me|write, think sotoy
Comments 2

ukhuwah wah..

Untitled-5“Ada orang non-muslim dateng ke pesantren, ramai2 disambut pake rebana, dikalungin sorban, dijamu, dan dido’ain.. Ini Islamnya dimana ?!?!?”.. Begitu kata khotib pas gw jum’atan di sebuah mesjid.. Kuping mulai panas, mata membara, gw tatap tajam2 tuh mata khotib dari jauh (sayang dia nggak natap gw, euh lagian ngapain juga yak.. gyaha..)..

Niatnya, kalo masih lanjut ngomong politik dari atas mimbar, gw mending cabut ajah, sholat dhuhur di rumah.. Untung lanjutan ceramahnya nggak parah2 amat.. Tapi ya tetep, banyak buruk2nya negeri ini versi dia sendiri aja yang diomongin..

Lagian, apa yang salah sih dari peristiwa: ada orang non-muslim, dateng ke pesantren, terus disambut pake rebana dan dikalungin sorban ??.. Dia tanya Islamnya dimana, ya Islamnya ya di situ !! Menyambut baik tamu / orang lain dengan ramah dan santun..

Memangnya sorban, rebana, dan musik punya agama ??.. Kesemua itu kan produk akal (budaya), hanya medium, netral, nggak ada sangkut pautnya sama Islam secara substansi.. Seumur2, gw nggak pernah liat tuh ada sorban dan rebana baca Syahadat, terus rajin ke mesjid saat Adzan berkumandang.. Gyahaha..

Tahu istilah “Ukhuwah Islamiyah” ??.. Maknanya ada banyak versi.. Yang banyak sih artinya persaudaraan (keguyuban, kebersamaan, kesatuan) diantara orang2 Islam.. Abis baca2 lagi, gw merasa bodoh kalo mengartikan istilah itu “hanya” untuk orang Islam saja..

Menurut Cak Nun, kata yang digunakan adalah “Ukhuwah Islamiyah”, bukan Ukhuwah-Muslimin, atau Ukhuwah Bainal-muslim wal muslim, atau macam2 pertalian di kalangan muslim.. Jadi menurut beliau, Islamiah tersebut merupakan kata Sifat..

Sederhananya, Ukhuwah Islamiyah adalah suatu persaudaraan yang dijalankan dengan sifat prinsip2 keislaman, dan nafas keislaman.. Persaudaraannya antar siapa ??.. Antara sesama manusia..

Gw lebih suka kalo ditambahin lagi, “persaudaraan” dengan seluruh makhluk hidup / ciptaan di alam semesta.. Bukankah ada, orang yang menganggap kucing, kelinci, atau burung peliharaannya seperti keluarga sendiri ??.

Buat gw pengertian ini lebih keren, dan sangat lebih mengarah kepada islam yang Rahmatan Lil Aalamin, yang memberikan damai dan keselamatan bagi seluruh alam semesta..

Pada kenyataannya, seseorang nggak akan mampu menilai orang lain hanya dari agamanya saja.. Terlebih dengan pelabelan kafir dan sejenisnya.. Karena kalo dilihat dari sudut pandang pemeluk agama lain, ya gw ini juga bisa disebut kafir..

So, istilah2 kafir dkk tersebut sepertinya nggak bisa dirangkum dalam satu perspektif ataupun satu arti tunggal.. Dalam pendewasaan kehidupan, akui saja sambil terus belajar bahwa label2 tersebut adalah hal yang kompleks.. Bahkan hanya Tuhan yang tahu persis maknanya..

Toge, krupuk, wortel, bumbu kacang, dan tahu, nggak mungkin mau “ber-ukhuwah” dalam satu piring gado2 kalo saling melabeli dengan kata kafir..

Advertisements

2 Comments

  1. kayaknya mendekati pilpres makin banyak tuh di mimbar bhs politik,makin serem ajasih bahasannya, kadang krn ga setuju dgn calon sebelah, sampe melabeli dgn bahasa kasar*padahal ngakunya ngustaz* atau demi citra ‘ideal’ biar terlihat ‘ngislami’ tiba2 ada yg dapet julukan santri dan ulama ‘instat’ juga– politik indonesia dagangan paling lakunya yang tetap jualan agama, itu aja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s