Latest Posts

2018 yeah..

Untitled-1Tahun 2017 buat gw cukup merepotkan sekaligus “istimewa”, karena di tahun ini gw dikaruniai anak kedua.. Dan ternyata mengurus satu anak TK dan satu bayi cukup menyedot energi dan waktu.. Hehe.. Jadi entah sudah berapa kali komitmen gw untuk rutin posting tulisan seminggu sekali jadi terlewatkan..

Ada orang yang memulai awal tahun dengan target2 atau harapan2 baru.. Ada juga yang woles aja, yang nanti gimana nanti.. Silahkan mau pilih yang mana ?..

Kalo bicara soal harapan, gw selalu teringat “The Hope Experiment” nya Ritcher & Hopkins (1950).. Pernah gw tulis di postingan yang ini: “Energi, Harapan, Tujuan..”.. Pendek kata kesimpulannya: energi / tenaga seseorang itu bisa timbul dari memiliki harapan..

Seorang motivator pernah berkata begini: “Orang yang paling menakutkan adalah orang yang ditenagai oleh impiannya..”.. Yah, udah sering gw liat, jenis2 orang kayak gitu.. Berkesan nggak ada “matinya”.. Seakan nyolok ke “power bank” terus.. Gwakakak..

Gw perhatiin juga, salah satu keuntungan orang yang punya target / impian yang jelas, tindak tanduknya jadi lebih efisien.. Sebagian besar “resource” yang dimilikinya seakan jadi “terserap” ke impiannya..

Isaiah Hankel, PhD (2014), dalam “Black Hole Focus” menyatakan, sebaiknya milikilah impian yang benar2 jelas dan mampu “menghisap” semuanya.. Seperti black hole yang bisa “menghabiskan” segalanya, termasuk waktu..

Di tahun ini gw punya salah satu harapan sederhana.. Semoga disiplin diri gw makin membaik, karena gw ngerasa disiplin diri gw di tahun kemaren berasa kurang oke.. Terus juga pengennya lebih banyak lagi punya waktu (atau lebih tepatnya “menyempatkan diri”) untuk baca buku.. Dan ujung2nya gw jadi bisa lebih sering nulis di blog ini..

Baca buku bikin gw selalu merasa ada yang baru, dan ada yang bisa dibagikan ke yang lain.. Perlu mengalami sendiri untuk menambah pengalaman, namun hanya perlu banyak baca untuk menambah wawasan.. Tentu saja untuk mengamalkannya, itu masalah yang lain.. (T_T!)..

Blog ini adalah “catatan” dari apa2 yang udah gw baca, dan juga penyaluran uneg2 di kepala yang nggak tau mau dikemanain.. Ada satu lagi sih, sebagai “garam kehidupan”.. Apa tuh ??.. Hehe.. Entar deh di postingan yang lain..

Gw milih untuk terus punya harapan.. Dan untuk semua teman2, semoga semua harapan dan target2nya di tahun 2018 ini dapat tercapai…

“Purpose equals hope equals energy. Defining the path in front of you will give you the energy you need to complete it.” – Isaiah Hankel, PhD in “Black Hole Focus” (2014).

Ah iya, walau telat, Selamat Hari Natal bagi yang merayakannya, dan Selamat Tahun Baru 2018 !!.. Damai, sejahtera, dan Rahmat, bagi seluruh penjuru alam semesta..

gombalan politisi..

Untitled-1Ada masa2 dimana gw demikian apatis.. Sama sekali nggak peduli dengan politik.. Saat nyoblos capres di era2 sebelum Jokowi, kesemuanya gw lakukan dengan terpaksa & berat hati, karena pintu kamar gw diketokin sama bokap untuk segera mencoblos.. Padahal gw lebih memilih untuk tidur aja..

Gw mulai sedikit “peduli” sama politik, saat ada capres yang difitnah sedemikian rupa, sampe2 gw ngeliatnya nggak tahan.. Kok saudara sendiri difitnah ?? Ini Islam mana yang ngajarin begini ??.. Akhirnya gw nggak bisa tinggal diam.. Dan ujungnya sejumlah postingan yang agak “nyambung” sama politik pun mulai bermunculan di blog ini..

