All posts filed under: spiritual

cerdas beragama..

Dari dulu gw suka bingung soal spiritual intelligence.. Bener2 bisa diukur kah ??.. Sejauh ini, definisi2 yang gw baca selalu masih “lebar”, kurang spesifik, dan hampir selalu dari sudut pandang agama yang gw anut.. Apa ada korelasinya, kecerdasan yang sifatnya “general” atau umum, dengan agama yang kita anut ?? Apakah iya, mereka yang ikut rohis, ikut partai agama, berjenggot, bersorban, para ustad atau guru2 agama, bisa dipastikan memiliki spiritual intelligence yang tinggi ??.. Sepertinya sih nggak juga ya, karena pemahaman tentang keilmuan keagamaan berbeda dengan spiritual intelligence.. Belakangan ini baca2 hal itu lagi, akhirnya nemu definisi spiritual intelligence yang buat gw cukup “ringan” dan bisa sangat aplikatif.. Menurut Emmons (2000), dalam “Is Spirituality an Intelligence? Motivation, Cognition, and The Psychology of Ultimate Concern”, spiritual intelligence adalah penggunaan informasi2 spiritual untuk memfasilitasi masalah sehari2 dan pencapaian tujuan.. Sungguh pengertian yang nggak berkesan “ngambang” dan berbeda dari apa yang sejauh ini gw baca.. Yang umumnya selalu mengarah kepada keimanan, pencarian, dan pengenalan Tuhan.. Menurut Emmons juga, mereka yang ber-kecerdasaan spiritual, mempunyai kemampuan untuk melampaui hal2 yang bersifat fisik …

surga buat siapa..

Agama dipolitisasi, surga jadi “barang jualan”, kok ya makin jadi ngelantur ke sono ke mari ya.. Tiap orang bisa saja “ngecap” soal surga dan neraka.. Malah bisa seluas imajinasi dari orang itu sendiri.. Namun, tanpa dasar pemahaman yang benar, outputnya bisa jadi aneh.. Bahkan surga diperuntukkan bagi siapa, pun bisa juga dipolitisasi.. Kalo menurut hukum TERTINGGI dalam Islam (Qur’an), jelas banget disebutkan bahwa surga itu diperuntukkan bagi orang yang bertaqwa (QS 3:133).. Ciri2nya jelas disebutkan: menafkahkan harta, menahan amarah, memaafkan kesalahan, berbuat baik, dan memohon ampun.. CATEETT: nggak ada nyinyir, nyebar berita hoax, dan “makan” hoax”.. Gw pikir, perilaku2 taqwa diatas merupakan sebuah “kebaikan universal”.. Siapapun yang memiliki perilaku tersebut, dia akan bisa diterima dimanapun, dan di zaman apapun.. Bandingkan dengan perilaku radikal yang.., yaah udah kita liat sendiri, ada yang baru dateng langsung diusir, atau malah ada yang di lain benua, “dagangannya” tutup akibat status SARAnya.. Soal kaum nabi2 dan agama2 sejak dulu, semua pemeluknya akan menganggap ajarannya yang paling benar.. Nah, setelah cari2 tau, ternyata taqwa nggak cuma milik kaum Nabi Muhammad aja …

Donut Knowledge..

Pada suatu hari, di sebuah bandara, Bruce melihat seorang gadis kecil membawa botol susu, tapi dengan bentuk donat.. Jadi tengahnya botol itu “bolong”.. Si gadis kecil terlihat senang bisa memegang botol susunya sendiri.. Bruce tertegun, dan berpikir, yang menciptakan produk botol susu dengan bentuk donat ini pasti hebat sekali.. Kalo botol susu standar, anak batita akan sulit untuk memegangnya, karena pada umumnya bentuknya memang “gendut”.. Menghilangkan bagian “tengahnya”, menjadi persis seperti donat,  adalah solusi yang hebat.. Bruce Nussbaum adalah seorang “Professor of innovation and design” di Parsons School of design.. Ia menulis sebuah buku “Creative Intelligence” (2013).. Menurutnya, desainer botol susu tersebut paham betul hal yang mendasar dari ilmu pengetahuan: “Terkadang apa yang nggak ada, bisa lebih penting ketimbang hal tersebut ada..” Hal tersebut merupakan sebuah kebijakan, dan dalam bukunya ia mengistilahkannya sebagai “Donut Knowledge”.. Sebuah kemampuan untuk memaknai apa yang nggak ada atau nggak kelihatan.. Untuk sebagian orang, ketiadaan bagian tengah donat pun jadi bisa punya makna.. Euh.. Kayaknya tiap diri manusia juga punya bagian yang nggak terlihat, namun sangat esensial.. Yaitu “hati” yang …

gelap2 koq baca..

Belum lama ini taraweh di mesjid, sang ustad bawain ceramah yang cukup keren.. Beliau ngasi penjabaran, atau mungkin lebih tepatnya “pertanyaan” tentang wahyu pertama Iqra’ yang belum pernah terlintas di kepala gw sebelumnya.. Kenapa kok wahyu pertama Iqra’ itu turunnya di dalam gua, dan di malam hari pulak ?? Dimana indera penglihatan kita justru nggak bisa berfungsi secara maksimal.. Malem hari di dalem gua kan gelap.. Eh malah disuruh baca !!.. Begimana coba ?!?.. Apa maknanya ??.. Kan secara umum, dalam gelap gulita begitu, lebih logis kalo wahyu pertama itu “dengar”, bukan “baca”.. Saat mati lampu, kita masih bisa teriak2 kan supaya sekitar kita dengar: “Paraah, lilinnya banyaak, koreknya kagak adaaa..!!” (Pengalaman pribadi..).. Menurut si ustad, ternyata pertanyaan diatas sudah menjadi perbincangan para ulama terdahulu.. Mereka membahas makna proses turunnya wahyu pertama (“gelap2an” malah disuruh baca ini), dengan mengaitkannya pada indera manusia.. Si ustad bertanya: “Ada berapa jumlah indera yang aktif saat kita membaca ??”.. (Dalam konteks membaca buku, karena seakan ada standar kalo buku itu diciptakan untuk dibaca..) Waktu itu di kepala gw ya …

kurung pandang = kurang..

Sejumlah hal yang dulunya gw anggap “oke”, sekarang malah gw pinggirkan jauh2.. Kenape ye kok dulu gw bisa “culun” begitu ??.. Bisa jadi gara2 hal2 di bawah ini: (1.) Dulu masih kurang baca !!.. Wahyu pertama Iqra’ memang luar biasa.. Faktanya pun ada: negara2 maju masyarakatnya punya minat baca yang tinggi.. Apalah artinya jumlah orang kalo pada nggak baca buku ??.. Ya kayak buih di lautan.. Emang banyak sih, tapi nggak ada “isi”, gampang terombang ambing, kena angin dikit aja meletus.. Lucu kalo ada yang ngaku2 ulama ngomong: “Jangan baca ini itu, jangan nonton channel sini sono”.., dan sejenisnya.. Seakan menganjurkan orang pake kacamata kuda.. Jadi nggak bisa ngeliat “bandingan” atau sudut pandang yang lain.. Ibarat orang hanya tau ketoprak, lantas ngomong bahwa ketoprak is the best, nggak perlu tau yang lain, pokoke always ketoprak !!.. (2.) Dulu gw masih kurang mikir..!! Baca doang tapi nggak dipikirin hingga paham bener apa yang dibaca, ibarat makan cuman dikunyah, tapi nggak ditelen.. Buya Hamka menyatakan; “Salah satu guna akal itu untuk membanding2kan”.. Kalo taunya ketoprak doang, mau …