me|write, think sotoy
Comments 4

akalnya penipu..

Untitled-1Ada buku judulnya: “The Honest Truth About Dishonesty: How We Lie to Everyone–Especially Ourselves..”.. Ditulis oleh Dr. Dan Ariely (2013), dan jadi New York Times Bestseller..

Dr. Ariely melalui studinya menyatakan bahwa menipu adalah hal yang tidak rasional, dan tidak ada hubungannya dengan berpikir untung rugi, berpikir kemungkinan ketangkep, serta berpikir tentang besarnya hukuman.. Menurutnya; berbohong bukanlah pertarungan internal antara pro dan kontra.. Namun itu adalah perjuangan internal tentang bagaimana kita melihat diri kita sendiri..

Gw suka dengan pernyataan Dr. Ariely ini.. Menipu orang lain itu bisa bersifat nggak logis, mungkin gara2 hawa nafsunya naek ke otak, kemudian menelan kewarasan atau logika orang itu bulat2..

Contohnya yang lagi rame: Gembong umroh travel penipu yang nominalnya sampe triliunan itu.. Mosok mikir gini aja susah sih: “Nyolong atau nipu itu nggak baik dan bikin dosa..”.. Padahal kan dari SD udah diajarin..

Naek dikit deh mikirnya: “Ini duit konsumen yang mau gw berangkatin umroh, ada ribuan orang, kalo mereka pada nggak berangkat, cepet atau lambat gw pasti ketahuan pake duit mereka untuk kepentingan2 lain..”.. MOSOK MIKIR SESEDERHANA gitu aja nggak bisa sih ?!?!.. Aneh bin ajaib..

Ya gitu deh.. Fakta ini membuktikan kalo teori Dr. Ariely oke juga..

Jadi inget sama ayat yang bunyinya ada manusia2 yang seperti binatang ternak.. Salah satunya adalah mereka yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya (QS.25:43-44)..

Terus pengibaratan binatang ternak juga ada pada mereka yang punya mata tapi nggak melihat, punya kuping tapi nggak mendengar (QS.7:179).. Kalo baca ayat lengkapnya, ada keunikan di situ.. Nggak ada kata akal, tapi kalo hati, ada.. Yah mungkin ini karena kalimatnya merujuk pada binatang ternak yang memang tidak berakal..

Binatang ternak artinya dipelihara.. Binatang ternak nggak perlu mikir untuk cari makan, dan bisa dikendalikan kemana2 sesuka hati.. Perjalanan hidupnya pun seringkali ditentukan oleh si peternaknya..

Bisa dimaknakan: mereka yang enggan berpikir maksimal (terlebih tentang ayat2 Tuhan), akan lebih mudah digiring atau dikendalikan oleh “pihak lain”.. Pihak lain itu bisa berupa ORANG, atau juga HAWA NAFSUnya sendiri..

Sejumlah sufi beranggapan: Hati (tempatnya nafsu) itu ibarat kuda, dan akal adalah jokinya.. Yang mengendalikan sejatinya adalah si joki.. Tapi karena si joki bersikap males, ogah2an, atau “modar”, maka si kuda lah yang pegang kendali, melabrak sana-sini, tanpa disadari..

Nyambung dengan teorinya si Dr. Ariely, para penipu bisa diibaratkan binatang ternak, karena nggak rasional.. Bahkan bisa lebih rendah dari itu.. Yaah, binatang ternak minim bikin rugi sekitarnya.. Lah kalo manusia, puluhan ribu manusia pun bisa dibikin rugi..

Advertisements

4 Comments

  1. Pingback: Islam dan Kemajuan – Buya Hamka.. | halaman guna guna

  2. Yg tukang tipu travel itu dimaafin aja ga cukup (org kita kan pemaaf bgt lalu lupa kasus) smg dibayar kontan hasil nipunya didunia,blm diakherat kan..btw krn orangtua saya jg jd kkrban, yg daftarin sih kakak, niat pgn umrahin ,bayar2 pake duit serti nya dr ngjar guru sd.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s