me|write, think sotoy
Comments 5

knowing and creating self..

untitled-2Pas ke Gramed, ada buku yang menarik perhatian gw.. Di cover belakangnya, pentolan tim penulis menyatakan: “Life is not about finding yourself, life is about creating yourself..”.. Nice quote..

Meski ‘nice’, sifat sotoy gw ngerasa masih ada yang janggal.. Karena kalo dipikir lebih dalam lagi, “finding yourself” itu bisa jadi dasar dari segalanya.. Gimana caranya seseorang bisa meng”create” dirinya tanpa dia tahu diri sendirinya “terbuat” dari apa ??..

Logika sederhananya, setiap “bahan dasar” selalu membutuhkan cara pengolahan yang berbeda.. Logam, tanah, air, bahkan tiap sayur atau daging sekalipun memerlukan pengolahan yang berbeda untuk kemudian jadi sesuatu yang istimewa..

Bisakah kita meng’create’ sesuatu dari apa2 yang nggak diketahui ??.. Bisa aja sih, tapi nggak tau juga jadinya bakal gimana.. Hasilnya bisa jadi mengejutkan, atau menyedihkan.. Untuk “experimen” kehidupan, kayaknya mendingan membuat sesuatu dari apa2 yang udah diketahui..

Kalo udah tau diri ini adalah pisang, kan enak, tinggal nentuin nanti di masa depan diri ini mau di”create” jadi apa.. Mau jadi pisang goreng kah, kripik pisang kah, atau tendangan pisang ?? (Halah..!!).. Kalo tau diri ini logam, dapet deh gambaran bisa jadi keris, pedang, atau celurit.. Nah kalo “Lelaki Kardus” itu bisa jadi apa ya ??.. Gwakakak..

Memahami diri sendiri merupakan pondasi untuk meng’create’ kehidupan.. Hidup adalah manajemen diri, dan menentukan sikap diri ini kepada keputusan2 Tuhan.. Begitu banyak hal yang nggak bisa dikontrol di “luar” sana.. Kenapa nggak lebih menyempatkan waktu meneliti diri sendiri yang jelas2 bisa kita kendalikan ??..

Paul G. Scoltz (2000) dalam “Adversity Quotient” menyatakan, kalo peristiwa diluar diri kita ini nggak penting, yang terpenting itu RESPON DIRI akan perisitiwa dari luar.. Respon seseorang terhadap peristiwa dan masalah lah yang mempengaruhi semua efektivitas kerja dan kesuksesan seseorang..

Orang yang paham akan dirinya, biasanya responnya akan lebih efisien.. Karena udah tau dirinya gimana.. Masalah2 yang dateng pada dirinya pun dianggap “pahatan2” yang bisa membuat dirinya menjadi versi yg lebih baik..

Kalimat “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya..”, sudah sering kita dengar.. Orang yang paham dirinya sendiri, biasanya do’a2nya lebih mudah terkonversi menjadi tindakan2 yang akurat, menuju pada Tuhannya yang telah disadari secara spesifik menciptakan dirinya..

“Ngeberesin” diri bisa jadi ‘PR’ besar bagi setiap orang.. Karena ada jebakan hawa nafsu juga di dalam diri.. Pepatah Afrika bilang: “When there is no enemy within, the enemies outside can not hurt you..”

Kalo boleh sotoy, gw lebih suka kalo quote di awal postingan jadi gini: “Life is about finding yourself, and creating the best version of yourself..”

Advertisements

5 Comments

  1. Tapi saya pernah dengar dari seorang hindu yg mengatakan tidak mungkin ada manusia yg mampu memahami dirinya sendiri. Karena itu hak mutlak Tuhan.

    Bisanya cuma “sedikit” memahami dan bisa saja salah. Jadi harus hati2.

    Like

    • Bisa jadi.. Proses pemahaman diri bisa makan waktu seumur hidup.. Yang jelas sih, kalo orang udah sibuk ngeberesin diri, “ngurusin orang lain” jadi berkurang.. Jadi ya ibarat salah satu cara untuk ngurangin dosa gitu deh.. hihi..

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s