Latest Posts

FINAL FANTASY XIV – Flames of Truth

Salah satu trailer seri FF yang cukup gokil.. Nggak nahan imajinasinye.. Bise aje kepikir begini..

shopping dropping..

01122Dah mau lebaran nih.. Mall rame bingits.. Mau parkir aja mesti Thawaf dulu.. Hyaha.. Nggak tau kenape, gw selalu nggak pernah betah berlama2 kalo diajak istri gw belanja.. Belanja di tempat seenak apapun itu, buat gw seakan ada “timer” di diri gw yang udah disetting dengan waktu yang terbilang pendek.. Bukan cuman pas gw udah beristri sekarang ini aja.. Kalo gw inget lagi, saat jomblo nganterin nyokap belanja dulu2 itu pun perasaan “nggak nyaman” saat berbelanja itu juga udah ada..

Mungkin jawabannya: karena gw COWOK tulen !!.. Hehe.. Loh ?!? kok bisa ??.. Ternyata ada loh penelitian yang berkesimpulan para cowok itu bisa menjadi amat rentan stress di saat berbelanja.. Dan level stressnya lumayan tinggi, jauh melebihi level stress wanita dalam situasi yang sama.. Bahkan di riset tersebut, 70 persen cowok mengalami stress yang levelnya sama dengan tingkat stress yang dialami polisi saat sedang baku tembak dengan penjahat.. Atau pilot pesawat tempur yang sedang berhadapan dengan lawannya..!!.. Gokil nih riset..

David Lewis Ph.D, seorang pakar psikologi dari Inggris pernah juga melakukan penelitian sebagai berikut: responden pria & wanita dikasi daftar orang2 yang mesti diberi hadiah Natal.. Mereka diminta belanja hadiah untuk orang2 itu di mall dengan ditemani seorang staff peneliti yang mengukur kecepatan detak jantung dan tekanan darahnya.. Hasilnya, hanya satu dari empat wanita yang mengalami kenaikan tekanan darah dan percepatan detak jantung.. Sementara SEMUA responden pria mengalami kenaikan tekanan darah dan kecepatan detak jantung..!!.. Hmm.. Nggak salah dah gw deg-degan mulu kalo nganter bini’ gw belanja, apalagi pas mau deket kasir.. ((^o^!)/…

Lewis juga menyatakan, lebih dari 70% responden pria level stressnya sampai pada tingkat yang bisa membahayakan jiwanya.. Hwalahh !!.. Bahkan bukan cuma saat di mall-nya, tapi saat di jalan menuju mall pun cowok2 ini udah merasa stress !!.. Penelitian Lewis ini didukung oleh psikoterapis lain dari Texas, Gerry Lowe.. Lowe menyatakan banyak pria sulit menerima kenyataan mereka mesti belanja untuk orang yang mereka cintai, plus lagi para pria takut pilihan hadiahnya nanti nggak cocok atau nggak disukai oleh si penerima..

Hasil survei tersebut dimuat di National Business News.. Kesimpulan survei tersebut adalah kebanyakan pria beranggapan lebih mudah memenangkan sebuah penghargaan untuk prestasi mereka, ketimbang menemukan hadiah yang tepat untuk orang yang mereka cintai..

Lowe juga berpandangan, hal ini dikarenakan peran gender-nya.. Ia menyatakan: “Secara umum, banyak pria yang melihat peran mereka sebagai pria adalah pencari uang.. Mereka tidak melihat kegiatan belanja hadiah sebagai salah satu perannya sebagai pria..”

Lailatul Qadr..

Credits 😐 Song Writer: Dedeh Ashfirayhani | Illutrator: Ani | Music Arrangement: Ogie | Singer: Ani | All Creative process was developed by SignDesign team.. http://disigndesign.com

Kreativitas & Al Qur’an..

01111Karena pernah ngajar kreativitas satu semester, gw jadi kepo.. Udah agak lama di kepala gw timbul pertanyaan kayak gini: “Ada nggak sih ayat2 di Al Qur’an yang bisa berkaitan dengan kreativitas ?”.. Bukankah ada banyak sekali hal di dalam situ ??.. Apalagi hal2 yang berbau science, bisa jadi malah bertaburan.. Euh, ini masih terkait sih sama postingan gw yang “Qur’anic inspiration” sebelumnya..

Beneran loh, ternyata ada ayat2 yang bisa ditafsirkan atau dimaknakan untuk “kepentingan” kreativitas.. Tapi kayaknya memang mesti ada syarat lain untuk bisa nemu hal2 kayak gini, yakni perbanyak referensi ilmu dulu, terutama untuk topik yang memang diinginkan.. Karena hidayah itu bukan ditunggu, terus dateng.. Tapi harus “bertindak” dulu, baru dia bisa dateng.. Gw setuju sama yang bilang: hidayah yang pertama itu akal pikiran, dan semua manusia (yang normal) udah punya yang ini.. Kalo si manusia bisa menggunakannya dengan baik, maka hidayah2 yang lain pun akan turun..

Salah satu ayat yang gw anggap bisa ditarik ke ranah kreativitas itu yang ini: “Hidup adalah permainan dan senda gurau belaka..”.. Loh ?!?.. Kenape yang ini ??.. Dari mananya kok bisa nyangkut ke kreativitas ??.. Hehe.. Penggunaan kata “permainan” itu loh yang menurut gw luar biasa.. Penjelasannya ada di paragraf berikut ini..

