All posts tagged: pikir

pain and brain..

Gw pernah ketemu orang yang kayaknya sih, sakitnya gara2 pikirannya.. Mungkin karena depresi, atau hal2 lain yang membuat isi kepalanya jadi mumet banget.. Pernah suatu malam ni orang ngerasa sakit.. Sambil berbaring di tempat tidurnya dia bilang “Gimana inii, badanku kok nggak enak banget ya, huu, kayak mau matii..”.. Yaah, dan banyak lagi keluhan yang mengarah ke situ.. Sampe kasian ngeliatnya.. Terus saat itu dia minta tolong untuk dipanggilin ambulans dan dibawa ke rumah sakit.. Gw dan beberapa orang yang ada di kamar itu segera mencoba menenangkan dirinya.. Tapi ya gitu, tetep masih agak maksa dipanggilin ambulans.. Akhirnya ditawarin dibawa ke klinik aja, untuk diperiksa, nggak perlu jauh2 ke RS.. Kebetulan di deket rumah ada klinik yang gw anggap dokternya cukup oke dan teliti.. Walhasil, dia pun setuju dibawa ke klinik.. Lantas, yah gw anter deh tuh orang ke klinik ditemani bini’ gw.. Sesampainya di klinik, dia cerita keluhannya apa aja.. Dokter pun memeriksa dengan seksama.. Hasilnya, tekanan darah, detak jantung, perut, dan lainnya kesemuanya normal.. Sebelumnya dulu juga pernah tes macem2, dan hasilnya normal.. …

kurung pandang = kurang..

Sejumlah hal yang dulunya gw anggap “oke”, sekarang malah gw pinggirkan jauh2.. Kenape ye kok dulu gw bisa “culun” begitu ??.. Bisa jadi gara2 hal2 di bawah ini: (1.) Dulu masih kurang baca !!.. Wahyu pertama Iqra’ memang luar biasa.. Faktanya pun ada: negara2 maju masyarakatnya punya minat baca yang tinggi.. Apalah artinya jumlah orang kalo pada nggak baca buku ??.. Ya kayak buih di lautan.. Emang banyak sih, tapi nggak ada “isi”, gampang terombang ambing, kena angin dikit aja meletus.. Lucu kalo ada yang ngaku2 ulama ngomong: “Jangan baca ini itu, jangan nonton channel sini sono”.., dan sejenisnya.. Seakan menganjurkan orang pake kacamata kuda.. Jadi nggak bisa ngeliat “bandingan” atau sudut pandang yang lain.. Ibarat orang hanya tau ketoprak, lantas ngomong bahwa ketoprak is the best, nggak perlu tau yang lain, pokoke always ketoprak !!.. (2.) Dulu gw masih kurang mikir..!! Baca doang tapi nggak dipikirin hingga paham bener apa yang dibaca, ibarat makan cuman dikunyah, tapi nggak ditelen.. Buya Hamka menyatakan; “Salah satu guna akal itu untuk membanding2kan”.. Kalo taunya ketoprak doang, mau …

give birth to himself..

Erich Fromm (1900-1980), seorang ilmuwan yang sangat tertarik pada sosiologi (bergelar Ph.D), dan juga suka konsep psikoanalisisnya Freud.. Sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kontributor penting bagi humanistic psychology.. Pernyataan terkenalnya cukup lucu: “Man’s main task is to give birth to himself..”.. Entah ini lucu apa garing, hehe.. Yang jelas ini bukan dalam hal gender, namun dalam konteks pencarian jati diri.. Erich menyatakan; sebenernya manusia hidup dalam perasaan takut, cemas, dan tidak berdaya, karena hidup “sendiri” dan “terpisah” dari alam.. Menurut studinya; perasaan2 kayak gitu bisa dilawan dengan menemukan / mencari ide2 dan kemampuan diri sendiri yang otentik, “merangkul” keunikan personal diri, serta mengembangkan kemampuan untuk mencintai.. Menurutnya juga, ikut2an saja tanpa kemampuan “membangun” pikiran sendiri, justru semakin membuat kita menjadi asing bagi diri kita sendiri.. Kalo dipikir2, sepertinya keimanan seseorang juga bisa merupakan sesuatu yang bisa disebut otentik.. Karena perjalanan atau “pembangunan” keimanan setiap orang berbeda2.. Ada yang melalui jalan kehidupan biasa2 saja, ada yang melalui jalan penyakit, jalan ilmu, jalan kehilangan, pengucilan, dan masih banyak “jalan2” yang lain, sebagaimana Naruto dengan jalan ninjanya.. hehe.. Seseorang …

passionku HOAX..

Ada yang bilang kalo passion adalah barang mewah.. Karena nggak semua orang paham, bahkan untuk kepengen tahu passionnya sendiri aja belum tentu.. Passion itu ibarat benih atau biji, nggak bisa dimakan sebelum jadi buah.. Maka, passion yang bisa “menghasilkan”, pastilah selalu passion hasil “perawatan” atau pemeliharaan bertahun2 yang outputnya berupa karya2 yang apik.. Sebelum passion terkonversi menjadi sebuah skill, ia akan sulit untuk dijual atau ditukar dengan harga yang mahal.. Passion seseorang nggak akan bisa ketahuan tanpa berkarya.. Banyak orang sepertinya salah berharap: pengennya ketemu passionnya dulu, baru beraksi / berkarya.. Padahal yang bikin orang bisa cepet ketemu passion itu ya banyak berkarya / beraksi dulu, baru nanti bisa ketemu.. Karena sejatinya passion itu produk hati, dan bukan produk pikiran.. Coba aja, pikirin aja terus passion kita apa, tanpa beraksi.. Bisakah ketemu ??.. Dari survey yang dilakukan Rene (2013) dan timnya, yang dimuat dalam buku “Passion Without Creation is Nothing”, ternyata hanya 1 dari 10 orang yang bisa membedakan antara passion dan profesi.. Proses mengetahui, memahami, dan memaknai passion bisa saja memakan waktu seumur hidup.. …

knowing is not a product..

Sepertinya masih banyak yang merasa kalo “udah tau” itu adalah hal yang final atau hasil akhir..  Cobalah kemukakan hal ini pada Jerome Bruner, ia pasti tidak sependapat.. Bruner adalah seorang Ph.D psikologi jebolan Harvard, sekaligus salah seorang pendiri Center for Cognitive Study di Harvard.. Dalam sebuah karyanya “Studies in Cognitive Growth” (1966), ia menyatakan “Knowing is not a product..” Menurutnya, seseorang bisa bener2 tahu akan sesuatu, jika dia bisa membangun makna dari informasi yang diterimanya, melalui penggunaan alasan2 atau “reasoning” (seperti kenapa bisa begini kenapa bisa begitu).. Nah, kondisi kayak gitu adalah bentuk dari sebuah “information processing”, dan bukan sebuah bentuk produk yang sifatnya final.. Maka Bruner berkesimpulan: “KNOWING IS A PROCESS, NOT A PRODUCT..” Banyak dari kita (termasuk gw juga) merasa, kalo sekedar tahu ayat Al-Qur’an saja sudah cukup oke.. Padahal kalo merujuk pada teori Bruner, kondsi kayak gitu hanya bagian dari sebuah proses, bukan hasil akhir.. Tanpa berpikir reasonable, mengkonstruksi makna, terlalu naif bila hanya berhenti pada tahap TAHU saja.. Mungkin ini juga yang jadi alasan kenapa ada orang2 yang tahu ayat Qur’an, …