All posts filed under: read|me

Buya Hamka keren.. (^_^)/

Entah kenapa, gw ngerasa mesti nge-share lagi beberapa paragraf dari tulisan Buya Hamka.. Asli, gw sangat merindukan kembali kehadiran ulama2 seperti beliau.. Buat gw, ulama2 model beginilah yang bisa bikin damai, sesuai dengan kekinian, namun tetap mengambil esensi kebaikan dari masa lalu.. Ini dari buku “Falsafah Hidup”, cetakan XII (1994), saat beliau membahas mengenai Islam dan Negara: “Orang yang mempelajari Islam secara ilmiah TIDAK AKAN DIPENGARUHI OLEH RASA SAYANG ATAU BENCI, akan dapat mengetahui bahwasanya ISLAM ADALAH MELIPUTI SELURUH KEGIATAN HIDUP MANUSIA.. Islam bukan semata-mata ibadah daripada makhluk kepada Tuhan, dan bukan pula semata-mata politik, hubungan antara seseorang dengan masyarakat, dan bukan pula semata-mata urusan daripada ulama atau kepala2 agama, tetapi MELIPUTI SELURUH ASPEK KEHIDUPAN..” “Menurut ajaran Islam yang lebih dahulu harus dijelaskan ialah tauhid mengakui ke-esaan Tuhan, satu kekuasaan tertinggi, satu pengatur alam raya.. SEMUA MANUSIA SAMA DI HADAPAN TUHAN.. TIDAK ADA PERBEDAAN WARNA KULIT, ATAU RAS DISKRIMINASI.. Tidak ada perbedaan karena perlainan keturunan.. Yang semulia-mulia makhluk di hadapan Alloh ialah yang setakwa-takwanya kepada-Nya.. Hak manusia sama, dan kewajibannya pun sama..” “Seorang diri pribadi …

Kemerdekaan Berfikir dalam Islam – Buya Hamka.

Beberapa paragraf dari Buku Buya Hamka “Lembaga Hidup” (1962 – cetakan keenam) rasa2nya harus gw abadikan di blog gw deh.. hehe.. Soalnya kelihatan cocok untuk kondisi sekarang.. Agak panjang memang, tapi akan ketahuan, seseorang dengan LEVEL “BUYA” itu memang beda.. Buah pikirnya bisa melesat jauh ke masa depan.. Kutipan langsung ini ada di bab “Qur’an Untuk Zaman Modern”, sub bab Kemerdekaan Berfikir: “Bila cahaya Islam memancar, yang lebih dahulu kena sorotnya ialah AKAL.. Sorot dari alam ghaib yaitu wahyu Tuhan, agama yang dibawa oleh Nabi, dan sorot yang tersedia pada diri manusia, ialah akal.. Maka BERGABUNGLAH kedua cahaya itu jadi satu, datang dan hinggap cahaya petunjuk Ilahi itu ke atas akal, sehingga berdempetlah cahaya ke atas cahaya, yang oleh Al Qur’an dikatakan “Cahaya di atas cahaya” (QS. 24:35)..” “Adapula yang menyuruh orang putus asa memikirkan hikmat agama.. Disuruhnya orang MEMBERHENTIKAN perjalanan akal.. Lebih daripada itu, mereka hendak MENGUASAI pula perjalanan pembagian dosa dan pahala.. Mereka DAKWAKAN bahwa MEREKALAH wakil Allah di dunia.. I’tikad kepercayaan terhadap Tuhan dan segala yang didapat panca indera ini, tidak boleh …

Ajarin susah

ini tulisannya adhitya mulya (seorang penulis).. Tulisannya bikin gw mikir lagi tentang teori kreativitas yang bilang: “kemapanan adalah musuh dari kreativitas..”.. Plus, bikin gw mikir juga cara mendidik anak gw nantinya.. Gw dapetnya dari grup whatsapp sih.. Semoga bisa bermanfaat.. SYARAT HIDUP October 12th, 2015 Generasi Sebelumnya: Ada seorang operations manager dari sebuah client kantor gue – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang, “Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.” “Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask. “Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.” This may be simple. But this, blew my mind. ————————————————————————————————————— Dan setelah gue menjadi orang tua, di sini lah gue lihat banyak orang tua mulai mengambil langkaH yang tidak disadari, berdampak. “Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.” “Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.” “Waktu kecil, saya …

Pembelajaran Hakiki

Oleh Asep Sapa’at  (Praktisi Pendidikan, Direktur Sekolah Guru Indonesia) “Mengapa di Indonesia tidak seperti ini, Mama?” curahan hati seorang anak Indonesia di awal proses adaptasi ketika mengenyam pendidikan di Perancis. Ekspresi kekagetan yang teramat hebat. Lantas, hal berbeda apa yang terjadi di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dan Prancis? Saya tertarik mengungkap kisah perjuangan sahabat sekaligus guru kehidupan saya, Bu Wulan Sari dan suaminya, mendampingi kedua putranya bergelut dengan praktik pendidikan dan persekolahan di Prancis. ‘Tahu banyak tapi sedikit’, itulah ciri pendidikan Indonesia. Simak yang tersurat di kurikulum. Materi pelajaran sangat bejibun. Meski jumlah mata pelajaran dikurangi, jam pelajaran malah terus bertambah. Repotnya, materi pelajaran kerap tak relevan dengan kehidupan si pembelajar. Wajar jika anak tahu kapan dan siapa pelaku perang Padri, tapi mereka tak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Anak tak bisa internalisasi nilai sejarah, pun pelajari sejarah masa silam untuk bekal hidup di masa depan. ‘Ketika saya pindah ke Prancis, semuanya menjadi berbeda. Anak-anak saya harus downgrade setahun. Saya pikir hal ini mudah dilewati karena anak saya sudah belajar banyak materi pelajaran …

MANUSIA INDONESIA – Sarlito Wirawan Sarwono

Dapet share dari temen.. Bagus nih, wajib di taro di blog buat renungan.. hehe.. Dah gitu ngangkat teori Locus of Control yang pernah gw posting di sini.. MANUSIA INDONESIA Sarlito Wirawan Sarwono* Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek “Samsung” (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif (“H” dari Hyundai versus “H” dari Honda). Padahal Korea pernah “dijajah” Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat …