me|write, spiritual
Leave a Comment

WAG wkwk..

Di sebuah WA grup yang gw ikuti, ada seseorang yang menulis sebuah permohonan: Mohon untuk tidak memposting hal2 yang berkaitan dengan “menyepelekan” covid di grup ini, apalagi yang informasinya abu2 atau hoax..

Gw yakin, semua anggota grup membaca.. Karena cerita dia di grup sebelum menuliskan permohonan itu pun cukup memilukan.. Beberapa orang terdekatnya meninggal karena covid.. Dan dia meyakini awal tertularnya itu karena salah satu orang dalam lingkaran kerjanya ada yang covid tanpa gejala..

Tapi ada aja orang yang nggak peduli atau nggak punya empati.. Entah apa alasannya, postingan hoax tentang covid dan vaksinasi masih aja nongol di grup dari seorang member.. Sudah ditegor sama admin pun, nih orang masih ngenyel.. Walaupun endingnya ni orang ngerasa risih sendiri, dan akhirnya left grup jalur mandiri.. Hehe..

Ada beberapa grup juga yang gw ikuti, udah dikasi tau oleh admin: di grup ini posting yang santuy2 aja, nggak boleh politik.. Tapi ya tetep, masih ada ajee yang posting politik.. Sampe males mau ngingetinnya.. Ada satu grup yang gw left ya gara2 itu, nggak “nurut” sama peraturan grup.. Padahal peraturan grup itu pada dasarnya dibuat untuk kenyamanan bersama.. Harusnya juga menjadi komitmen bersama..

Posting link video youtube seseorang yang dia anggap pakar di grup, minta ditonton sampe habis.. Bro, pakar ada banyak bro.. Iya kalee satu ilmu tertentu pakarnya dia doang.. Hehe.. Apalagi gw lebih suka dengerin pakar yang nggak berpolitik praktis.. Seringkali kalo yang model begitu, ada selipan2 “sponsor” dan kepentingan lain..

Kadang gw bingung, segitu susahnya kah nurutin aturan sebuah grup WA ??.. Apa sih tujuannya melakukan itu ?? Emang kalo nggak ngeshare hal2 yang dia anggap bener banget di grup, terus dia jadi gatel2 gitu ya ??.. Atau jadi Hulk, terus kalap dan ngancurin yang ada di sekitarnya ?!?.. (^0^)/

Nggak bisa kah nggak se-egois itu dan memperhatikan kenyamanan member grup yang lain ??..

Menurut seorang Sufi, kita ada di dunia ini untuk belajar dua hal: belajar mengurangi sifat egois, dan belajar mencintai.. Kedua pembelajaran itu saling berkaitan.. Sebab, semakin seseorang tidak egois, semakin dia tidak mementingkan diri sendiri, dan semakin mampu dia mencintai orang lain.. Dan akhirnya, semakin dekat orang tersebut kepada Tuhan.. – Frager, Ph.D (2013) dalam “Obrolan Sufi”..

Saat seseorang nggak egois, makin dia bisa “melebur” ke dalam sebuah kelompok, semakin dia memperhatikan kepentingan2 pihak lain.. Bisa dalam hal menjaga kenyamanan bersama, saring sebelum sharing, dan lebih menjaga keutuhan grup, ketimbang “mengusik” grup dengan sesuatu yang bisa jadi “hanya” dia sendiri yang menganggapnya benar..

Ya gitu deh.. Sotoy gw lagi kumat kayaknya neh.. (@_@!)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s