Latest Posts

Ngarep ke mana hayyoo… ??

Pernah ketipu ?? atau pernah bikin janji sama orang kemudian orang itu nggak nepatin janjinya ??… Dulu pernah gw ngobrol sama beberapa orang wiraswasta yang gw anggap cukup senior dan mumpuni, mereka bilang begeneh “kalo mau bisnis tapi takut rugi, takut ketipu, mendingan nggak usah bisnis deh… itu udah makanannya orang berbisnis.. kalo mau sukses bisnis, itu udah harga yang harus dibayar..”

Sejauh pengalaman gw jalanin bisnis selama ini, perkataan mereka nggak pernah gw lupa… dan gw tidak seratus persen membenarkan, tapi juga nggak berani bilang kalo perkataan mereka itu salah… karena, yah bukan sebuah hal yang mustahil juga membangun sebuah bisnis tanpa harus ketipu…

Tapi dari yang gw jalanin, bahkan sejak dari gw coba-coba cari duit sambil kuliah dulu, ketipu, rugi, tidak ditepatinya janji oleh orang ketiga, emang udah sering gw alamin… Dulu, kalo gw janji sama seseorang, terus orang itu nggak nepatin janjinya, biasanya gw bakal kesel dan ngedumel, rasanya pengen makan orang bulet-bulet !!… Asli…!!!

Tapi sekarang rasanya beda… bawa’annya jadi udah biasa… menanggapi janji-janji sorga, basa-basi yang cuman sekedar lewat, percakapan yang kadang melambung terlalu tinggi.. rasanya datar-datar ajah… nggak terlalu ngarep, juga nggak terlalu pesimis… ya begitu ajah, ditepati syukur, nggak ya nggak papa…

Gw cuman nyoba mengambil hikmah dari apa yang gw udah alamin selama ini… Yang pertama, perbuatan ingkar janji itu sangat mengecewakan gw, dan gw berusaha nggak ngelakuin ini ke orang lain… Terus yang kedua, bener banget dah tuh kata si Aa’ Gym.. berharap kepada sesama makhluk itu sangat sangat melelahkan…

Mudah-mudahan Allah memberikan kita semua keyakinan yang seyakin-yakinnya bahwa hanya kepada Allah lah sebaik-baik tempat berharap… Amiiinn…

WWAAAAKKKSS…. LAGI – LAGI SOTOOOOOYYYYY… !!!

fitnah lebih kejam daripada ibukota

Ada seseorang yang gw kenal deket… cowok, dan belum menikah… cukup baik lah kalo di mata gw dan orang-orang sekitarnya… supel, dan temennya banyak dimana-mana, baik yang dunia nyata ataupun virtual.. orangnya jujur dan cukup bisa dipercaya dan boleh dikata dibilang baik sama teman-temannya… tapi gak tau kenapa, di mata keluarga intinya orang ini dipandang sebelah mata.. omongan dia selalu dianggap angin lalu saja di keluarganya… bahkan di mata keluarganya dia cenderung selalu dinilai salah atas apa yang dikerjakannya.. Padahal kalo gw pikir, jasa, pengorbanan dan usahanya untuk mensejahterakan keluarga intinya udah cukup lumayan loh…

Dia sendiri pun heran, kenapa semuanya serba salah di mata orangtuanya dan di mata saudara kandungnya… padahal dia jujur… menurut gw pun dia nggak melakukan sesuatu yang seharusnya tidak membuat dia dinilai seperti itu di mata keluarganya… Memang demi memajukan kesejehtaraannya, temen gw ini emang jadi jarang ada di rumah… pulang malem atau dinihari, bangun agak siang dan langsung ke kantor, terus pulang malem lagi… begitu seh keseringannya… weekend dia sering juga silaturahmi dengan temen2nya…

