All posts tagged: creativity

kreativitas ndak-populer..

Alhamdulillah selalu diamanatkan ngajar kreativitas untuk semester 2, tapi baru2 ini gw sadar, bahwa ada teori kreativitas yang nggak populer.. Gw cek2 lagi slide materi ajar gw, eh beneran.. Ternyata teori nggak populer ini hanya ada beberapa slide saja dari sekian ratus slide ajar yang gw bikin.. Ini apa beneran nggak populer, atau mungkin gw-nya aja yang males cari buku referensinya karena jarang ada ya..?? Hehe.. Tapi memang teori2 kreativitas ini nggak begitu diterima di kalangan psikologi akademis.. Mungkin karena inilah buku rujukan ilmiahnya pun sedikit.. Teori kreativitas yang gimana sih yang nggak populer ini ??.. Innih, teori yang menekankan bahwa: sumber kreativitas itu bukan “saya” si individu, tapi “Kita” – bersama Tuhan yang memanifestasikan diri-Nya di dalam diri manusia.. Ini kan sulit ya untuk pembuktiannya secara sains.. Apalagi ada banyak agama, ya bisa saja Tuhan-nya juga banyak, dan ujung2nya jadi subjektif banget.. Di sejumlah referensi yang gw temui, yang dominan itu ada 4 perspektif untuk bisa melihat kreativitas secara komprehensif.. Tapi ternyata ada satu perspektif yang memang selalu nggak ada di buku rujukan ilmiah …

[ke-po-dong]

Di sebuah buku diceritakan: sejumlah peneliti Jepang meneliti buah2an untuk mendapatkan zat bernama methalonids.. Zat ini bermanfaat bagi jantung dan sistem pernapasan, namun sangat sedikit diproduksi didalam tubuh manusia.. Jadi mereka mencoba mendapatkannya dari luar tubuh, melalui buah2an.. Ternyata di buah tin dan zaitun-lah zat itu berada.. Dilalah, hasil yang diharapkan hanya akan tercapai bila mencampurkan kedua buah tersebut dalam komposisi 1 tin dan 6 zaitun.. Dan angka perbandingan tersebut ternyata ada di dalam Qur’an .. Buah tin hanya satu kali disebutkan, sedangkan zaitun disebutkan 6 kali secara tegas (1 kali tersirat).. Gokil ye.. Gw meyakini ada banyak hal di dalam Qur’an, tapi seringkali nggak tau harus berbuat apa.. Yang jelas gw berupaya untuk nggak berpikir kalo kalimat di Qur’an hanya sekedar kalimat atau “teks”.. Yang bisa dikutip sana sini untuk beragam kepentingan.. Tapi ada “konteks”nya, atau bahkan mungkin hal2 lain yang lebih jauh dari itu.. Untuk menuju ke situ, kayaknya “kepo” adalah kuncinya.. Ternyata ber-kepo pun berdampak pada kehidupan seseorang.. Studi Todd Kashdan dari George Mason University, menyimpulkan: mereka yang rasa ingin tahunya besar, …

emosi negatif & kreativitas..

Seringkali, saat lagi kesel, marah, atau bete’, gw lampiaskan pada kerjaan, atau bikin gambar, atau tulisan.. Contoh terakhir, postingan tulisan tentang penceramah yang “rese” itu (yang judul postingannya “ukhuwah wah”).. Tulisan itu bener2 tercipta gara2 gw kesel sama khotib Jum’atnya.. Padahal kan, kesel atau marah itu emosi negatif ya..?? Saat pilpres 2014 dulu juga gitu, karena gw kesel sama mereka yang suka fitnah2 salah satu capres (dan ini keji banget !!), padahal Islam sejatinya nggak ngajarin yang begitu, dan akhirnya “serial” kampanye ala2 tokoh komik manga versi gw pun tercipta.. Aneh.. Jangan2 emosi negatif dan kreativitas memang ada hubungannya.. Lantas, kepo gw pun kumat.. Terus cari & baca2 artikel riset kreativitas lagi deh, dan akhirnya: Bingo !!.. Ternyata beneran ada yang melakukan studi mengenai hal ini.. Studi dari De Dreu, Baas, & Nijstad (2008) dalam “Hedonic tone and activation level in the mood-creativity.”, meyimpulkan bahwa emosi2 negatif yang intens dapat membuat seseorang menjadi memiliki pemikiran refleksi-diri yang kuat, dan juga ketekunan yang berujung pada peningkatan kreativitas.. Studi dari Kaufmann & Vosburg (1997) dalam “Paradoxical mood …

100% paham diri ??

Minggu kemarin ada yang komentar di blog gw, kalau ada seorang Hindu yang mengatakan nggak mungkin ada manusia yang mampu memahami dirinya sendiri, karena itu hak mutlak Tuhan, dan bisanya cuma paham sedikit..
 Apakah iya begitu ??.. Entah kenapa ujug2 jawabannya dateng.. Gw ngerujuk ke Nouman Ali Khan, Founder dan CEO Bayyinah Institute.. Di wikipedia, beliau: “has been named one of the 500 most influential Muslims in the world by the Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan..” Menurutnya, “topik” penemuan jati diri itu ada di QS.17:84: “Tiap2 orang berbuat menurut keadaannya masing2”.. Ada di kata syakilaah (keadaannya), akar katanya ‘syakl’, dan artinya bisa “form”, bentuk, atau cetakan.. Dari perspektif psikologi bisa diartikan kecenderungan kuat di dalam diri.. Syakilaah bisa sampai ke tatanan personalitas seseorang.. Humoris, serius, suka sains, seni dan sebagainya.. Nggak ada orang punya syakilaah yang sama persis.. Meski terlahir kembar identik pun mereka akan punya syakilaah yang berbeda.. Para ilmuwan sudah mengetahui pembentukan personality keseluruhan itu dari proses nature dan nurture.. Mereka pun mampu mengkategorikan personalitas individu seperti metode STIFIN dan sejenisnya.. …

knowing and creating self..

Pas ke Gramed, ada buku yang menarik perhatian gw.. Di cover belakangnya, pentolan tim penulis menyatakan: “Life is not about finding yourself, life is about creating yourself..”.. Nice quote.. Meski ‘nice’, sifat sotoy gw ngerasa masih ada yang janggal.. Karena kalo dipikir lebih dalam lagi, “finding yourself” itu bisa jadi dasar dari segalanya.. Gimana caranya seseorang bisa meng”create” dirinya tanpa dia tahu diri sendirinya “terbuat” dari apa ??.. Logika sederhananya, setiap “bahan dasar” selalu membutuhkan cara pengolahan yang berbeda.. Logam, tanah, air, bahkan tiap sayur atau daging sekalipun memerlukan pengolahan yang berbeda untuk kemudian jadi sesuatu yang istimewa.. Bisakah kita meng’create’ sesuatu dari apa2 yang nggak diketahui ??.. Bisa aja sih, tapi nggak tau juga jadinya bakal gimana.. Hasilnya bisa jadi mengejutkan, atau menyedihkan.. Untuk “experimen” kehidupan, kayaknya mendingan membuat sesuatu dari apa2 yang udah diketahui.. Kalo udah tau diri ini adalah pisang, kan enak, tinggal nentuin nanti di masa depan diri ini mau di”create” jadi apa.. Mau jadi pisang goreng kah, kripik pisang kah, atau tendangan pisang ?? (Halah..!!).. Kalo tau diri ini logam, …