me|write, spiritual, think sotoy
Comments 8

4 dimensi ?!? yang bwener ?!?

USG 4 dimensi ?!? , teater 4 dimensi ?!? hehehe…. Memang kalo mau laku “jualan” mesti pake istilah yang nggak umum sih yah, biar laris… Sesuai sih sama teori2 marketing… Tapi kalo yang gw ngertiin, secara “default”nya, selama kita masih hidup di dunia kita ini yang berdimensi 3, nggak akan bisa tuh membayangkan dimensi 4 kayak apaan…

Pernah denger disebutkan “langit” diciptakan 7 lapis ?? Dari yang gw2 baca sih banyak penafsiran akan hal ini, ada yang menafsirkan langit pertama itu planet2 yang kita kenal, langit kedua itu bintang2, langit ketiga itu bintang2 yang lebih jauh lagi, dan seterusnya.. Ada lagi yang menafsirkan dengan 7 lapisan atmosfir kita yang stratosfer, dan fer-fer lainnya (sumpe gw kagak apal nama dan urutannya..!! hehe…)…. Yaa… Berbeda sudut pandang itu wajar banget…

Meski semua cuman asumsi, tapi dari semua konsep “langit” yang pernah gw baca, gw paling sreg sama langit yang dikaitkan dengan konsep dimensi.. Dunia, euh, tepatnya alam semesta tempat kita tinggal ini adalah langit pertama berdimensi 3, langit kedua berdimensi 4, langit ketiga berdimensi 5, dan seterusnya sampe langit ketujuh yang berdimensi 9…

Dan dimensi yang lebih tinggi tersusun dari / atau meliputi dimensi yang lebih rendah…
Langit kedua yang berdimensi 4 itu merupakan alamnya Jin tempat mereka menjalankan kehidupannya… Dengan konsep ini, logis kalo dikatakan alam 3 dimensi tempat kita hidup ini berdampingan dengan alam jin… Langit yang ketiga berdimensi 5 sampe langit keenam yang berdimensi 8 itu alamnya para arwah menunggu datangnya kehidupan akhirat, di langit keberapa mereka akan tinggal, tergantung kesucian amal mereka, makin bagus makin tinggal dilangit yang lebih tinggi… Dan disebutkan, akhirat itu berada di langit yang tertinggi yakni langit ketujuh…

Mata dan proses kerja otak kita cuman mampu mengerti sampe “sesuatu” yang berdimensi 3 saja, jadi mustahil menggambarkan sesuatu yang berdimensi 4, baik itu oleh orang yang berimajinasi paling tinggi sekalipun di muka bumi ini… Coba aja gambar di kertas sesuatu yang dimensinya 4, hehehe, sampe 3 kali puasa dan 3 kali lebaran ala bang toyyib dijamin gak mungkin bisa… Kita paling banter bisanya gambar “sesuatu” yang berdimensi 3, dan hanya melakukan asumsi saja bagaimana alam 4 dimensi tersebut…

Biar lebih bisa ngerti konsep dimensi, bagusnya kita turun ke dimensi yang lebih rendah… Bayangin… atau kalo masi inget pelajaran matematika SMA dulu, coba di sebuah kertas gambar kubus 3 dimensi (punya volume)… Perhatikan, di dalam kubus ada garis yang terdiri dari satu dimensi (panjang saja), dan gabungan dari garis2 akan berbentuk bidang datar / kotak yang berdimensi 2 (panjang dan lebar = luas)…

Anggaplah alam semesta tempat kita tinggal ini ada pada kubus ituuuuu, di bidang datarnya yang punya dimensi 2, hanya punya konsep panjang dan lebar, tipis ibarat uang kertas, tapi tanpa volume sedikitpun… “Penghuni” disitu otomatis cuman bisa maju mundur, kiri kanan, nggak bisa ke atas dan kebawah… Yang tinggal disitu gak mungkin kebayang konsep dimensi yang lebih tinggi atau konsep “volume” yang ada pada dimensi ketiga, mereka cuman mengerti konsep “luas”…