Sejatinya gw emang kurang suka sama politik.. Karena banyak politikus yang suka bohong, dan seringkali hanya untuk kepentingan supaya bisa terpilih.. Dari dulu sampe sekarang, gw nggak pernah percaya sama janji2 politik.. Termasuk saat nyoblos capres dulu.. Yang gw liat adalah track record dari si calon, bukan janji2nya..

Menepati janji politik dari sudut pandang gw yang orang awam, adalah hal yang sulit.. Karena melibatkan banyak orang, banyak kepentingan, dan banyak hal lainnya.. Seorang calon memang sedang “mengangkat” dirinya untuk terpilih, jadi sudah sewajarnya bakal ada yang “dilebihkan” supaya menarik pencoblos..

Semua pasti bisa ngomong “akan”.. Tapi “akan” bukanlah kenyataan.. Yang sudah jelas2 nyata adalah hasil kerja, atau apa yang sudah dilakukannya sejauh ini.. Sebagaimana desainer grafis, yang sangat bisa menunjukkan kompetensinya adalah portfolionya..

Jim Taylor Ph.D (2012), seorang pengajar di University of San Fransisco menuliskan sebuah artikel mengenai hal ini di situs Psychology Today.. Ada alasan yang membuat para politisi menganggap dirinya “bisa” berbohong meskipun sebenernya gampang juga untuk ketahuan..

Beberapanya itu: 1.) Teori yang udah sering kita dengar: Jika kebohongan atau janji2 palsu terus menerus diomongkan, orang2 akan berasumsi itu akan menjadi benar.. Hmm.. Pantes, gencar amat pas kampanye..

2.) Politisi sangat tahu kalo para pengikut mereka akan percaya janji2nya, meskipun bukti2 nyata menunjukkan yang sebaliknya.. Kalo ini sih, ada obatnya: jangan fanatik & taqlid buta sama seseorang.. Poin kedua ini yang membuat calon2 gampang mengkampanyekan janji2 yang bahkan nggak masuk akal.. Wong pengikutnya bakal percaya kok..

3.) Cognitive Biases, atau adanya bias2 pikir.. Cara kerja otak yang demikian efisien, mengurangi kebingungan dan kecemasan, serta membuat hidup jadi lebih sederhana, menimbulkan sejumlah bias.. Diantaranya “Confirmation Bias”; kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung asumsi kita sendiri, dan menolak informasi baru yang bertentangan dengan apa yang sudah diyakini..

Bener juga kata Taylor (2012) di akhir tulisannya: “So, politicians lie when they believe that dishonesty is the best policy for getting elected..”

ulama siapa..

Untitled-1“Ulama adalah pewaris para nabi..”.. Begitu kata khotib dari atas mimbar sholat Jum’at di sebuah mesjid.. Beberapa kali kata2 itu diulang.. Lantas ceramah pun nyerempet2 politik.. Gw yang duduk deket kipas angin sambil ngantuk, jadi teringat kembali tulisan buya Hamka mengenai hal ini..

Kelar Jum’atan, sampe kantor, gw buka lagi deh tuh buku beliau.. Bener aja, tulisan ini yang gw maksud:

“Orang yang merasa dirinya telah berpengetahuan banyak dan luas dalam agama lalu merasa dirinya telah patut bergelar ulama, kerapkali berbangga dengan hadis ini.. Mereka lupa bahwa yang diwarisi dari nabi2 itu bukanlah semata2 ilmunya saja, tetapi KEBEBASAN PRIBADINYA..”

“Ulama2 seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali dan ulama lain yang mengikuti jejak mereka patutlah disebut penerima waris nabi-nabi.. Tetapi orang2 yang PENDIRIANNYA DAPAT DIBELI atau DISEWA, lalu mereka menyebut dirinya ulama bukanlah penerima waris nabi, melainkan PERUSAK AGAMA NABI..” Hamka (1941), “Lembaga Hidup”.

Saat informasi mengalir deras tanpa filter, memilih guru menjadi sama pentingnya dengan memilih apa yang diajarkan.. Buat gw pribadi, ulama adalah orang2 yang berilmu luas, bukan hanya ilmu agama saja.. Mereka paham mendalam akan hakikat sesuatu / peristiwa berkat maksimalnya akal pikirannya..

