All posts tagged: skill

melanggar aturan 10.000 jam..

Mungkin kita kurang kenal dengan nama Herbet Simon & William Chase.. Mereka adalah peneliti yang hasil eksperimennya menyimpulkan bahwa: nggak ada pecatur yang mampu meraih gelar grandmaster catur dengan  latihan intensif kurang dari 10 tahun.. Beberapa peneliti juga membahas hal ini dan membawa aturan ini ke bidang / domain ilmu yang lain.. Seperti tenis, renang, lari jarak jauh, penulis, ilmuwan, dan diagnosis medis.. Ternyata aturan 10 tahun ini pun terbukti di situ.. Malcolm Gladwell kemudian mempopulerkan lagi teori tersebut, dan melalui temuannya ia ‘mengembangkan’ lagi, atau mengubah istilahnya menjadi aturan 10.000 jam.. Ia menyatakan; untuk meraih prestasi tinggi, diperlukan deliberate practice (latihan berkualitas untuk meningkatkan skill) selama 1.000 jam per tahun, dan untuk prestasi yang diakui dunia, perlu 10 tahun lagi harus menggeluti bidang tersebut.. Namun teori dari Gladwell ini bukannya tanpa kritik.. Karena sekarang pun mulai terlihat adanya orang yang mampu melanggar aturan tersebut, termasuk dari Indonesia.. Yang lagi rame kemaren itu Joey Alexander, anak 12 tahun yang mampu menunjukkan kemampuan bermain jazz piano kelas dunia.. Joey masuk dalam nominasi Best Improvised Jazz Solo …

perilaku laku..

Sempat mengobrol sama seorang dosen senior sangat.. Beliau sempat ngomong tentang attitude beberapa mahasiswanya yang seringkali “kelewatan”.. Entah itu lewat deadline, lewat kelas doang (kagak masuk), dan nasehat2 pengajar juga cuman lewat kupingnya doang.. hehehe.. Sang dosen juga udah ngasi petuah ke mahasiswa2 itu: “Meski punya skill tinggi, tapi kalo attitudenya nggak bener, tetep akan susah diambil kerja oleh perusahaan..” Bener sih.. Selama ini kalo gw pikir2 lagi, semua mahasiswa yg gw ambil magang ataupun untuk bekerja, faktor attitude jadi hal yang cukup menentukan.. Seorang dosen lain yang juga praktisi pernah ngomong ke guwa begini: “Kalo punya bawahan yang attitudenya jelek, ampuuuun deh mas rasanya..”.. Ya gitu deh, malah jadi nambah masalah.. Nggak usah bawahan, kalo kita punya temen satu tim atau satu kelompok bikin tugas yang attitudenya jelek aja, pasti berasa deh tuh “jleb”nya.. Siapa coba yang bisa tahan ngadepin orang yang selalu melihat dari perspektifnya sendiri dan bertindak semaunya sendiri ??.. Kalo model mahasiswa yg sering gw liat yang attitudenya kurang itu umumnya ya nggak mau diikat oleh peraturan.. Jadwal masuk jam berapeee, …

bermain musik sumbang..

Kalau memperhatikan kasus Rohingnya, gw jadi inget lagi analogi agama dari KH Ahmad Dahlah: “Hakikat agama itu seperti musik, di tangan orang yang pandai memainkannya, dia akan indah, cerah dan mendamaikan.. Namun di tangan orang yang nggak pandai memainkannya, dia akan jadi sumbang, kacau, meresahkan dan tidak menentramkan, bahkan bisa jadi bahan tertawaan..” Di agama apapun, pernyataan dari beliau ini bisa berlaku.. Meskipun Buddha bukan agama langitan (samawi), tetap saja yang gw pahami sih, ajarannya tetaplah ajaran yang sangat berorientasi pada kebaikan.. Agama mana yang tidak ??.. Gw baca biografinya Siddharta Gautama, euh, meskipun yang dalam bentuk komik tebal 8 jilid itu sih.. Dan di situ banyak sekali pemikiran2 hebat yang disampaikan oleh Siddharta.. Dan pemikiran2 beliau tidak didapat begitu saja dengan mudah.. Begitu banyak lika liku kehidupan, termasuk penderitaan yang sudah dilewati sekian lama sehingga beliau sampai pada tingkat “tercerahkan”, dan kemudian mampu memberikan pencerahan pada sekian banyak orang lainnya hingga sekarang.. Bagi sebagian orang, agama bisa menjadi alat politis atau alat lain, yang kadang memang sengaja ditunjukkan dengan beragam atribut untuk mencapai maksud …