motivasi untuk dihibur..
Euh, masih berkaitan dikit sih sama postingan gw yang terakhir kemaren, yang “bye bye shonen magz”.. Tanpa sengaja tak terduga, pas gw baca2 lagi salah satu buku referensi tesis gw, gw nemuin, ternyata ada loh alasan2 dari dalam (intrinsik) yang menjadikan alasan atau apa motivasi kita memilih sebuah bentuk hiburan.. Entah kita ini sadar atau nggak akan hal ini.. Kalo orang luar sono memang hebat2 ya risetnya.. Seakan2 para periset itu hidupnya emang buat riset, untuk menemukan atau membuktikan sesuatu.. Disini kayaknya, para periset masih harus memikirkan cara “nyari beras” selain mikirin risetnya… gyehehe.. Balik ke topik.. Banyak faktor yang mempengaruih kenapa seseorang memilih media atau bentuk hiburan tertentu, bisa budaya, situasi, termasuk juga personalitas atau kepribadian seseorang.. Tapi yang gw pengen tulis disini, karena berkaitan dengan keputusan gw untuk nggak lagi berlangganan shonen magz, yang gw pake itu teorinya Groeben & Vorderer (1988).. Menurut mereka, para penikmat hiburan itu umumnya memilih, dan lebih khususnya, menikmati hiburan yang ada tantangannya buat mereka, tetapi hanya sampai titik tertentu dimana tantangan tersebut masih bisa mereka kuasai.. Secara …




