me|write, think sotoy
Comments 2

gombalan politisi..

Untitled-1Ada masa2 dimana gw demikian apatis.. Sama sekali nggak peduli dengan politik.. Saat nyoblos capres di era2 sebelum Jokowi, kesemuanya gw lakukan dengan terpaksa & berat hati, karena pintu kamar gw diketokin sama bokap untuk segera mencoblos.. Padahal gw lebih memilih untuk tidur aja..

Gw mulai sedikit “peduli” sama politik, saat ada capres yang difitnah sedemikian rupa, sampe2 gw ngeliatnya nggak tahan.. Kok saudara sendiri difitnah ?? Ini Islam mana yang ngajarin begini ??.. Akhirnya gw nggak bisa tinggal diam.. Dan ujungnya sejumlah postingan yang agak “nyambung” sama politik pun mulai bermunculan di blog ini..

Sejatinya gw emang kurang suka sama politik.. Karena banyak politikus yang suka bohong, dan seringkali hanya untuk kepentingan supaya bisa terpilih.. Dari dulu sampe sekarang, gw nggak pernah percaya sama janji2 politik.. Termasuk saat nyoblos capres dulu.. Yang gw liat adalah track record dari si calon, bukan janji2nya..

Menepati janji politik dari sudut pandang gw yang orang awam, adalah hal yang sulit.. Karena melibatkan banyak orang, banyak kepentingan, dan banyak hal lainnya.. Seorang calon memang sedang “mengangkat” dirinya untuk terpilih, jadi sudah sewajarnya bakal ada yang “dilebihkan” supaya menarik pencoblos..

Semua pasti bisa ngomong “akan”.. Tapi “akan” bukanlah kenyataan.. Yang sudah jelas2 nyata adalah hasil kerja, atau apa yang sudah dilakukannya sejauh ini.. Sebagaimana desainer grafis, yang sangat bisa menunjukkan kompetensinya adalah portfolionya..

Jim Taylor Ph.D (2012), seorang pengajar di University of San Fransisco menuliskan sebuah artikel mengenai hal ini di situs Psychology Today.. Ada alasan yang membuat para politisi menganggap dirinya “bisa” berbohong meskipun sebenernya gampang juga untuk ketahuan..

Beberapanya itu: 1.) Teori yang udah sering kita dengar: Jika kebohongan atau janji2 palsu terus menerus diomongkan, orang2 akan berasumsi itu akan menjadi benar.. Hmm.. Pantes, gencar amat pas kampanye..

2.) Politisi sangat tahu kalo para pengikut mereka akan percaya janji2nya, meskipun bukti2 nyata menunjukkan yang sebaliknya.. Kalo ini sih, ada obatnya: jangan fanatik & taqlid buta sama seseorang.. Poin kedua ini yang membuat calon2 gampang mengkampanyekan janji2 yang bahkan nggak masuk akal.. Wong pengikutnya bakal percaya kok..

3.) Cognitive Biases, atau adanya bias2 pikir.. Cara kerja otak yang demikian efisien, mengurangi kebingungan dan kecemasan, serta membuat hidup jadi lebih sederhana, menimbulkan sejumlah bias.. Diantaranya “Confirmation Bias”; kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung asumsi kita sendiri, dan menolak informasi baru yang bertentangan dengan apa yang sudah diyakini..

Bener juga kata Taylor (2012) di akhir tulisannya: “So, politicians lie when they believe that dishonesty is the best policy for getting elected..”

Advertisements
This entry was posted in: me|write, think sotoy

by

"Tuhan.. tolong berikan rejeki berlimpah pada semua orang yang udah mampir ke blog ini.. Amiiinn.." ......(^_^!)

2 Comments

  1. Saya sendiri menyimpulkan politik indonesia melulu soal uang. Anggaran lah, dana kampanye, korupsi, dsb. Jadi nggak tertarik ke politik. Lagian nggak tahu ilmunya. Cuma ada ketertarikan baca buku politik buat tulisan-tulisan di blog. Seperti menghubung-hubungkan gitu ha ha ha…. 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s