me|write, my life stories, spiritual
Comments 4

rinci mengamati..

Untitled-1Menjadi pertanyaan baru buat gw, kenapa ya buku favorit gw bukan Al-Qur’an ??.. Padahal dari dulu gw suka banget baca buku..  Tapi, kenapa juga di waktu yang sudah berselang lama itu gw nggak sering nyoba baca terjemahan Qur’an secara rinci “by myself”.. Dalam arti bener2 baca dan merenunginya sendiri ayat2Nya, jadi bukan hanya tahu apa2 yang dari guru2 gw dulu ajarkan..

Setelah udah beberapa waktu mencoba baca sendiri, memang ini kitab yang penuh dengan bahan perenungan dan pemikiran.. Seseorang bisa saja terinspirasi mengenai apapun, tergantung dari niat di hatinya.. Mungkin ini yang menyebabkan alasan / dalil2 dari banyak argumen, bisa didasari dari isi kitab ini.. Termasuk bunuh2an pun bisa..

Pendek kata, tiap orang bisa saja menarik benang merah isi kitab ini ke hal2 yang dia inginkan.. Contoh yang udah gw lakukan itu di postingan yang ini: “Kreativitas & Al Qur’an..”.. Karena perlu “mikir” lebih jauh inilah mungkin yang menyebabkan, kitab ini sulit jadi buku favorit gw..

Yang gw rasain, banyak kalimat yang terkesan mengambang, bisa multitafsir, dan bahkan bisa saja jadi terkesan membingungkan.. Sepertinya jadi sebuah hal yang nggak mudah untuk mempelajari makna Qur’an.. Tapi kan, di Qur’an jelas banget dikatakan: Qur’an itu dimudahkan untuk pelajaran (QS. 54:17, 22, 32, 40).. Dan Qur’an itu untuk semua manusia (QS. 03:138).. Mungkin masih ada yang “kurang” dari diri gw untuk bisa mudah ngambil ‘pelajaran’ atau membuat makna / penafsiran tertentu yang kemudian bisa diambil jadi pelajaran / pemahaman praktis..

Teringat pernyataan: agama dan sains bukanlah saingan, tapi saudara kembar.. Ibarat Yin dan Yang, bisa jadi keduanya akan lebih oke kalo “berjalan seimbang”.. Bisa jadi gwnya yang masih kurang banyak baca buku, atau bisa jadi juga gwnya yang justru sangat kurang membaca terjemahan dari Qur’an.. Kalo dipikir2 lagi, emang kenyataannya sejauh ini, gw lebih sering mengaji arabnya saja, ketimbang mengkaji lebih jauh terjemahannya.. Akibatnya, mengambil sesuatu dari situ masih belum jadi yang cepat bisa dilakukan..

Gw bukan ustadz, apalagi ahli tafsir.. Gw hanya orang biasa yang sangat penasaran sama agama gw sendiri..  Gw meyakini, Al Qur’an itu seperti sumber telaga ilmu yang nggak ada habisnya, bisa menjadi bahan mentah ijtihad sampai akhir zaman.. Gw yakin isinya akan bisa “cocok” dimaknakan di zaman apapun terkait dengan esensi kebaikan dan kebenaran, ataupun solusi dari permasalahan di sebuah zaman.. Termasuk di zaman yang akan datang..

Yang jadi masalah, manusianya aja yang sepertinya kurang peduli / nggak memperhatikan Qur’an lebih rinci (QS. 25:30), atau menganggap remeh (QS. 56:81), atau malas berpikir lebih dalam untuk memaknakan ayat2 Alloh.. Karena yang bisa dapet pelajaran dari Qur’an itu memang hanya orang yang mau berpikir (QS. 38:29).. Attaaauuuu, mungkin juga kita ini sudah terlanjur puas sampai pada level membaca “terjemahan”nya saja, dan tidak melanjutkan pada level “memikirkan”nya..

Advertisements

4 Comments

  1. Betul banget! Padahal Al-Quran adalah petunjuk, kita sebagai manusia yang sering salah arah, suka luput dari memahami petunjuk tersebut sesuai dengan bahasa kita.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s