Banyak yang bilang syarat sukses sekarang ini adalah mesti kreatif.. Kalo boleh lebih vulgar, orang yang sukses sudah bisa dipastikan dia adalah orang yang kreatif.. Dan cara2 untuk menjadi kreatif sampai saat ini masih terus diteliti.. Dalam buku “Creative Intelligence – Harnessing the Power to Create, Connect and Inspire” yang ditulis oleh Bruce Nussbaum (2013) dinyatakan: “Salah satu cara untuk menjadi kreatif adalah dengan cara membuat hidup seakan2 sebuah game / permainan..”

Pernah dengar isitilah gamification ??.. Gamification is the concept of applying game-design thinking to non-game applications to make them more fun and engaging.. Sederhananya, menerapkan konsep pemikiran “gaming” pada apa yang kita lakukan, meski sebenarnya itu bukan game.. Jadi bisa dibilang kalo mau jadi lebih kreatif, gamification-kan lah hidup anda.. Kok bisa ??.. Karena ketika kita sedang bermain “permainan hidup”, banyak kualitas2 yang timbul yang bisa membuat seseorang menjadi sukses..

Menurut Bruce, dan juga beragam referensi yg gw temukan, ketika seseorang sedang bermain, banyak hal baru yang mesti dicoba.. Improvisasi, peran baru, mendapatkan “level up” kemudian timbul jurus / kemampuan baru, dan pada akhirnya merubah cara kita berperilaku.. Membuang apa2 yang gak perlu, dan mengumpulkan apa yang perlu.. Bisa main sendiri, berkompetisi ataupun berkolaborasi dengan orang lain.. Kita bisa gagal atau kalah, tapi selalu ada kesempatan untuk mencoba lagi..

Permainan yang dimaksud si Bruce itu tentu saja sebuah permainan yang serius, bukan game2 yang sederhana.. Dalam sebuah permainan yang serius, selalu ada aturan, ada kompetisi, ada yang menang dan ada yang kalah.. Dan diatas semuanya, ada sebuah pembelajaran di situ.. Pembelajaran yang memungkinkan seseorang menjelajah ke “wilayah2” yang belum diketahuinya, membuat “hubungan2” yang tidak biasa, dan mencapai tujuan baru melalui cara2 yang tidak terduga..

Kesimpulannya, ya kayak yang ada di Al Qur’an.. Hidup adalah sebuah permainan serius.. Maka bermainlah dengan serius & sungguh2.. Upayakan diri menjadi pemenang, bahkan jadi Top Scorer.. Bukankah di dalam situ disebutkan juga soal umat yang terbaik ???..

diri dan pedang adalah satu..

01234Legenda Samurai Jepang Miyamoto Musashi pernah berkata: “Diri dan pedang adalah satu..”..

Ternyata kata2 ini maknanya bisa sama loh dengan konsep teori FLOW dari Mihály Csíkszentmihályi, seorang pakar psikologi & kreativitas.. Soal teori FLOW yang bisa bikin orang lebih berbahagia pernah gw tulis di postingan sini..  Salah satu konsep dari teori flow itu Hyperfocus.. Kondisi dimana seseorang kalo lagi ngerjain sesuatu dengan skill maksimal diri, seluruh perhatiannya akan terpusat pada apa yang dikerjakannya.. Sampe2 nggak menghiraukan apa yang ada di sekelilingnya..

Contoh paling umum, pemain basket pro saat bertanding sangat serius, seperti nggak mempedulikan riuhnya penonton.. Bahkan mereka bisa menganggap para penonton itu nggak ada.. Seorang pemain biola yang sedang konser juga sama.. Mereka fokus pada apa yang mereka kerjakan saja, sampe2 adanya penonton pun menjadi tidak terasa..

Mereka2 yang masuk ke kondisi flow demikian larut dengan apa yang dikerjakannya.. Diri dan kegiatannya melebur menjadi satu.. Tapi ini bukan berarti kesurupan.. Bukan berarti mereka jadi nggak sadar mengenai apa yang mereka lakukan.. Pemain basket pro yg lagi tanding juga tetep sadar gerak bola & rekan setimnya, ring, papan pantul, dan gerakan otot mereka.. Pemain biola yang sedang konser tetap menyadari keberadaan biola, senar dan alat geseknya..

Dalam kondisi ini, yang hilang adalah konsep tentang diri.. Saat seseorang masuk ke dalam kondisi hyperfocus, seluruh atensinya jadi tersedot pada apa yang dilakukan.. Siapa diri mereka menjadi nggak berarti lagi, tergantikan oleh yang sedang mereka lakukan..

Nah saking asyiknya melakukan pekerjaannya, terkadang malah konsep diri mereka bisa memuai atau bertransformasi menjadi lebih besar daripada diri mereka yang sebenarnya.. Si pemain biola malah jadi semakin enjoy “tergetar dan tergerak” ngikutin musik pengiring, si pemain basket malah jadi “on-fire” seakan dia yang paling jago di lapangan, dan seorang ahli meditasi bisa merasa kalo alam dan dirinya jadi satu..  Kalo si samurai gokil Miyamoto Mushashi, jadi sesuai dengan kata2nya di awal postingan: “diri dan pedang adalah satu..”

Itulah keajaiban kondisi flow.. Tanpa sepengetahuan kita, kemampuan atau skill seseorang bisa jadi lebih tajam setelah sering melewati kondisi seperti ini.. Dikarenakan selama mereka “nge-flow”, kemampuan mereka ditarik ke tingkat maksimum tanpa sadar..   So, apapun pekerjaan kita, usahakan bisa “nge-flow”, supaya tauk2 skill kita udah naek level.. Bisa dengan mencari tantangan2 yang lebih tinggi atau melakukan pekerjaan dengan cara2 baru atau tingkatan yang lebih kompleks..