Latest Posts

“Kebiasaan untuk tidak bisa diam, dan kebiasaan untuk tidak menerima sesuatu dengan pasrah, adalah kebutuhan utama bagi kemajuan..” -Thomas Alpha Edison

money & creativity..

012233Ada beberapa orang yang gw tau, dia jadi demikian termotivasi untuk bekarya kalau “ada duitnya”, alias kalo karyanya udah jelas akan dibayar dengan sejumlah uang.. Kalo contoh kasusnya mahasiswa, ya si mahasiswa ini hanya akan sangat bersemangat kalo ngerjain hal2 yang sifatnya “projekan” alias ada duitnya.. Kalo project tugas2 dari dosen, ya gitu deh, karena nggak ada duitnya, jadi melempem abis.. Hehe.. Iya kalee si dosen ngebayar karya tugas mahasiswanya ?!?!..

Seakan2 kreativitas mereka meningkat kalo ada imbalan uangnya.. Euh, ini mungkin kalo versi mereka sih.. Makin ke sini makin banyak pengertian kreativitas, dan makin berkembang pula.. Dari yang dikaitkan dengan ekonomi, cara kerja otak, dan ada juga yang mengaitkan dengan pengenalan diri sendiri..

Apapun pengertiannya, kreativitas selalu terhubung dengan menciptakan sesuatu yang baru.. Namun kreativitas sendiri memang tidak baku, nggak seperti ilmu pasti, malah lebih perlu intuisi dan imajinasi.. Kreativitas bisa diartikan sebagai hasil pemikiran yang tergugah dari pertanyaan, keadaan,  kemungkinan, rasa penasaran, kepo, dan motivasi dari diri seseorang.. Karena itu munculnya kreativitas bisa dibilang nggak selalu karena “uang” di awal.. Bach, Van Gogh, sampe Steve Jobs pun nggak “tergerak” karena uang di awal.. Tapi karena kuatnya hasrat dari hatinya yang terdalam..

Maka dari itu, kreativitas nggak selalu muncul gara2 duit atau semata karena bisa ditukar dengan uang atau imbalan.. Munculnya kreativitas justru sering di saat seseorang memusatkan perhatian penuh pada sesuatu yang sejalan dengan hasrat atau keinginan di hatinya.. Nggak sedikit orang biasa yang kemudian jadi luar biasa karena kesungguhannya menuruti kata hatinya yang terdalam.. Dan saat sudah berhasil menjadi “luar biasa”, uang pun akan datang dengan sendirinya..

Cooper, Clasen, Silva-Jalonen, dan Butler (1999), pernah melakukan eksperimen kreativitas.. Hasil eksperimen ini sempat dimuat dalam Journal of Managerial Psychology.. Mereka menawarkan uang sebagai imbalan bagi solusi kreatif atas masalah yang muncul pada sejumlah karyawan.. Hasilnya: “Imbalan finansial ternyata tidak berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mencurahkan gagasan orisinal.. Kreativitas seringkali justru  merupakan hasil dari perhatian yang sungguh2 pada sebuah masalah dan keyakinan bahwa kreativitas akan dihargai secara pribadi oleh atasan…”

Assalaamu’alaikum..

Credits 😐 Song Writer: Dedeh Ashfirayhani | Illutrator: Irfan | Music Arrangement: Ogie | Singer: Ani | All Creative process was developed by SignDesign team.. http://disigndesign.com

AKU LAPAR by FRANSOA

Jam segini saat puasa.. Lagu ini pas banget dengan suara hati.. Hyahahaaa.. Lucu nih lagu, jadi gw taro di blog dah..

Qur’anic Inspiration..

02Al Qur’an memang bukan kitab sains.. Tapi isinya bisa sangat menginspirasi bagi mereka yang suka atau bergelut di dunia sains.. Yang jelas untuk bisa terinspirasi dari Al-Qur’an, harus ada proses tafakkur atau berfikirnya.. Ada yang berpandangan, uniknya dorongan inspirasi dari Qur’an itu tergantung dari niat si pencari inspirasi.. Kalo niatnya jelek, ia akan bisa terinspirasi jelek, dan sebaliknya, kalo niatnya baik, ia akan terinspirasi baik.. Jadi orang bisa saja menafsirkan Al-Qur’an untuk kepentingan2 yang sifatnya keburukan berdasarkan niat yang ada di dalam hatinya..

Dasarnya ya ayat berikut QS. At Taubah (9): 124-125;  Dan apabila diturunkan suatu surat (Al Qur’an), maka di antara mereka (yang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah keimanannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah keimanannya, dan mereka merasa gembira. Sedangkan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit (berniat jahat), maka dengan surat itu bertambah keingkaran mereka, disamping keingkarannya (yang telah ada), dan mereka mati dalam keadaan ingkar.

Kalo yang niat jelek, yah mungkin para ektrimis yang senengnya bunuh membunuh itu, atau ISIS bisa jadi contoh.. Atau dulu juga pernah ada tokoh Islam di sini yang membolehkan hubungan sesama jenis, karena menurutnya di dalam teks2 suci tersebut, yang dilarang itu lebih kepada perilaku seksualnya, dan bukan orientasinya.. Kalo gw pikir sih, ya hubungan sesama jenis itu nggak bener.. Bisa liat di Qur’an yang cerita umat Nabi Luth yang diadzab..

Menurut Agus Mustofa, bisa saja orang2 mengumpulkan ayat2 secara parsial (sesuai yang dibutuhkan saja), untuk membangun argumen tertentu.. Gw jadi inget dulu pas kuliah, gw pernah dibawa ke Parung dan di”presentasikan” konsep NII pake ayat2 Qur’an.. Berkesan benar memang, tapi buat gw tetep jadi aneh.. Argumen mereka, kalo sholat di tempat yang gak bersih, sholatnya gak diterima.. Ibarat sholat di kandang kuda katanya.. Jadi Indonesia mesti benar2 bersih dulu, baru sholat kita bisa diterima…  (@_@!)

Masih menurut Agus Mustofa, kalo mau terinspirasi dari Al Qur’an secara sains, haruslah rendah hati, menjiwai & mencintai bidang aktivitasnya secara total, dan jelas mesti tafakkur.. Orang yang mencintai bidangnya dan mau berfikir pasti selalu meng-upgrade ilmunya dengan banyak membaca.. Dan dari hasil terus2an upgrade-an ilmunya itu, nanti dia bisa menarik benang merah dengan ayat2 di dalam Qur’an.. Dan yang paling penting, karena tafsiran manusia sifatnya subjektif, maka perlu membuka hati seluas2nya, harus bebas dari prasangka dan harapan bahwa pendapatnya sudah pasti benar..

Merasa sudah paling & pasti benar bisa jadi faktor yang amat berbahaya bagi para pemburu hikmah.. Karena kalo udah begitu, semua kemungkinan bakal tertutup baginya.. Jadi hati dan jiwa mesti dibuka selebar2nya, sehingga ruang kesalahan yang mungkin terjadi atas penafsirannya juga terbuka.. Setuju deh dengan pernyataan Agus Mustofa yang ini: “Niatan yang baik dan akhlak yang mulia menjadi landasan yang sangat penting dalam memahami petunjuk-petunjuk dari dalam Al Qur’an..”