me|write, think sotoy
Leave a Comment

ulama siapa..

Untitled-1“Ulama adalah pewaris para nabi..”.. Begitu kata khotib dari atas mimbar sholat Jum’at di sebuah mesjid.. Beberapa kali kata2 itu diulang.. Lantas ceramah pun nyerempet2 politik.. Gw yang duduk deket kipas angin sambil ngantuk, jadi teringat kembali tulisan buya Hamka mengenai hal ini..

Kelar Jum’atan, sampe kantor, gw buka lagi deh tuh buku beliau.. Bener aja, tulisan ini yang gw maksud:

“Orang yang merasa dirinya telah berpengetahuan banyak dan luas dalam agama lalu merasa dirinya telah patut bergelar ulama, kerapkali berbangga dengan hadis ini.. Mereka lupa bahwa yang diwarisi dari nabi2 itu bukanlah semata2 ilmunya saja, tetapi KEBEBASAN PRIBADINYA..”

“Ulama2 seperti Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali dan ulama lain yang mengikuti jejak mereka patutlah disebut penerima waris nabi-nabi.. Tetapi orang2 yang PENDIRIANNYA DAPAT DIBELI atau DISEWA, lalu mereka menyebut dirinya ulama bukanlah penerima waris nabi, melainkan PERUSAK AGAMA NABI..” Hamka (1941), “Lembaga Hidup”.

Saat informasi mengalir deras tanpa filter, memilih guru menjadi sama pentingnya dengan memilih apa yang diajarkan.. Buat gw pribadi, ulama adalah orang2 yang berilmu luas, bukan hanya ilmu agama saja.. Mereka paham mendalam akan hakikat sesuatu / peristiwa berkat maksimalnya akal pikirannya..

Ayat2 Tuhan tidak hanya hadir dalam kitab, tapi juga hadir dalam beragam peristiwa di alam semesta ini.. Jadi ulama yang gw suka, selalu mereka yang juga suka membahas sesuatu dari aspek disiplin ilmu yang lain.. Yang mampu membaca ayat2 Alloh dalam dua wujud..

Kalo menurut Encyclopedia of Islam (2000), Ulama in its original meaning “denotes scholars of almost all disciplines”.. Ada juga yang mendefinisikan sebagai cendikiawan/ilmuwan.. Sayangnya, pengertian ulama disini jadi “mengerucut” diperuntukkan bagi mereka yang paham ilmu agama saja..

Buat gw pribadi, seorang ulama yang benar pastilah seorang Ulil Albab.. Dalam terjemahan Qur’an, Ulil Albab sering dimaknai dengan orang2 yang berakal / berfikir.. Mereka mengingat Alloh sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.. (QS3:190-191)

Kalo dipikir2, hampir semua manusia memang paling banyak menghabiskan waktunya dalam posisi berdiri, duduk, atau berbaring.. Menerima suap, kong-kalikong, korupsi, atau menanda tangani proyek fiktif, ada gitu dilakukan dalam posisi nungging atau salto ?!?..

Ulama “beneran” pasti selalu mengingat Alloh dalam segala kondisi.. Jadi nggak mungkin nyebar hoax / fitnah.. Benarlah kata Buya Hamka di atas, ulama sejati nggak akan bisa dibeli atau disewa untuk kepentingan ‘negatif’, karena dirinya selalu ingat pada Tuhannya..

Yang jelas, ulama2 yang gw kagumi, tindak tanduk & karya2nya selalu yang mencerahkan dan menenangkan, bukan menyempitkan ilmu pandangan dan mengajak perang..

Advertisements
This entry was posted in: me|write, think sotoy

by

"Tuhan.. tolong berikan rejeki berlimpah pada semua orang yang udah mampir ke blog ini.. Amiiinn.." ......(^_^!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s