Ayat2 Tuhan tidak hanya hadir dalam kitab, tapi juga hadir dalam beragam peristiwa di alam semesta ini.. Jadi ulama yang gw suka, selalu mereka yang juga suka membahas sesuatu dari aspek disiplin ilmu yang lain.. Yang mampu membaca ayat2 Alloh dalam dua wujud..

Kalo menurut Encyclopedia of Islam (2000), Ulama in its original meaning “denotes scholars of almost all disciplines”.. Ada juga yang mendefinisikan sebagai cendikiawan/ilmuwan.. Sayangnya, pengertian ulama disini jadi “mengerucut” diperuntukkan bagi mereka yang paham ilmu agama saja..

Buat gw pribadi, seorang ulama yang benar pastilah seorang Ulil Albab.. Dalam terjemahan Qur’an, Ulil Albab sering dimaknai dengan orang2 yang berakal / berfikir.. Mereka mengingat Alloh sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.. (QS3:190-191)

Kalo dipikir2, hampir semua manusia memang paling banyak menghabiskan waktunya dalam posisi berdiri, duduk, atau berbaring.. Menerima suap, kong-kalikong, korupsi, atau menanda tangani proyek fiktif, ada gitu dilakukan dalam posisi nungging atau salto ?!?..

Ulama “beneran” pasti selalu mengingat Alloh dalam segala kondisi.. Jadi nggak mungkin nyebar hoax / fitnah.. Benarlah kata Buya Hamka di atas, ulama sejati nggak akan bisa dibeli atau disewa untuk kepentingan ‘negatif’, karena dirinya selalu ingat pada Tuhannya..

Yang jelas, ulama2 yang gw kagumi, tindak tanduk & karya2nya selalu yang mencerahkan dan menenangkan, bukan menyempitkan ilmu pandangan dan mengajak perang..

kepo dikit..

98Kiyoko, manajer klub voli SMA Karasuno berkata: “Memulai sesuatu itu nggak butuh tekad kuat atau ‘motif’ yang mulia.. Karena sesuatu yang dimulai dengan proses, sedikit demi sedikit akan menjadi sesuatu yang berharga.. Yang dibutuhkan untuk memulai hanyalah sedikit rasa ingin tahu..”

Begitu kata salah seorang tokoh di komik Haikyu!!, komik tentang voli SMA yang lagi gw ikutin, karena emang keren.. Hehe..

Gw seneng sama pernyataan di atas.. Bikin gw jadi teringat masa lalu.. Bisa dibilang, gw bisa sampai bikin perusahaan desain ini kayaknya ujung pangkalnya gara2 sedikit kepo..

Belum lama ini, ada reunian di kampus tempat dulu gw kuliah akuntansi.. Memori lama kembali terngiang, mulai dari kisah contek mencontek, sampe suka duka bareng teman2 seperjuangan berorganisasi dulu.. Nggak ketinggalan, gw juga ‘nengokin’ UKM dimana gw dulu sempet jadi ketua.. Hyaha.. Benar2 tempat yang bersejarah..

Kenapa bersejarah ?? Karena kalo dulu gw nggak aktif di UKM itu, bisa jadi jalan hidup gw akan berbeda.. Sangat mungkin gw bakal jadi akuntan, atau profesi2 lain yang berkaitan dengan keuangan.. Bukan jadi pengusaha desainer grafis seperti sekarang..

Dan gw masih inget, awalnya gw pengen ikut aktif di UKM itu ada faktor kepo-nya.. Di masa kuliah tingkat awal, gw udah bilang ke “sohib” gw, kalo nanti di tingkat / tahun ketiga, gw bakal ikut salah satu UKM kampus.. Karena ya emang gw kepengen tau aja gimana itu rasanya ikut UKM.. Eaalaah, pas udah masuk, di tahun kedua aktif di situ, malah dikerjain jadi ketua..

Di UKM itulah awal gw kenal sama ‘aktivitas’ desain grafis, karena mesti bikin mading, flyer, ngedit foto, dan ngelayout majalah.. Sampe2 kursus komputer yang gw ambil saat itu bukanlah kursus software akunting ataupun keuangan, tapi Adobe Photoshop, PageMaker, Freehand, dan Corel Draw, yang notabene kesemuanya adalah software desain..

Beberapa temen pun dulu ada yang mengerutkan kening seakan bilang: “Nggak salah lu gie ??..” Gyahaha..

