All posts tagged: kreativitas

sinergis-iqra’..

Otak bekerja secara sinergis.. Jadi apa2 yang masuk ke otak, akan “bersinggungan” dengan apa yang sudah kita ketahui selama ini.. Kaitannya sama mendapatkan ide gimana ??.. Untuk pencetusan ide, gw paling suka dengan analogi kelereng.. Ibaratnya, isi otak kita adalah kelereng2 listrik, dan masing2 butir kelereng merupakan satu informasi/pengetahuan yang sudah kita ketahui.. Saat ada informasi baru masuk, maka satu butir kelereng baru pun masuk.. Apa yang terjadi saat otak seseorang PENUH dengan kelereng, lantas dimasukkan satu atau lebih kelereng lagi ??.. Kelereng baru tersebut akan menggeser kelereng2 lain, dan menyebabkan kelereng2 yang sudah ada saling beradu / bersinggungan satu sama lain.. Nah, saat kelereng2 saling bersinggungan, keluarlah percikan2 listrik akibat “beradu” itu.. Dan percikan itulah yang disebut IDE.. Itulah kenapa referensi, dan “koleksi” menjadi perlu.. Seorang komikus legendaris umumnya referensi / koleksi komiknya juga banyak, atau seorang pembuat film mumpuni, koleksi filmnya juga banyak, dan seorang ulama sejati koleksi buku2nya pun banyak.. Hal tersebut seakan “mempermudah” mereka untuk mencetuskan ide2 baru atau pemikiran2 yang berbeda saat menyerap informasi2 baru.. Sebaliknya, kalo kelereng di dalam …

[ke-po-dong]

Di sebuah buku diceritakan: sejumlah peneliti Jepang meneliti buah2an untuk mendapatkan zat bernama methalonids.. Zat ini bermanfaat bagi jantung dan sistem pernapasan, namun sangat sedikit diproduksi didalam tubuh manusia.. Jadi mereka mencoba mendapatkannya dari luar tubuh, melalui buah2an.. Ternyata di buah tin dan zaitun-lah zat itu berada.. Dilalah, hasil yang diharapkan hanya akan tercapai bila mencampurkan kedua buah tersebut dalam komposisi 1 tin dan 6 zaitun.. Dan angka perbandingan tersebut ternyata ada di dalam Qur’an .. Buah tin hanya satu kali disebutkan, sedangkan zaitun disebutkan 6 kali secara tegas (1 kali tersirat).. Gokil ye.. Gw meyakini ada banyak hal di dalam Qur’an, tapi seringkali nggak tau harus berbuat apa.. Yang jelas gw berupaya untuk nggak berpikir kalo kalimat di Qur’an hanya sekedar kalimat atau “teks”.. Yang bisa dikutip sana sini untuk beragam kepentingan.. Tapi ada “konteks”nya, atau bahkan mungkin hal2 lain yang lebih jauh dari itu.. Untuk menuju ke situ, kayaknya “kepo” adalah kuncinya.. Ternyata ber-kepo pun berdampak pada kehidupan seseorang.. Studi Todd Kashdan dari George Mason University, menyimpulkan: mereka yang rasa ingin tahunya besar, …

emosi negatif & kreativitas..

