me|write, think sotoy
Comments 3

ber-bakat atau mem-bakat..??

Untitled-1Dulu bini’ gw sempet ngikutin dorama Jepang tentang balap sepeda, dan gw tau sih itu dorama dari komik.. Sempet liat sekilas2 tuh dorama sambil jagain anak gw, sementara bini’ gw nonton sambil makan.. Terlihat keren, niat untuk mengoleksi komiknya pun muncul.. Apalagi belum ada komik bertema sepeda di rak komik gw..

Beberapa minggu lalu ke Gramedia, eh tuh komik sepeda ada komplit nomer satu sampe enam.. Waaw.. Langsung aja tuh komik gw boyong ke rumah.. Euh, lewat kasir dulu lah tentunya.. Lagi puasa geto loh.. Kalo lagi nggak puasa sih, mungkin ceritanya bisa lain.. Gwakakak..

Judulnya “Yowamushi Pedal Go!”.. Komik jadul yang terbit ulang.. Tentang seorang Otaku yang sering naik sepeda.. Cerita berawal saat ia mulai masuk SMA, yang awalnya dia ingin ikut klub Anime, lantas berubah pikiran jadi masuk klub sepeda..

Teman2 klub sepedanya menilai dia ini “berbakat”.. Karena mampu bersepeda dengan santai dan riang di tanjakan curam, seperti seakan2 bersepeda di jalan landai.. Dan juga mampu bersepeda puluhan kilometer minim “ngos2an”.. Padahal dia Otaku loh, yang notabene identik dengan fisik yang biasa2 aja atau cenderung lemah..

Gw suka cerita2 tipe “from nothing to something”.. Umumnya selalu ada aja proses2 meletihkan, kerja keras yang gokil, dan pembelajaran2 yang rasa2nya sesuai dengan kehidupan di dunia nyata..

Benarkah si Otaku benar2 “berbakat” bersepeda dari lahir ??.. Ternyata karena ke-Otaku-annya, dari kelas 3 SD setiap minggunya ia selalu pergi ke Akihabara, “surga”nya Otaku, dengan menggunakan sepeda.. Sepeda mini biasa pulak, bukan sepeda balap.. Dan jarak dari rumahnya ke Akiba itu 45 km, jadi bolak2 balik 90 km.. Pantaslah pas SMA dia tanpa sadar udah “jadi”..

Gw seneng nih komik, juga karena hal kayak gitu berkesan “make sense”, dan memang sesuai dengan teori2 expertise atau teori2 bakat kekinian.. Makin ke sini, konsep tentang bakat yg gw anut semakin berubah.. Sebenernya seseorang yg kita sebut berbakat itu, disadari atau tidak, dia telah berupaya “membakati” dirinya sejak lama.. Mereka yang jago gambar pas kuliah, pastilah mereka yang doyan corat-coret bertahun2, sejak SMP atau SD..

Ericsson & Pool (2016), dalam “PEAK” – Secrets from the new science of expertise menuliskan: Banyak bidang dimana seseorang benar2 bekerja keras, mereka mendapatkan kapasitas yang luar biasa untuk meningkatkan kemampuan mereka, selama mereka berlatih dengan cara yang benar..

Studi mereka juga menemukan: “Tidak ada tanda2 seseorang dilahirkan dengan sebuah bakat tertentu, yang kemudian memungkinkannya dapat mencapai kemampuan yang sangat tinggi.. Kecuali tanpa kerja keras, atau lebih keras lagi daripada orang lain..

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s