Month: July 2019

lampu musik..

Kemaren sempat rame seorang walikota mengusulkan mengatasi kemacetan dengan memasang musik di lampu merah.. Diharapkan pengendara bermotor akan terhibur dan stressnya berkurang.. Hmm.. Ini gimanaaa ya ??.. Tapi sebelum berkomen ria lebih jauh, coba kita liat dulu faktanya.. Apakah benar musik bisa menurunkan stress ??.. Kalo terhibur kan sudah cukup jelas.. Nggak ada konser dangdut hingga K-pop yang sepi pengunjung meski tiketnya bisa setara dengan harga martabak untuk makan pagi siang malem, sampe sebulan.. Oke, cukup martabaknya.. Ternyata musik memang bisa loh menurunkan stress.. Levitin dan Mona Lisa, PhD, telah melakukan sejumlah studi tentang ini, dan dimuat dalam “Trends in Cognitive Sciences”, di bulan April, 2013.. Mereka menemukan, selain mengurangi stress, mendengarkan musik juga bisa lebih efektif daripada obat2an yg diberikan dokter untuk mengurangi kecemasan pasien sebelum di-operasi.. Levitin (2007) dalam bukunya: “This is Your Brain on Music” menuliskan: Musik dapat menurunkan tingkat pengeluaran hormon kortisol yang menjadi penyebab stress, bahkan bisa meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh.. Masih menurut Levitin, musik dengan tempo lambat cenderung menenangkan.. Dan musik dengan tempo cepat, atau yang “kacau” dan …

[pakansi..]

Pernah liat kan di medsos ?? Ada orang nyinyir2, uring2an sendiri, atau marah2 agresif nggak jelas, lantas diberi “hantaman” kalimat: “Kurang piknik lu..”.. Kalo kita meng-kategorikan piknik adalah liburan, kalimat ini ada benernya.. Mereka yang jarang liburan ternyata memang lebih rentan menjadi stress.. Brigid Schulte, penulis “Overwhelmed: Work, Love & Play When No One has the Time”, juga Director of the Better Life Lab pernah melakukan riset tentang hal ini.. Hasilnya; mereka yang nggak mengambil waktu untuk “OFF”, alias liburan, akan lebih gampang sakit, kurang produktif, stress, dan lebih merasa cemas serta tertekan (depressed), yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pekerjaan mereka.. Dulu saat suhu politik lagi panas2nya, sering banget kalimat “kurang piknik” ini gw liat di medsos.. Mungkin memang banyak yang stress sendiri nggak jelas.. Agak aneh aja sih, kok bisa ya segitu stressnya dan tertekannya karena “acara” pemililhan presiden.. Padahal, siapapun presidennya, keseharian kita pada dasarnya tetap sama.. Yah, mungkin jawabannya ya itu: kurang piknik.. Schulte juga menyatakan: Produktivitas, kreativitas, pemunculan ide2 baru, bukanlah milik mereka yang bekerja dengan jam2 yang gila.. Namun …