All posts tagged: berbeda

berbeda untuk bertemu..

Saat pertama kali teleskop Hubble diluncurkan, ternyata tuh teleskop nggak langsung ‘mulus’ bekerja sesuai harapan loh.. Ada masalah dalam pem-fokus-annya.. Cukup mendasar sih, karena mana enak menggunakan sebuah teleskop yang gagal fokus ??.. Para ahli NASA pun cukup puyeng mikirin solusi dari masalah ini, dan project yang bernilai jutaan dollar ini seakan ditakdirkan untuk gagal.. Insinyur listrik James Crocker (yang tahu masalah ini dari sebuah seminar di Jerman) pada akhirnya berhasil memberikan solusi terbaik bagi NASA.. Lucunya, ia mendapat inspirasi solusi dari pancuran kamar mandi bergaya Eropa yang susunan tangkainya bisa diatur sesuka hati di sebuah hotel.. Di kepalanya terbayang lengan2 bersendi yang bisa dikendalikan pada pancuran air, dengan ujungnya adalah kaca2 dari Hubble.. Penggabungan konsep teleskop dan kepala pancuran mandi menghasilkan solusi yang oke bagi NASA.. Dua hal / konsep yang bisa dibilang jauh berbeda, saat dipertemukan bisa menghasilkan hal yang luar biasa.. Tau kamera kapsul (pill camera) ??.. Sebuah kapsul yang bisa kita telan pada umumnya, hanya saja isinya bukan obat, tapi lampu kecil dan kamera.. Fungsinya untuk melihat “isi” perut / saluran …

MindMeld..

Film keren Pacific RIM menimbulkan kepo2 baru di kepala gw.. Salah satunya itu saat pilot cowok ngomong ke Mako (pilot cewek): “Don’t chase the rabbit..”.. Gw pikir itu rabbit kelinci.. Ternyata bukan, tapi R.A.B.I.T (Random Access Brain impulse Trigger).. Di film itu, dua otak pilot bergabung menjadi satu dan larut dalam mesin Jaeger.. Kedua pilot berbagi memori, insting, dan emosi.. Di situ proses penyatuan dua otak disebut “Drifting”.. Kalo dalam science masuk ke kategori Mind Meld, dimana komputer dikendalikan oleh lebih dari satu otak manusia.. Saat proses drifting, dibutuhkan ketenangan, dan kedua pilot harus menjaga pikiran mereka untuk tidak terganggu oleh pikiran atau memori apapun.. Bisa diliat di filmnya, saat ingin drifting, pilot menarik nafas dalam dan memejamkan matanya untuk mendapatkan kondisi rileks, sebuah syarat dari  proses drifting.. Saat itu Mako “mengejar” R.A.B.I.T, terjebak memorinya sendiri, dan mind meld menjadi gagal.. Satu otak manusia “berpadu” dengan mesin sudah terbukti bisa.. Teknologi Brain-Computer Interfaces (BCIs) sudah membantu para disabilitas mengontrol kursi roda mereka dengan gelombang otak.. Nah, kalo dua otak bisa nggak ya ?? Ternyata bisa …

hati hati bisa bisa bias..

Abis baca suatu bab dalam sebuah buku, gw jadi teringat lagi komen seorang blogger di sebuah postingan gw di multiply dulu: “hidup dalam perbedaan itu sulit bro..” Sekarang gw makin paham kalo hidup dalam perbedaan itu sebuah hal yang sangat lumrah dan sangat wajar, kalo nggak mau dibilang sebuah kepastian.. Sepertinya malah nggak mungkin seseorang bisa hidup dalam sebuah “society” tanpa menghadapi perbedaan.. Perbedaan di sini maksudnya perbedaan mental, emosional dan kogintif / pemikiran.. Kalo fisik sih, udah jelas memang pada berbeda.. Hasil2 studi atau riset kajian ilmiah pun ternyata sangat bergantung pada cara seseorang menafsirkan bukti2 yang ada.. Nah, bicara soal penafsiran, maka tidak bisa lepas dari persepsi, dan bicara soal persepsi berarti bicara gimana seseorang membangun “realitas”nya sendiri, atau keyakinan seseorang atas apa yang ada disekitarnya.. Sejak 50 tahun lalu para peneliti, ilmuwan, psikolog dan sosiolog penasaran dengan proses berpikir manusia dalam membentuk keyakinan seseorang.. Ternyata faktor lingkungan jadi faktor yang cukup menentukan.. Namun faktor tersebut juga bisa jadi bumerang.. Karena banyak bias2 yang bisa ditimbulkan dari lingkungan sekitar.. Jadi, menurut Newberg & …