me|write, think sotoy
Comments 2

diri merdeka persepsi Hamka..

Untitled-2Persepsi bisa jadi salah satu resep sukses seseorang.. Melihat suatu hal secara optimis atau pesimis, kalau disadari mendalam, juga merupakan dua buah lensa / persepsi yang bisa dipilih.. Kalo liat banyak orang sukses, umumnya mereka punya lensa2 unik yang dia kumpulkan dari banyak sumber & pengalaman, sekaligus mampu menggunakannya di momen2 yang tepat..

Pakar kreativitas Edward de Bono dan psikolog Harvard, David perkins melihat persepsi sebagai bagian terpenting dalam berpikir.. Studi Perkins menyimpulkan, 90% kesalahan berpikir terjadi karena kesalahan persepsi.. Tidak peduli sebagus apapun logika seseorang, kalau persepsinya salah, maka; opini, kesimpulan, atau solusi akhirnya juga akan salah..

Nggak jarang kan kita melihat logika2 aneh yg bersumber dari persepsi yg aneh juga dari para haters.. Mulai dari berita yang dipelintir, teroris jadi syuhada, ulama hebat difitnah, korupsi nggak papa kalo niatnya baik, do’a dicampur kritik, dan lain sebagainya.. Di mata mereka yang menggunakan lensa / persepsi normal, sebagus apapun logika yg disusun untuk membangun kesimpulan model begitu, tetep aja jadi aneh, dan nggak jarang malah jadi bahan tertawaan.. hehe..

Haters melihat dengan lensa kebencian.. Dan sepertinya mereka kurang mampu “mengumpulkan” serta menggunakan lensa2 yang lain.. Rasa benci itu adanya di hati.. Rasa2 di dalam hati itu lah hendaknya yang diwaspadai.. Karena di dalam Qur’an sudah disebutkan, kalau hati itu bisa terkena penyakit.. Dan sebaliknya, perintah penggunaan akal pikiran bertaburan.. Bukannya nggak boleh pakai hati.. Sebagai pertimbangan, sangat boleh menggunakan hati, namun saat pukul gong final, akal yang sebaiknya dikedepankan..

Apa arti merdeka bagi diri ini kalau masih terpenjara emosi negatif di dalam hati ??.. Apakah seseorang bisa disebut merdeka saat memasungkan akal pikirannya begitu saja pada orang lain atau organisasi ??.. Bisakah diri ini merdeka kalau pikirannya terjajah oleh pikiran2 orang lain, yang bahkan masih merujuk pada pemikiran dari abad2 yang telah lalu tanpa berani mengkritisinya sama sekali ??

Simak dua paragraf terakhir ini yang gw kutip langsung dari bukunya Buya Hamka:

“Kita sama sekali tidak merdeka, kalau masih terikat oleh kebiasaan, apalagi oleh khurafat yang turun temurun atau pendapat yang telah terbiasa, atau oleh sentimen orang banyak yang tidak berujung pangkal.. Semuanya itu tidak boleh mempengaruhi kita.. Semuanya harus ditimbang dengan akal, dibandingkan, dan kalau perlu dibantah !!”

“Ingatlah !! Kekayaanmu yang sebenarnya ialah kemerdakaan & kebebasanmu.. Tidak ada yang dapat membelinya walaupun dengan emas sebesar gunung..!!”

Advertisements

2 Comments

  1. Wah, setuju, merdeka itu mahal banget, sama kayak keyakinan diri. Selamat hari merdeka Kak Ogie!

    Ngomong-ngomong, kutipan Buya Hamka itu judul bukunya apa? Tertarikk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s