Seringkali, saat lagi kesel, marah, atau bete’, gw lampiaskan pada kerjaan, atau bikin gambar, atau tulisan.. Contoh terakhir, postingan tulisan tentang penceramah yang “rese” itu (yang judul postingannya “ukhuwah wah”).. Tulisan itu bener2 tercipta gara2 gw kesel sama khotib Jum’atnya.. Padahal kan, kesel atau marah itu emosi negatif ya..?? Saat pilpres 2014 dulu juga gitu, karena gw kesel sama mereka yang suka fitnah2 salah satu capres (dan ini keji banget !!), padahal Islam sejatinya nggak ngajarin yang begitu, dan akhirnya “serial” kampanye ala2 tokoh komik manga versi gw pun tercipta.. Aneh.. Jangan2 emosi negatif dan kreativitas memang ada hubungannya.. Lantas, kepo gw pun kumat.. Terus cari & baca2 artikel riset kreativitas lagi deh, dan akhirnya: Bingo !!.. Ternyata beneran ada yang melakukan studi mengenai hal ini.. Studi dari De Dreu, Baas, & Nijstad (2008) dalam “Hedonic tone and activation level in the mood-creativity.”, meyimpulkan bahwa emosi2 negatif yang intens dapat membuat seseorang menjadi memiliki pemikiran refleksi-diri yang kuat, dan juga ketekunan yang berujung pada peningkatan kreativitas.. Studi dari Kaufmann & Vosburg (1997) dalam “Paradoxical mood …

ber-bakat atau mem-bakat..??

Dulu bini’ gw sempet ngikutin dorama Jepang tentang balap sepeda, dan gw tau sih itu dorama dari komik.. Sempet liat sekilas2 tuh dorama sambil jagain anak gw, sementara bini’ gw nonton sambil makan.. Terlihat keren, niat untuk mengoleksi komiknya pun muncul.. Apalagi belum ada komik bertema sepeda di rak komik gw.. Beberapa minggu lalu ke Gramedia, eh tuh komik sepeda ada komplit nomer satu sampe enam.. Waaw.. Langsung aja tuh komik gw boyong ke rumah.. Euh, lewat kasir dulu lah tentunya.. Lagi puasa geto loh.. Kalo lagi nggak puasa sih, mungkin ceritanya bisa lain.. Gwakakak.. Judulnya “Yowamushi Pedal Go!”.. Komik jadul yang terbit ulang.. Tentang seorang Otaku yang sering naik sepeda.. Cerita berawal saat ia mulai masuk SMA, yang awalnya dia ingin ikut klub Anime, lantas berubah pikiran jadi masuk klub sepeda.. Teman2 klub sepedanya menilai dia ini “berbakat”.. Karena mampu bersepeda dengan santai dan riang di tanjakan curam, seperti seakan2 bersepeda di jalan landai.. Dan juga mampu bersepeda puluhan kilometer minim “ngos2an”.. Padahal dia Otaku loh, yang notabene identik dengan fisik yang biasa2 aja …

waktu merasa asoy..

Ternyata enak juga puasa “posting”.. Gyahaha.. Liat medsos cuman sekali2 doang.. Tapi pada dasarnya sih, dari dulu gw emang nggak mau terlalu banyak ngabisin waktu bermedsos.. Paling cuman buat posting blog, sama liat2 wall seperlunya aja, scrollnya nggak terlalu “dalam”.. Mungkin kalo dirata2in, dalam sehari, paling gw fesbukan itu kurang dari satu jam.. Selain kena batuk di awal puasa, entah kenapa, mood nulis jadi agak ngedrop.. Mungkin karena rutinitas “normal” berubah saat bulan puasa.. Setiap orang bisa punya waktu masing2 dimana mereka benar2 merasa sedang “ON’.. Dalam artian mood bagus, dan otak pun berasa oke.. Kauffman & Gregoire (2015) dalam “Wired to Create: Unravelling the Mysteries of the Creative Mind”, menyebutkan: kalo mau jadi orang dengan kreativitas tinggi, dianjurkan untuk memiliki waktu kerja yang sesuai diri.. Ia menjelaskan, banyak orang kreatif merasa “ON” pada jam2 tertentu.. Ada yang pagi hari, sore hari, malam, atau bahkan dini hari.. Menurut studi mereka, orang2 kreatif tahu jam2 dimana pikiran mereka lagi bagus2nya, dan kemudian mampu mengatur kesehariannya dengan itu, lantas menjadi kebiasaan.. Mungkin ini bisa jadi jawaban kenapa …