All posts tagged: prasangka

yakin, bisa, jadi..

Sebelum tahun 1954, pada cabang olahraga lari dunia 1.500 meter, banyak orang meyakini kalo kemampuan fisik manusia nggak mungkin bisa menembus batasan waktu 4 menit.. Rekor dunianya selalu mentok di atas 4 menit.. Lantas, di bulan Mei 1954, seorang mahasiswa kedokteran sekaligus atlit yang kurang dikenal Roger Bannister berhasil memecahkan rekor 1.500 meter di bawah 4 menit.. Setelah beritanya tersebar, dalam waktu beberapa minggu, pelari Australia John Landy juga berhasil menembus batas 4 menit.. Dan dalam kurun waktu 3 tahun setelah itu, ada sekitar 17 pelari berhasil melakukan hal yang sama.. Keyakinan “batas fisik manusia lari 1.500 meter adalah 4 menit” mampu ditembus banyak orang setelah Roger Bannister berhasil mematahkan keyakinan bersama tersebut.. Pencapaian Bannister berhasil mempengaruhi keyakinan banyak pelari lain.. Ada juga ceritanya si George Dantzig, mahasiswa S2 matematika di University of California, Berkeley.. Suatu ketika Dantzig telat masuk kelas.. Saat sampai di kelas, kelasnya udah bubar, dosen dan temen2nya udah pada pulang.. Yang tersisa cuman 2 buah soal matematika di papan tulis.. Berpikir kalo itu adalah tugas yang mesti dikerjain di rumah, ia …

eeee.. emosional..

Dulu pernah ada temen yang ngefans berat sama satu grup band luar negeri, terus itu grup band (berhubung gw nggak suka), gw ledekin jadi becandaan, eh si temen jadi marah.. (^_^!).. Heran.. Sodara’an kagak, kenal kagak, dibayar juga kagak sama tuh personil band, sampe segitunya ngebelainnya.. Hehehe.. Untungnya gw nggak pernah jadi fanatik kalo suka sama sesuatu atau seseorang.. Jadi inget sama teorinya Jasper Kunde (2002) dalam bukunya “Corporate Religion”.. Ia menuliskan konsep mengenai “Brand Religion”.. Sebuah brand positioning yang kuat, dapat mencapai puncaknya berkat konsumen yang sangat loyal, dan brand tersebut menjadi sangat dihormati layaknya sebuah agama oleh konsumen fanatiknya.. Brand juga bisa berwujud figur atau seseorang, atau bahkan organisasi atau partai.. Maka mudah kita liat ada yang suka marah berlebihan kalo figur atau partai favorinya dikritik atau dikomentari negatif.. Dan ujung2nya jadi “bertarung” tanpa ujung.. Cocoklah dengan konsep brand religion dari si Kunde.. Konsumen yang sangat loyal, umumnya sangat terpengaruh hingga ke level emosionalnya.. Sepertinya para pendukung tim sepakbola lokal yang super fanatik juga bisa masuk ke dalam kelompok ini.. Rela menempuh perjalanan …

destructive illusionist..

Dulu di tahun 2000, ada buku cukup bagus yang memprediksi kehidupan masyarakat di 20 tahun mendatang.. Judulnya “A Dream Society”.. Penulisnya namanya Rolf Jensen.. Untuk menulis buku ini, ia disupport oleh Copenhagen Institute for Future Studies.. Sekarang tahun 2016, dan ternyata nggak sedikit prediksi dari buku tersebut yang beneran menjadi kenyataan.. Hebat lah itu institut.. Memprediksi dengan ilmu pengetahuan, dan bukan sekedar “jargon2” lama.. Menyedihkan melihat ilmuwan di negeri ini nggak dihargai, padahal di Qur’an udah dijelaskan, orang beriman sekaligus berilmu pengetahuan akan ditinggikan beberapa derajat.. Dan lebih aneh lagi, kayaknya banyak orang sini lebih suka mendengarkan kata2 dari para “penceramah” daripada para ilmuwan.. Jensen saat itu menyebutkan kemajuan teknologi informasi sebagai salah satu elemen kunci pengubah kehidupan masyarakat masa depan.. Dan kemajuan ini sudah terbukti berhasil mengubah dunia ini dari banyak aspek, seperti ekonomi dan cara kita berkomunikasi.. A Dream Society menurut Jensen, adalah masyarakat yang lebih emosional.. Mereka menyenangi produk, brand, ataupun figur yang bisa membuat mereka tersentuh secara emosional.. Menurutnya di era Dream Society akan ada banyak “Illusionist”.. Mereka jago cerita, & …

Qur’anic Inspiration..

Al Qur’an memang bukan kitab sains.. Tapi isinya bisa sangat menginspirasi bagi mereka yang suka atau bergelut di dunia sains.. Yang jelas untuk bisa terinspirasi dari Al-Qur’an, harus ada proses tafakkur atau berfikirnya.. Ada yang berpandangan, uniknya dorongan inspirasi dari Qur’an itu tergantung dari niat si pencari inspirasi.. Kalo niatnya jelek, ia akan bisa terinspirasi jelek, dan sebaliknya, kalo niatnya baik, ia akan terinspirasi baik.. Jadi orang bisa saja menafsirkan Al-Qur’an untuk kepentingan2 yang sifatnya keburukan berdasarkan niat yang ada di dalam hatinya.. Dasarnya ya ayat berikut QS. At Taubah (9): 124-125;  Dan apabila diturunkan suatu surat (Al Qur’an), maka di antara mereka (yang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah keimanannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah keimanannya, dan mereka merasa gembira. Sedangkan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit (berniat jahat), maka dengan surat itu bertambah keingkaran mereka, disamping keingkarannya (yang telah ada), dan mereka mati dalam keadaan ingkar. Kalo yang niat jelek, yah mungkin para ektrimis yang senengnya bunuh membunuh itu, atau …

“ditarik” rasa mampu..

Aaakkk.. banyak banget tugasnyaaa.. Mungkin kurang lebih begitu isi kepala mahasiswa gw pas gw lagi ngasi tugas borongan.. Yah, bagaimanapun, desain grafis itu seni terapan.. Sebuah skill problem solver yang beroutput visual.. Dan yang namanya skill, jelas perlu latihan yang buanyak.. Keuntungan dari tugas banyak yang bisa jelas terlihat itu ya umumnya kemampuan yang meningkat.. Bisa keliatan deh tuh dulu desainnya pas awal kuliah gimana, terus sekarang jadi gimana.. Rumus jadi seorang ahli (kaidah 10.000 jamnya) jadi lebih cepat terkejar.. Namun tetep mesti ada niat dan kesungguhan dalam pengerjaan tugasnya.. Karena ada juga yang gw liat, karena asal jadi ngerjain tugasnya, ngaret dari deadline, pada akhirnya skillnya jadi nggak meningkat secara signifikan.. Sebetulnya tugas banyak juga latihan terhadap mental.. Untuk menguji, bisa melepas dari rantai opini “nggak mampu” atau tidak.. Seringkali kita2 nih udah ngerasa nggak mampu duluan kalo dikasi project yang sebelumnya nggak sebanyak, atau “sebesar” yang pernah kita kerjakan sebelumnya.. Padahal itu bisa jadi hanya prasangka buruk dari diri, yang timbul dari minimalnya kesungguhan, atau ya maksimalnya kemalasan.. Padahal perasaan mampu atau nggak …