Dan akhirnya, inti permasalahan pun terbuka…. Ternyata kakak kandungnya sendiri sering ngomong yang nggak-nggak tentang dirinya ke kedua orangtuanya dan saudaranya yang lain… Mungkin si kakak ada penyakit iri dan dengki, dan berkat keahlian kakaknya bersilat lidah, dan mungkin karena si kakak anak pertama dan kesayangan orangtuanya, perkataan temen gw ini selalu dianggap angin lalu dan nggak dipercaya ama orang tuanya… si keluarga lebih percaya si kakak ketimbang dirinya…

Sampai saat ini dia lebih memilih untuk mengalah, tidak peduli seberapa remuk dan pedih perih di hatinya yang dia rasakan, dia memilih untuk bersabar, dan menurut ceritanya, saat malam tiba, menangis tersedu2 saat tahajjud menjadi penawar sakit hatinya sampai saat ini…

Segitu dahsyatnya fitnah…. Fakta menjadi tak berbicara, olah kata menjadi raja… Pelaku fitnah bersorak meriah, yang kena fitnah tersungkur ke tanah… Untung temen gw ini cukup sabar… dia berfikir bahwa Allah Maha Adil… Mungkin saja ini memang akibat dari dosa2 dia yang pernah dia lakukan dulu… Atau mungkin ada sesuatu yang nanti Allah akan berikan di ujung cobaannya ini…. Yang jelas, temen gw ini percaya, cepat atau lambat semua kebenaran pasti akan ditampakkan oleh Allah… cepat atau lambat Insya Allah semuanya akan “terbuka”… Allah mendengar do’a orang-orang yang didzalimi…

IPTEK Membuktikan Nilai Visualisasi

Description:
wah wah wah… nggak boleh meremehkan image training neh… (^_^)/

Ingredients:
oleh: Gobind Vashdev

Directions:
Bagi anda yang memiliki kencenderungan kuat di bidang IPTEK, ada suatu proyek riset yang mencengangkan yang dilaksanakan oleh Cecelia A. Prediger, seseorang lulusan Silva Method dan instruktur pendidikan fisika di Nyack Junior High School di New York. Ia ingin mengetahui lebih banyak tentang efek latihan mental terhadap kemampuan fisik.

Telah banyak studi dilakukan di masa lalu yang menunjukan suatu perbandingan antara latihan mental dengan latihan fisik. Sebuah laporan dalam buku klasik Psycho Cybernetic menceritakan tentang sebuah tim basket di mana pemain yang mengikuti latihan fisik kemampuannya meningkat 24 persen sementara mereka yang berlatih secara mental dan tidak melakukan latihan fisik apa pun, meningkat kemampuannya sebesar 23 persen.

Tapi belum ada pernah studi yang mengatakan apa yang akan terjadi bila seseorang menggunakan kedua latihan tersebut, baik fisik maupun mental. Menurut Prodiger, beberapa observasi dan tinjauan menyimpulkan bahwa “ Bila latihan mental dan fisik dikombinasikan, ada kencenderungan untuk menjadi lebih baik. Meskipun demikian, belum ada bukti-bukti jelas yang mendukung pandangan ini”

Maka selama bulan Oktober dan November 1987 ia memutuskan untuk mencari bukti tersebut.

Ia bekerja dengan 120 anak laki-laki dan perempuan dengan usia dari 11 sampai 13 tahun. Ia membagi mereka dalam grup_grup dimana satu grup berisi 40 anak, dan memiliki satu keahlian fisik untuk menguji mereka: mereka akan melakukan olahraga Hoki lapangan. Semua prosedur tertulis rapi, dan para instruktur yang membantunya dalam proyek ini dirotasikan sedemikian rupa dalam beberapa grup untuk menghindari kemungkinan hasil yang bias.

Pada hari pertama, tiap grup di uji untuk mengetahui berapa kali mereka dapat mengenai target sebuah marka lalu lintas. Dua grup mencatat skor total masing-masing 12 tembakan, dan grup ketga menghasilkan 13 tembakan.