Bisa gw bilang, gw sangat beruntung dulu itu gw kepo dan bergabung dalam UKM itu.. Rasa2nya juga, gw bertemu dengan orang2 / teman2 yang tepat.. Karena salah memilih teman, bisa salah memilih masa depan..

Apakah bertemu kesempatan kayak begini hanya bisa dialami oleh segelintir orang saja ??.. Makoto Sichida (2014) dalam bukunya “Whole Brain Power” menyatakan: “Tidak ada orang yang tidak beruntung untuk bisa bertemu dengan ‘peluang’ ataupun ‘sesuatu’, atau ‘seseorang’ yang mengesankan, dan pertemuan tersebut kemudian bisa mengubah nasibnya di kemudian hari..”

Yang juga gw pahami, seseorang nggak akan pernah tau “ujung” dari rasa kepo-nya, kecuali dia melakukan sesuatu atas kepo-nya tersebut..

sakit dah..

Untitled-1Akhirnya bisa ngeblog lagi.. Setelah “ketiban” project yang mesti gw turun tangan sendiri, sampe beberapa minggu harus jadi “suster” karena berurutan anak bini kena batuk pilek demam berat.. Kadang plus muntah.. Urutan pertama yang kena si kakak, kedua si istri, ketiga si baby.. Sampe2 tiap selang 2 harian gitu masing2 mereka gw bawa ke dokter.. Hyaha..

Alhamdulillahnya di hari ketiga demam mereka udah pada turun.. Dan sebagai penutup, akhirnya gwnya sendiri yang ‘ambruk’.. Tiga harian gitu cuma bisa geletak di kasur, demam tinggi & lemes minta ampun, plus batuk2 di malem hari bikin gw kagak bisa tidur..

Sekali lagi Tuhan ngingetin gw kalo nikmat sehat itu sangat luar biasa.. Meski seseorang banyak duit pun, kalo udah sakit, hadeehh, rasanya pasti nggak asoy banget.. Tapi sakit yang beneran loh yaa, bukan sakit bo’ong2an yang kayak siapaa gitu ya..?? Hehehe..

Aneh, padahal H-1 sebelum gw “tumbang”, gw masih ngerasa seger dan main badminton.. Eh, besok paginya pas bangun tidur langsung meriang.. Menurut penulis buku “Terapi Sholat Tahajjud”, Prof. Dr. Moh Sholeh, secara empiris, faktor penyebab timbulnya penyakit itu ada lima..

(1.) Pola pikir.. Pikiran yang negatif kayak pikiran & perasaan marah, sombong, dengki, dan stress, pada akhirnya bisa membuat sistem imun seseorang menurun.. (2.) Pola makan.. Yang ini yah maksudnya pola makan yang nggak teratur dan sehat..

(3.) Pola laku.. Pola hidup yang nggak oke seperti kurangnya aktivitas fisik, nggak pernah olahraga, sering begadang, dan aktivitas yang monoton..
(4.) Pola lingkungan.. Bisa berupa radiasi benda2 elektronik, zat pewarna makanan, polusi udara, dan lingkungan yang nggak sehat..

Yang terakhir, kalo misalnya seseorang sudah berhasil menjalankan pola2 diatas secara baik dan benar, tapi tetep sakit juga.. Maka Prof. Dr. Sholeh bilang ya itu karena (5.) Kehendak Alloh.. Hehehe.. Entah apa maksudnya Alloh bikin kita sakit, yang jelas kalo mau berpikir positif, mindset: ‘everything happen for a reason’ bisa digunakan..

Selebar apapun pundak seseorang (meski selebar lapangan bola), kalo Alloh berkehendak dia akan sakit, ya wassalam.. Karena pada dasarnya manusia MEMANG diciptakan dalam keadaan LEMAH (QS:4.28)..

Bandingkan dikit sama hewan.. Banyak jenis hewan yang dalam hitungan hari atau minggu udah bisa jalan dan makan sendiri.. Manusia perlu hampir setahun atau lebih untuk bisa jalan sendiri.. Itu baru jalan loh, untuk bisa makan sendiri jelas perlu waktu yang lebih lama lagi..

Jadi, manusia sebetulnya memang nggak layak sama sekali punya perasaan sombong, melabeli “A, B, atau C” seenaknya yang sejatinya itu adalah hak prerogatif Tuhan..