun, kadang dia suka iseng maenin piano gw.. Nadanya asal, temponya asal, bahkan sampe dia nyanyi2 pun syairnya asal.. Jujur aja, permainan dia sama sekali nggak bisa dibilang indah, tapi kadang2 lucu juga, dan yang pasti seringan sumbangnya dan nggak enak didengar.. (@_@!) Kadang sampe gw teriak: “Boruto !! Hentikaaaan !! Ayah tidak kuat lagi mendengarnyaa !!”.. (Yaah, ini lebay gara2 kebanyakan baca komik sih..) Hehe.. Penyebabnya sederhana saja, ya karena knowledge dan skill si anak masih sangat kurang.. Pengetahuan dia akan piano hanya sesuatu yang bisa “bunyi”, lantas di bunyikan saja tanpa berpikir, tanpa “alasan” atau ilmu yang cukup.. Pas nadanya lucu, seringkali gw ketawain.. Saat kayak gitu, kadang gw jadi teringat lagi sebuah pernyataan seorang ulama besar Nusantara.. Beliau menyatakan kalo agama juga bisa jadi bahan tertawaan.. Belum lama ini, banyak bermunculan kan kasus2 ustadz yang bikin banyak orang “tertawa”.. ?? Katanya ustad (jago agama), tapi pernyataan2nya malah lucu2, akibatnya ya jadi bahan tertawaan deh.. Sepertinya jadi makin banyak dari kita yang mentertawakan agama karena orang2 seperti ini.. …

bagaimana mengapa..

Belum lama ini liat sebuah postingan gambar di fesbuk.. Gambarnya ada scientist lagi menggunakan mikroskop, lantas dikelilingi oleh pemuka2 agama dari sejumlah agama.. Kondisi mereka lagi di ujung tebing, seakan terpojok dan mau “dimakan” sama virus COVID-19 besar.. Salah satu pemuka agama ada yang berkata pada scientist: “Please, hurry up..”.. Suka sama gambar ini, menyentil secara halus, bahwa yang diandalkan untuk menyelesaikan pandemi ini adalah para scientist, atau paling nggak, mereka yang punya bidang keilmuan kedokteran / kesehatan.. Para Nakes itu, bukankah mereka juga termasuk para pejuang ilmu di bidang tertentu ??.. Sementara sebagian pemuka2 agama sini, bersikap tanpa “science”.. Seperti menyeru untuk jangan takuti virusnya, karena sama2 makhluk Tuhan.. Ada juga yang (haddeeehh, tarik napas dulu..), ada ustad yang bilang kalo virus corona masuk sini karena seorang “Imam Jumbo” nggak pulang2 ke Indonesia.. (@_@!).. Pernah juga ada ustad yang bilang, kalo dunia harus berterima kasih pada Islam, karena Thawaf mengelilingi Ka’bah 24 jam.. Kalo Thawaf berhenti, maka bumi ini pun akan berhenti berputar.. Sungguh tidak masuk di akal.. Faktanya sekarang ini saat Thawaf terhenti, …

para pemanggil..

Kurang lebih sebulan lalu gitu, ada yang ngomong ke gw via blog, supaya jangan nulis soal agama kalo nggak sering ngaji, kalo nggak ada basic agama.. Yah poinnya, si dia ini menganggap gw adalah orang yang nggak pantes buat ngomongin / nulis tentang agama, atau mikirin agama.. Dia beranggapan hanya orang2 tertentu aja yang boleh mikirin agama.. Hanya mereka yang sering ke pengajian lah yang kemudian pantas ngomongin agama.. Yah, gw ketawa aja, males nanggepin.. Padahal kalo menurut ulama sekaliber Buya Hamka dan Cak Nun, setiap orang boleh saja berijtihad soal agama, ataupun “belajar” dari Qur’an.. Karena sejatinya Qur’an jelas2 dinyatakan diturunkan bagi seluruh umat manusia (QS 45:20).. Bukan untuk Islam saja, bukan untuk ustad saja, bukan untuk mereka yang rutin ikut pengajian di mesjid saja.. Diturunkan untuk apa ??.. Untuk direnungkan dengan tujuan mengambil manfaat yang baik darinya (di-tadaburi) (QS 47:24), dan supaya kita bisa mengambil pelajaran (QS 44:58).. Kalo gw pikir, Qur’an itu demikian luas maknanya, dan bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang mau memikirkannya.. Menganggap pe-makna-an dan pengambilan manfaat yang baik dari …

fusi[on]..!!

“Jangan pisahkan agama dan politik”..??  Hmm.. Gimana ya ?? Seakan ada paradoks di pernyataan itu.. Dibilang dipisah, tapi agama (Islam) meliputi segala aspek kehidupan.. Dibilang “dicampur”, tapi kok jadinya malah aneh, jadi doyan mengkafirkan, nggak mau mensholati jenazah, “halal” memfitnah, dan berkesan “menyerang” yang berseberangan pilihan politik.. Tiap2 pemeluk agama pasti meyakini kalo agamanya-lah yang paling benar.. Pas kuliah S2 dulu, gw jadi paham, kalo agama itu dogma, posisinya lebih tinggi dari perspektif atau tradisi dari teori2 yang ada.. Lah wong firman Tuhan.. Saat seseorang meragukan sebuah teori, dia bisa langsung bertanya kepada si “empu”nya teori, atau melihat teori2 bantahannya, atau teori2 lain yang mengkritisinya.. Namun kalo kita ingin tau sebenar2nya tentang firman Tuhan, kepada siapa kita harus bertanya ??.. Sangat kecil kemungkinan bisa bertanya langsung ke Tuhan.. Dan kalo kata Cak Nun, sepinter2nya ustad atau ulama bicara tentang Alloh, mereka pun “menafsirkan” juga, belum tentu benar, karena tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Alloh.. Karena agama adalah dogma, hal tersebut menjadi nggak penting untuk diperdebatkan, apalagi di”versus”kan, karena semua itu adalah pilihan, yang akan …

Ulama canggung versi Hamka..

Makin aneh2 aja ya sekarang ini soal haram mengharamkan.. Pas Pemilu kemaren ada yang bilang milih salah seorang capres itu haram.. Ada yang bilang hormat kepada bendera merah putih haram.. Bikin peringatan Maulid Nabi haram juga.. Padahal kalo dampaknya positif, gaung kisah & nilai2 kebaikan Rosul makin “viral”, kan tambah bagus ya ?? Ada juga di sebuah acara tivi yang artis mendadak ‘ngustad’ pernah bilang: kalo ngirim Al-Fatihah untuk orang yang sudah meninggal itu bid’ah.. Dulu Rosul nggak pernah melakukan.. Dan katanya juga, kalo kirim2 Al-Fatihah dan do’a ke orang2 yang sudah meninggal itu nggak akan sampai.. Kalo gw sih sama sekali nggak berani ngomong sebuah bacaan atau do’a nggak akan sampai, atau nggak akan terkabul.. Karena terkabul / sampai atau tidaknya sebuah do’a itu mutlak hak Alloh semata.. Mosok manusia mau menandingi Alloh ??.. Terus ada juga yang lebih aneh.. Kuliah di ITB dibilang haram.. Karena logo ITB menyerupai Dewa Ganesha yang notabene milik orang Hindu.. Problem semiotika neh..  Dan ternyata, yang ini cuma humor satir yang dianggap serius.. Hyaha.. Ngucapin selamat natal juga …