All posts tagged: berubah

passionku HOAX..

Ada yang bilang kalo passion adalah barang mewah.. Karena nggak semua orang paham, bahkan untuk kepengen tahu passionnya sendiri aja belum tentu.. Passion itu ibarat benih atau biji, nggak bisa dimakan sebelum jadi buah.. Maka, passion yang bisa “menghasilkan”, pastilah selalu passion hasil “perawatan” atau pemeliharaan bertahun2 yang outputnya berupa karya2 yang apik.. Sebelum passion terkonversi menjadi sebuah skill, ia akan sulit untuk dijual atau ditukar dengan harga yang mahal.. Passion seseorang nggak akan bisa ketahuan tanpa berkarya.. Banyak orang sepertinya salah berharap: pengennya ketemu passionnya dulu, baru beraksi / berkarya.. Padahal yang bikin orang bisa cepet ketemu passion itu ya banyak berkarya / beraksi dulu, baru nanti bisa ketemu.. Karena sejatinya passion itu produk hati, dan bukan produk pikiran.. Coba aja, pikirin aja terus passion kita apa, tanpa beraksi.. Bisakah ketemu ??.. Dari survey yang dilakukan Rene (2013) dan timnya, yang dimuat dalam buku “Passion Without Creation is Nothing”, ternyata hanya 1 dari 10 orang yang bisa membedakan antara passion dan profesi.. Proses mengetahui, memahami, dan memaknai passion bisa saja memakan waktu seumur hidup.. …

ubah malas..

Awal semester baru udah dimulai.. Dari angkatan ke angkatan, umumnya selalu ada mahasiswa yang bilang ke gw kalo dia mau “tobat”.. Dalam artian nggak mau “telatan”, mau rajin, mau lebih oke lah dari semester sebelumnya.. Intinya, mau berubah gitu.. “Semester depan nggak gini lagi deh mas..”.. Kurang lebih begitu kalimat standard yang mereka ucapkan.. Kalo dari pengalaman, kalimat ini seringan terlontar dari mahasiswa yang menurut gw tercemari oleh rasa malas.. Gagal melawan rasa malas mereka sendiri di semester sebelumnya.. Tekad berubah hanya jadi sekedar tekad kalo rasa males tetep gagal dilawan.. Berubah dari males jadi rajin bukanlah hal yang mudah.. Terkait dengan perubahan, Rhenald Khasali Ph.D (2008) pernah menuliskan di dalam bukunya “Mutasi DNA Powerhouse”, bahwa ada empat harapan yang nggak realistis.. Yakni bahwa: (1) Perubahan itu mudah, (2) perubahan bisa diselesaikan dalam waktu singkat, (3) Perubahan itu murah “biayanya”, dan (4) Perubahan itu dapat menyenangkan semua pihak.. Untuk bisa berubah, dan masih mengharapkan keempat hal tersebut bisa dibilang mustahil.. Keempat hal itu buat gw bisa berlaku untuk level corporate dan level personal.. Pada level …

terkurung sendiri..

Masa lalu sudah terjadi, masa depan masih misteri.. Namun sepertinya masih ada saja yang terbelenggu oleh masa lalu.. Dari baca2, gw tau dulu Islam pernah jaya, sampai2 untuk update ilmu pengetahuan, seseorang mesti belajar bahasa arab dulu supaya bisa tetap update.. Tapi ya itu dulu.. Di saat sekarang ini, sepertinya ada juga yang berpikir bahwa masa jaya akan selalu bersama mereka.. Jadi seringkali ber-euforia membanggakan yang dulu2, tanpa melihat kenyataan yang sekarang.. Seakan2 sukses atau jaya adalah “heritages” atau warisan yang tinggal didapat begitu saja tanpa harus melakukan kreasi ulang & bersikap inovatif.. Tau cerita seekor kutu kucing yang mempertanyakan “Kucing tuh seperti apa sih ??..” Padahal si kutu selama ini hidup di situ.. Akhirnya si kutu memberanikan diri melompat “keluar” dari si kucing.. Walhasil, ia kemudian bisa melihat jelas bentuk dari si kucing.. Dan ternyata, si kucing pun sedang sekarat.. Kalau saja si kutu nggak memberanikan diri “mengambil jarak” untuk melihat tempat dirinya berpijak, tentu saja ia akan ikut mati bersama si kucing.. Mereka yang kurang paham “kekininannya”, dan selalu berbangga2 dengan masa lalunya, …

Go DaiGo !!

Pernah denger nama Daigo Umehara ??.. Kalo bukan penggemar game Street Fighter (SF), hampir bisa dipastikan nggak akan kenal nama ini.. Yang doyan main SF pun belum tentu tau nama ini kalau nggak memperhatikan perkembangan turnamen SF di kancah internasional.. Media Jepang sering menyebut Daigo sebagai “2D Kakutō Gēmu no Kami”, atau Dewa game fighting 2D.. Ini orang emang jago banget maen game fighting 2 dimensi, terutama game Street Fighter.. Karir sebagai gamer profesionalnya berawal di umur 10 tahun (sekarang usianya 35), saat mesin game Arcade lebih berjaya ketimbang console.. Usia 13 tahun, dia mulai rajin ikut2 lomba & turnamen.. Dan di usia 17 tahun (1998) Daigo ikutan turnamen nasional Street Fighter yg diselenggarakan oleh CAPCOM selaku publisher dari game tersebut.. Kemenangan membawanya pergi ke Amerika untuk melawan jawara nasional dari sana.. Dari 3 pertandingan, Daigo menang dengan score 2-1 setelah awalnya kalah dulu.. Sejak saat itu popularitasnya pun melambung di dunia persilatan Street Fighter.. Sampai tahun 2010, Daigo mampu memenangkan 15 turnamen Street Fighter nasional dan internasional.. Atas prestasi tersebut, namanya berhasil tercantum dalam …

bintang yang jatuh..

Tahu Bernard Loiseau ??.. Dia ini seorang chef terbaik di zamannya.. Punya beberapa restoran terbaik di Paris, menerbitkan beberapa buku masak, dan memproduksi merk makanan beku sendiri.. Restoran2 miliknya dirating tinggi oleh banyak buku & majalah.. Buku panduan restoran terkemuka di Eropa yang “pelit nilai” Guide Michelin pun, memberikan 3 bintang pada salah satu restorannya.. 3 bintang dari Guide Michelin adalah barang langka.. Namun di puncak masa jayanya (tahun 2003), si Bernard malah bunuh diri.. Aneh ya ??.. Sebelum lanjut cerita Chef yang aneh itu, simak dulu cerita si profesor berikut ini.. Namanya Carol Dweck.. Dia ini seorang profesor psikologi dari Stanford University yang penasaran mengenai mindset.. Berdasarkan beberapa studinya, ia menyatakan bahwa ada dua tipe mindset: yakni fixed mindset, dan growth mindset.. Dalam suatu studinya ia membuat pertanyaan2 pada mahasiswa2 yang baru masuk kuliah bahasa Inggris di Hong Kong.. Ia melalui pihak fakultas menawarkan kursus tambahan peningkatan kemampuan untuk mahasiswa2 baru yang dinilai kurang fasih berbahasa inggris.. Sebelumnya “calon2” yang akan ikutan kelas tersebut diberikan sejumlah pertanyaan.. Dengan menjawab setuju atau tidak, dari sekian …