All posts tagged: sukses

nunda nunda..

Lagi2 kejadian.. Komitmen nulis postingan seminggu sekali lagi2 gw langgar.. Minggu kemaren nggak nulis sama sekali (T_T!).. Bisa jadi karena keluar kantor buat nyidang tugas akhir mahasiswa tiap hari, atau bisa juga karena asisten rumah tangga cuti sekitar 10 harian gitu.. Akibatnya, “PR” dalam artian sebenarnya = “Pekerjaan Rumah” jadi tambah banyak.. Hehe.. “Distraction” gw juga jadi bertambah.. Anak pertama gw suka gemes kelewatan sama adik barunya.. Mulai dari joget2 dan lompat2 di pinggir adeknya yang lagi tidur, sampe nyiumin tuh adek dalem2 kayak orang nyungsep.. Aksi gemesnya bikin gw mesti ngawasin dia secara “ekstra”.. Jadi kadang mesti nemenin (baca: jagain) si kakak sepulang sekolah di rumah biar nggak ganggu si adek.. Ya gini deh konsekwensi kantor “dempetan” sama rumah.. Bisa jadi juga dua paragraf di atas cuman alasan gw aja.. Padahal yang sebenernya, mungkin gw-nya sendiri aja yang bener2 belum bisa menaklukkan procrastination.. Menurut Rozental dkk (2014), dalam “Understanding & Treating Procrastination”: 1 dari 5 orang dewasa, dan setengah dari siswa merupakan seorang penunda.. Dan menurut Tice dkk (1997) dalam “Longitudinal study of procrastination, …

yakin, bisa, jadi..

Sebelum tahun 1954, pada cabang olahraga lari dunia 1.500 meter, banyak orang meyakini kalo kemampuan fisik manusia nggak mungkin bisa menembus batasan waktu 4 menit.. Rekor dunianya selalu mentok di atas 4 menit.. Lantas, di bulan Mei 1954, seorang mahasiswa kedokteran sekaligus atlit yang kurang dikenal Roger Bannister berhasil memecahkan rekor 1.500 meter di bawah 4 menit.. Setelah beritanya tersebar, dalam waktu beberapa minggu, pelari Australia John Landy juga berhasil menembus batas 4 menit.. Dan dalam kurun waktu 3 tahun setelah itu, ada sekitar 17 pelari berhasil melakukan hal yang sama.. Keyakinan “batas fisik manusia lari 1.500 meter adalah 4 menit” mampu ditembus banyak orang setelah Roger Bannister berhasil mematahkan keyakinan bersama tersebut.. Pencapaian Bannister berhasil mempengaruhi keyakinan banyak pelari lain.. Ada juga ceritanya si George Dantzig, mahasiswa S2 matematika di University of California, Berkeley.. Suatu ketika Dantzig telat masuk kelas.. Saat sampai di kelas, kelasnya udah bubar, dosen dan temen2nya udah pada pulang.. Yang tersisa cuman 2 buah soal matematika di papan tulis.. Berpikir kalo itu adalah tugas yang mesti dikerjain di rumah, ia …

100% paham diri ??

Minggu kemarin ada yang komentar di blog gw, kalau ada seorang Hindu yang mengatakan nggak mungkin ada manusia yang mampu memahami dirinya sendiri, karena itu hak mutlak Tuhan, dan bisanya cuma paham sedikit..
 Apakah iya begitu ??.. Entah kenapa ujug2 jawabannya dateng.. Gw ngerujuk ke Nouman Ali Khan, Founder dan CEO Bayyinah Institute.. Di wikipedia, beliau: “has been named one of the 500 most influential Muslims in the world by the Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan..” Menurutnya, “topik” penemuan jati diri itu ada di QS.17:84: “Tiap2 orang berbuat menurut keadaannya masing2”.. Ada di kata syakilaah (keadaannya), akar katanya ‘syakl’, dan artinya bisa “form”, bentuk, atau cetakan.. Dari perspektif psikologi bisa diartikan kecenderungan kuat di dalam diri.. Syakilaah bisa sampai ke tatanan personalitas seseorang.. Humoris, serius, suka sains, seni dan sebagainya.. Nggak ada orang punya syakilaah yang sama persis.. Meski terlahir kembar identik pun mereka akan punya syakilaah yang berbeda.. Para ilmuwan sudah mengetahui pembentukan personality keseluruhan itu dari proses nature dan nurture.. Mereka pun mampu mengkategorikan personalitas individu seperti metode STIFIN dan sejenisnya.. …

dark playground..

Tim Urban, lulusan cum laude dari Harvard, CEO “Wait But Why” yang  berdomisili di New York mengartikan procrastination sebagai “The action of ruining your own life for no apparent reason..”.. Gw suka gimana si Tim ini menjelaskan procrastination saat ia tampil di TED talk.. Kita ini makhluk reaktif, otak sangat suka bereaksi terhadap stimulus tindakan2 yang gampang..   Tim menganalogikan kegiatan2 nyaman + gampang dan mengakibatkan penundaan itu sebagai “Dark Playground..”.. Mantengin youtube, medsos, liat2 instagram, window shopping situs belanja online, bahkan ngobrol ngalor ngidul, di saat tugas2 / pekerjaan masih tergeletak tak terurus, kesemuanya itu adalah sesuatu yang menyenangkan.. Penamaan “Dark Playground” menjadi cocok.. Roller coaster emosi di facebook, pertunjukan / show yang oke di youtube, berputar2 di komedi putar situs belanja online, kesemuanya merupakan arena bermain dari Dark Playground.. Cobalah “masuk” ke zona itu, memang terasa sensasi bermainnya yang tanpa beban berat di otak.. Menjadi “Dark” saat sebetulnya ada rasa aman yang palsu, rasa bersalah, kesenangan yang sejatinya nggak menghasilkan apapun, males yang diturutin, dan habisnya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.. Kalau seseorang …

passionku HOAX..

Ada yang bilang kalo passion adalah barang mewah.. Karena nggak semua orang paham, bahkan untuk kepengen tahu passionnya sendiri aja belum tentu.. Passion itu ibarat benih atau biji, nggak bisa dimakan sebelum jadi buah.. Maka, passion yang bisa “menghasilkan”, pastilah selalu passion hasil “perawatan” atau pemeliharaan bertahun2 yang outputnya berupa karya2 yang apik.. Sebelum passion terkonversi menjadi sebuah skill, ia akan sulit untuk dijual atau ditukar dengan harga yang mahal.. Passion seseorang nggak akan bisa ketahuan tanpa berkarya.. Banyak orang sepertinya salah berharap: pengennya ketemu passionnya dulu, baru beraksi / berkarya.. Padahal yang bikin orang bisa cepet ketemu passion itu ya banyak berkarya / beraksi dulu, baru nanti bisa ketemu.. Karena sejatinya passion itu produk hati, dan bukan produk pikiran.. Coba aja, pikirin aja terus passion kita apa, tanpa beraksi.. Bisakah ketemu ??.. Dari survey yang dilakukan Rene (2013) dan timnya, yang dimuat dalam buku “Passion Without Creation is Nothing”, ternyata hanya 1 dari 10 orang yang bisa membedakan antara passion dan profesi.. Proses mengetahui, memahami, dan memaknai passion bisa saja memakan waktu seumur hidup.. …