All posts tagged: merdeka

Islam dan Kemajuan – Buya Hamka..

Ngeliat salah satu postingan di grup WA: Paytrend haram, eMoney haram, GoPay haram.. (*_*!).. Padahal buat gw itu adalah suatu bentuk kemajuan yang membuat sistem pembayaran jadi makin praktis.. Nambah deh, tulisan Buya Hamka yg buat gw wajib diabadikan di blog gw.. Berikut beberapa paragraf kutipan langsung dari bukunya Buya Hamka “Tasawuf Modern”.. Dan hebatnya, beliau menulis ini di tahun 1939: “Meskipun bagaimana, kemajuan tidak bisa ditahan. Tetapi pemuka2 agama mencoba menahan kemajuan itu, mencoba menghambat air yang yang hendak mengalir ke lautan.. Mereka takut kalau manusia memperoleh kebebasan akan terlepas dari cengkeramannya.. Sebab itulah mereka membuat bermacam2 aturan dan undang2, mengatakan bahwa orang yang mencari kebahagiaan dalam dunia adalah sesat, orang yang tertipu oleh hawa nafsu..” “Sehingga kelihatan tiap2 orang yang telah berpegang dengan agama menjadi orang bodoh, dungu, tidak teratur pakaian dan kediamannya, tersisih dalam pergaulan.. Padahal bukan begitu hakikat pelajaran agama yang hanya bikinan sempit paham kepala2 agama saja..” “Agama Islam tidak mengakui taklid buta, tetapi mengajak akal supaya bekerja menyelidiki hingga akhirnya.. Agama Islam bersorak memanggil akal supaya bekerja, jangan lalai …

Kemerdekaan Berfikir dalam Islam – Buya Hamka.

Beberapa paragraf dari Buku Buya Hamka “Lembaga Hidup” (1962 – cetakan keenam) rasa2nya harus gw abadikan di blog gw deh.. hehe.. Soalnya kelihatan cocok untuk kondisi sekarang.. Agak panjang memang, tapi akan ketahuan, seseorang dengan LEVEL “BUYA” itu memang beda.. Buah pikirnya bisa melesat jauh ke masa depan.. Kutipan langsung ini ada di bab “Qur’an Untuk Zaman Modern”, sub bab Kemerdekaan Berfikir: “Bila cahaya Islam memancar, yang lebih dahulu kena sorotnya ialah AKAL.. Sorot dari alam ghaib yaitu wahyu Tuhan, agama yang dibawa oleh Nabi, dan sorot yang tersedia pada diri manusia, ialah akal.. Maka BERGABUNGLAH kedua cahaya itu jadi satu, datang dan hinggap cahaya petunjuk Ilahi itu ke atas akal, sehingga berdempetlah cahaya ke atas cahaya, yang oleh Al Qur’an dikatakan “Cahaya di atas cahaya” (QS. 24:35)..” “Adapula yang menyuruh orang putus asa memikirkan hikmat agama.. Disuruhnya orang MEMBERHENTIKAN perjalanan akal.. Lebih daripada itu, mereka hendak MENGUASAI pula perjalanan pembagian dosa dan pahala.. Mereka DAKWAKAN bahwa MEREKALAH wakil Allah di dunia.. I’tikad kepercayaan terhadap Tuhan dan segala yang didapat panca indera ini, tidak boleh …

diri merdeka persepsi Hamka..

Persepsi bisa jadi salah satu resep sukses seseorang.. Melihat suatu hal secara optimis atau pesimis, kalau disadari mendalam, juga merupakan dua buah lensa / persepsi yang bisa dipilih.. Kalo liat banyak orang sukses, umumnya mereka punya lensa2 unik yang dia kumpulkan dari banyak sumber & pengalaman, sekaligus mampu menggunakannya di momen2 yang tepat.. Pakar kreativitas Edward de Bono dan psikolog Harvard, David perkins melihat persepsi sebagai bagian terpenting dalam berpikir.. Studi Perkins menyimpulkan, 90% kesalahan berpikir terjadi karena kesalahan persepsi.. Tidak peduli sebagus apapun logika seseorang, kalau persepsinya salah, maka; opini, kesimpulan, atau solusi akhirnya juga akan salah.. Nggak jarang kan kita melihat logika2 aneh yg bersumber dari persepsi yg aneh juga dari para haters.. Mulai dari berita yang dipelintir, teroris jadi syuhada, ulama hebat difitnah, korupsi nggak papa kalo niatnya baik, do’a dicampur kritik, dan lain sebagainya.. Di mata mereka yang menggunakan lensa / persepsi normal, sebagus apapun logika yg disusun untuk membangun kesimpulan model begitu, tetep aja jadi aneh, dan nggak jarang malah jadi bahan tertawaan.. hehe.. Haters melihat dengan lensa kebencian.. Dan …

MANUSIA INDONESIA – Sarlito Wirawan Sarwono

Dapet share dari temen.. Bagus nih, wajib di taro di blog buat renungan.. hehe.. Dah gitu ngangkat teori Locus of Control yang pernah gw posting di sini.. MANUSIA INDONESIA Sarlito Wirawan Sarwono* Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek “Samsung” (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif (“H” dari Hyundai versus “H” dari Honda). Padahal Korea pernah “dijajah” Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat …