Month: September 2015

(jangan ??) fokus pada kekuatan..

Sepertinya kita udah sering denger nasehat yang ini: “Fokus selalu pada kekuatan, abaikan saja kekurangan..”.. Bahkan gw sendiri saat ngajar pun, cukup inget pernah ngasi nasehat ini ke mahasiswa2 gw.. Karena, saat satu kekuatan diri itu berhasil diketemukan, dan bisa dikembangkan sampe maksimal, maka kekuatan itu akan menutupi semua kekurangan yang ada pada diri.. Yes betul.. Ini beneran nasehat yang top untuk menemukan & memaksimalkan sebuah kekuatan diri.. Nah, yang jadi masalah adalah saat berada di tahap berikutnya.. Nasehat di awal postingan malah sepertinya bisa jadi kurang pas..  Kalimat “abaikan kekurangan” justru bisa menjadi bumerang.. Saat diri ini sudah berhasil menemukan suatu set kekuatan / kemampuan, justru yang tidak boleh diabaikan adalah kekurangan pada kemampuan tersebut.. Jadi untuk betul2 bisa memaksimalkan kemampuan, perlu juga berfokus untuk “memberantas” kekurangan2 yang ada di dalam proses peningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki.. Dan ini ternyata bukanlah hal yang mudah.. Dalam mempelajari sesuatu, apapun itu, pada awalnya kecepatan kemajuan diri demikian terasa.. Contohnya pas kuliah, karena adanya feedback (komentar, nilai, dsb) dari dosen, kemajuan diri jadi mudah terlihat.. Sampai akhirnya …

pilah pilih idol..

Pernah terkagum2 sama seseorang yang sukses atau berhasil ??.. Punya orang yang dijadikan role model buat pencapaian tertentu atau karir misalnya ??.. Umumnya sih ya, sebagian dari kita pada punya tokoh2 yang dikagumi.. Waktu pemilihan ketua OSIS pas SMA, ada seorang calon ketua yang menuliskan idolanya seorang pemain basket terkenal.. Diantara 3 calon ketua, hanya dia yang menuliskan idolanya seorang atlit basket sukses terkenal, sementara dua lainnya menuliskan idolanya Nabi Muhammad.. Melihat kedua calon lainnya berbuat begitu, si calon ketua pertama ini mencoret / merevisi idolanya itu, lantas ikut2an mengisi isian idola menjadi Nabi Muhammad.. Tapi ya jelas aja ketauan, wong mereka nulisnya harus langsung pake spidol di sebuah kertas karton, jadi kalo mau ganti konten ya nggak bisa dihapus, mesti dicoret isian sebelumnya, dan menuliskan isian yang baru di samping coretan.. Kalo gw pikir sih, sebetulnya nggak salah juga kalo si calon ketua pertama nulis atlet basket di kolom idolanya.. Karena Rasul itu udah mesti jadi suri teladan wajib buat yang beragama Islam.. Levelnya udah jelas diatas idola..  Ada yang mengartikan idola dengan agak …