Langit dengan jumlah dimensi yang lebih tinggi dapat melihat dimensi-dimensi dibawahnya seperti kubus melihat bidang datar dan garis…. Ibarat bayangan kita yang 2 dimensi, kalo mereka hidup bisa lepas dari kita dan mereka lagi nongkrong bareng, mereka gak akan menyadari adanya kita, tapi kita yang berada di dimensi yang lebih tinggi bisa melihat mereka… Itulah kenapa jin bisa liat kita dan kita gak bisa liat mereka, karena mereka berada dalam “langit” yang lebih tinggi yang berdimensi 4… Kadang-kadang sebagian “sisi” wujud dari mereka bisa nempel ke dimensi kita tanpa membawa dimensi keeempatnya, maka terjadilah yang populer disebut dengan “penampakan”… hehehe…

Konsep dimensi ini buat gw menarik, karena bisa menjelaskan hal seperti Isra‘ Mi’raj yang notabene merupakan perjalanan lintas dimensi… Lah ?? Emang bisa kita pindah ke dimensi yang lebih tinggi ?? Jawabannya.. BISA… tapi mesti dibantu oleh makhluk yang dimensinya lebih tinggi… Ibarat ada sebuah stikcer (2 dimensi) yang nempel di tembok datar, supaya bisa kita bawa ke dimensi kita yang bervolume, yah kita cabut aja dari tembok, kebawa deh ke dimensi 3…

Kalo gw pikir, inilah kenapa Rasulullah saat Isra‘ Mi’raj didampingi oleh malaikat Jibril dan Buraq yang berasal dari “langit” yang berdimensi lebih tinggi.. Saat kita akan meninggal pun (yang bahasa kerennya “pindah dimensi”… hehehe..) ada yang jemput kita yakni malaikat yang juga berasal dari dimensi yang lebih tinggi untuk membawa kita… Ada beberapa kasus diculik jin (tauk bener tauk kagak), atau pergi ke alam jin dalam mimpinya, biasanya ada jinnya juga yang mendampingi atau membawanya…

Yang jelas suatu saat nanti kita akan “melihat” langit-langit yang lebih tinggi itu semua… Kapan ?? yah, nanti setelah kita pindah ke dimensi yang lebih tinggi alias nanti pas ko’it… hehe… Pada saat itu, hijab dibuka dan kemampuan kita melihat bakal lebih gokil dari sekarang… Seperti disebut di Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (QS 50:22).

Memang agak rumit ngebayanginnya kalo lewat tulisan ngomongin soal dimensi, untuk bisa kebayang lebih jelas, ini ada link video bagus dan sederhana serta mantep buat yang kepengen tau lebih jauh tentang konsep dimensi :

Dr. Quantum and The Flatland…

Dari video ini bisa dibayangkan konsep jin aja dengan mudah bisa liat kita, apalagi Allah di langit yang paling tertinggi dengan dimensi yang paling tinggi dan kompleks… Pasti gampang banget dah tuh ngeliat kita semua… hehe…

That’s why i love quantum physics !!

Semoga bermanfaat…

Advertisements

8 Comments

  1. ada yang berpendapat seperti itu… tapi banyak banget juga yang membantah… Waktu itu cuma bagian dari alam semesta kita ini, bukan dimensi keempat.. Isi alam 3D kita ini menurut sudut pandang fisika terdiri dari 4 hal: materi, energi, ruang dan waktu… Fisikawan ada yang berpendapat kalo ada sesuatu yang melebihi kecepatan cahaya, maka “waktu” di dunia kita ini buat sesuatu itu akan berhenti…

    Like

  2. Waktu itu dimensi ke 7, dimana malaikan sendiri gak cukup mampu untuk menembusnya :Ddimensi keempat itu superstring, dimensi kelima itu superenergy, dimensi keenam itu supergravity, dimensi ketujuh itu time (prerogative Allah)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s