Kemudian mereka menjalani tujuh hari sesi latihan. Satu grup mempunyai mempunyai waktu 5 menit di lapangan tiap harinya, menembaki marka lalu lintas. Grup kedua menghabiskan waktu 5 menit duduk di bangku cadangan, bermeditasi, dan membayangkan diri mereka menembakan pukulan ke marka lalu lintas. Grup ketiga membayangkan dua setengah menit bermeditasi,dan dua setengah menit berikutnya di lapangan dengan tongkat hoki di tangan, menembaki target.

Apa Hasilnya?

Grup yang berlatih secara fisik meningkat prestasinya dari 13 tembakan menjadi 22 tembakan, sebuah peningkatan sebesar 70 persen. Grup yang berlatih secara mental berubah dari hanya menghasilkan 12 tembakan pada pra test menjadi 20 tembakan pada post test, suatu peningkatan sebesar 68 persen.

Bagaimana dengan grup yang mambagi waktu latihan mereka? Apakah mereka juga akan berada dalam kisaran 68 sampai 70 persen? Lagipula, total waktu latihan mereka sama dengan kedua grup mereka sama dengan kedua grup lainnya, sama-sama 5 menit. Atau mereka mendapatkan keuntungan lebih dari keduanya, dan mungkin menghasilkan peningkatan lebih besar lagi?

Peningkatan mereka melebihi nilai kedua grup jika digandakan. Mereka mencapai peningkatasn dari 12 tembakan menjadi 31, suatu peningkatan sebesar 160 persen!.

Ini sama halnya dengan menggunakan kedua belah otak daripada satu saja; menggunakan dua kaki daripada satu.

Bayangkan bagaimana anda dapat meraih keuntungan bila anda menggunakan asset terbesar anda- pikiran anda – dengan cara ini. Bulatkan tekad anda untuk mulai melakukannya saat ini juga.

oleh: Gobind Vashdev

YEEY !! bisnis gw masuk finalis tingkat nasional versi wirausaha muda bank mandiri !!

Nyambung sama blog gw yang ini : http://ogieurvil.multiply.com/journal/item/124/roll_business_roll... Sama sekali diluar dugaan gw perusahaan gw bisa jadi finalis untuk mewakili tingkat Nasional, terus diikutin Expo Wirausaha Mandiri di JCC tanggal 22 – 23 januari kemaren….

Padahal awalnya cuman niat iseng-iseng aja adek gw ngedaftarin company ini ke kompetisi program wirausaha muda bank mandiri… setelah lolos ke 24 besar dari 100 peserta di wilayah Jakarta Timur sampe Cikarang, terus kemudian diadu dengan seluruh wirausaha sejabodetabek untuk mewakili tingkat Nasional…

Gw sama sekali nggak nyangka perusahaan yang dulunya gw rintis dari ruang makan dan nonton TV keluarga, dengan bermodalkan 1 buah komputer, plus kontroversi dari nyokap gw (khuhuhu).., ternyata bisa mengalahkan pengusaha muda lainnya di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang sampe Cikarang dalam kategori bisnis kreatif… Dan akhirnya dua wirausaha kategori kreatif terpilih mewakili Jakarta dan sekitarnya untuk berkompetisi di tingkat Nasional, dan satu wirausaha terpilih itu Alhamdulillah adik gw yang mewakili company gw…

Meskipun pada akhirnya untuk kategori kreatif yang menang adalah wirausahawan dari Yogyakarta dan Bandung, gw tetep seneng, karena kerja keras dan do’a gw selama ini sudah diperlihatkan hasilnya.. Mengingat tidak terhitungnya effort yang gw curahkan untuk perusahaan gw ini, entah berapa ratus malam tanpa tidur, entah berapa ember keringat dan airmata yang udah gw cucurkan… rasanya gimaannnaaaa gituh… hehe…

