Month: December 2017

ulama siapa..

“Ulama adalah pewaris para nabi..”.. Begitu kata khotib dari atas mimbar sholat Jum’at di sebuah mesjid.. Beberapa kali kata2 itu diulang.. Lantas ceramah pun nyerempet2 politik.. Gw yang duduk deket kipas angin sambil ngantuk, jadi teringat kembali tulisan buya Hamka mengenai hal ini.. Kelar Jum’atan, sampe kantor, gw buka lagi deh tuh buku beliau.. Bener aja, tulisan ini yang gw maksud: “Orang yang merasa dirinya telah berpengetahuan banyak dan luas dalam agama lalu merasa dirinya telah patut bergelar ulama, kerapkali berbangga dengan hadis ini.. Mereka lupa bahwa yang diwarisi dari nabi2 itu bukanlah semata2 ilmunya saja, tetapi KEBEBASAN PRIBADINYA..” “Ulama2 seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali dan ulama lain yang mengikuti jejak mereka patutlah disebut penerima waris nabi-nabi.. Tetapi orang2 yang PENDIRIANNYA DAPAT DIBELI atau DISEWA, lalu mereka menyebut dirinya ulama bukanlah penerima waris nabi, melainkan PERUSAK AGAMA NABI..” – Hamka (1941), “Lembaga Hidup”. Saat informasi mengalir deras tanpa filter, memilih guru menjadi sama pentingnya dengan memilih apa yang diajarkan.. Buat gw pribadi, ulama adalah orang2 yang berilmu luas, bukan hanya …