Gw yakin tanpa do’a orang tua pun ini hal yang mustahil terjadi.. meskipun nyokap awalnya dulu pengen banget gw jadi orang kantoran, tapi gw lebih milih tetep wirausaha karena bokap setuju… kalo dua-duanya nggak setuju, mungkin gw gak akan berani berwirausaha… bokap sedikit banyak sudah mengukuhkan gw untuk tetap terus pada jalan yang udah gw pilih, tepat pada saat titik nadir dan keraguan gw untuk memilih menjadi pegawai atau berwirausaha… saat itu bokap cuman bilang “terusin aja… semua yang udah kamu jalanin sejauh ini nggak akan sia-sia… tapi siap-siap, dua tiga tahun pertama kamu akan menderita !!!”…

Bener banget… awal yang sulit masi gw inget saat mulai berbisnis.. mulei dari pemasukan perbulan nggak menentu, sampe merelakan duit untuk dinvestasikan untuk beli macem-macem demi bikin kantor… dan akhirnya sempet jalan di tahun2 pertama itu gw cuman menggaji diri gw 1 juta perbulan… sisanya buat nabung inventaris untuk perkembangan kantor…

Alhamdulillah sekarang bisa jadi begini… semoga bisnis gw ini jadi berkah dunia akherat… lebih banyak bermanfaat buat lingkungan dan semua orang serta mengangkat martabat ummat… untuk semua yang telah mensupport gw selama ini, untuk semua klien dan semua yang pernah mempercayakan projectnya ke company gw… dari lubuk hati yang terdalam, gw mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya… tanpa kalian semua, gw nggak akan bisa sampai sejauh ini….

SUKSESS SEMUANYAAAAA !!!!

pasrah dan do’a…

Setelah selesai sholat Jum’at tadi, gw ngeliat seseorang berdo’a khusyu’ banget… saat banyak jamaah udah pulang, dia masih mengangkat tangannya lumayan tinggi untuk berdoa’… walau gw gak tau apa yang dia do’ain atau apa permintaannya, ngeliat kondisi itu gw jadi inget kalimat di sebuah bukunya Agus Mustofa.. “yang bisa merubah takdir itu hanyalah do’a..”

Apalah arti setiap usaha manusia kalo Allah tidak memberikan takdir akan hasil yang sesuai harapan.. gw berfikir do’a bisa menjadi salah satu bentuk kepasrahan kita sebagai manusia yang penuh kelemahan… manusia yang tidak berhak untuk sombong dan merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari manusia lainnya…

Ada juga yang beranggapan sebetulnya semua tindak-tanduk kita ini sebenarnya adalah wujud dari do’a yang kita yakini dan kita panjatkan.. jadi nggak heran kalo orang bener-bener berdo’a dengan niat baik, yakin, lurus untuk satu tujuan, biasanya tindak-tanduknya juga sesuai dengan arah proses menuju tujuan dan apa yang sudah dido’akannya itu… mungkin ini salah satu cara Allah mengabulkan do’a seseorang…

Mengharapkan semua kendali ada di tangan kita sama sekali nggak mungkin… mengharapkan semua keinginan kita pasti terpenuhi atau setiap orang berlaku seperti yang kita pingin pun itu mustahil… Gw gak tau berapa banyak orang yang kemudian menanggapi hal itu dengan sikap hati panas, emosi dan hilang logika dan kemudian mengambil tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain… Padahal cukup dengan mencoba untuk ikhlas dan berdo’a, “Ya Allah, tenangkanlah hatiku, aku pasrahkan semuanya kepadaMu…”.. efek yang ditimbulkannya pasti akan lebih bagus…

Smoga Allah menjadikan kita semua orang yang senantiasa pasrah kepadaNya, lurus do’a dan ikhtiar, dan mampu mengaktualisasikan arti kata “ikhlas” sepenuhnya… amiiin…