All posts filed under: think sotoy

“ditarik” rasa mampu..

Aaakkk.. banyak banget tugasnyaaa.. Mungkin kurang lebih begitu isi kepala mahasiswa gw pas gw lagi ngasi tugas borongan.. Yah, bagaimanapun, desain grafis itu seni terapan.. Sebuah skill problem solver yang beroutput visual.. Dan yang namanya skill, jelas perlu latihan yang buanyak.. Keuntungan dari tugas banyak yang bisa jelas terlihat itu ya umumnya kemampuan yang meningkat.. Bisa keliatan deh tuh dulu desainnya pas awal kuliah gimana, terus sekarang jadi gimana.. Rumus jadi seorang ahli (kaidah 10.000 jamnya) jadi lebih cepat terkejar.. Namun tetep mesti ada niat dan kesungguhan dalam pengerjaan tugasnya.. Karena ada juga yang gw liat, karena asal jadi ngerjain tugasnya, ngaret dari deadline, pada akhirnya skillnya jadi nggak meningkat secara signifikan.. Sebetulnya tugas banyak juga latihan terhadap mental.. Untuk menguji, bisa melepas dari rantai opini “nggak mampu” atau tidak.. Seringkali kita2 nih udah ngerasa nggak mampu duluan kalo dikasi project yang sebelumnya nggak sebanyak, atau “sebesar” yang pernah kita kerjakan sebelumnya.. Padahal itu bisa jadi hanya prasangka buruk dari diri, yang timbul dari minimalnya kesungguhan, atau ya maksimalnya kemalasan.. Padahal perasaan mampu atau nggak …

tunda menunda..

Dari pengalaman ngajar gw sejauh ini, memang nggak sedikit mahasiswa yang sering nunda2 ngerjain tugas.. Terus menunda sampai saat2 terakhir, dan jelas aja hasilnya pasti nggak maksimal atau malah lewat dari deadline.. Kalo dalam istilah ilmu psikologi, pola kerja menunda seperti ini disebut procrastination.. Dan para pelakunya bisa disebut dengan procrastinator.. Ada yang bilang kalo procrastinator ini adalah mereka yang lemah dalam pengelolaan waktu, atau ada juga yang menganggap mereka itu pemalas.. Namun profesor psikologi Joseph Ferrari, Ph.D dari DePaul University – Chicago, yang melakukan penelitian2 terhadap hal ini di abad 20 menyimpulkan hal lain.. Ia menyatakan bahwa procrastination ini disebabkan oleh gangguan kejiwaan dan kepribadian.. Prof. Ferrari menyimpulkan, kalo penunda kronis biasanya meragukan kemampuan dirinya sendiri dan sangat khawatir akan penilaian orang lain.. Jadi mereka mikirnya: “kalo gw nggak nyelesain kerjaan gw, orang nggak mungkin bisa nilai kemampuan gw..”.. Dan menunda kerjaan itu membuat mereka gampang menemukan dalih atau alasan, kalo hasil kerja mereka nggak optimal.. Jadi misalnya gw komentarin tugas mahasiswa penunda: “Nggak banget nih desainnya..”.. Mereka bakal gampang berdalih: “Iya nih mas, …

bermain musik sumbang..

Kalau memperhatikan kasus Rohingnya, gw jadi inget lagi analogi agama dari KH Ahmad Dahlah: “Hakikat agama itu seperti musik, di tangan orang yang pandai memainkannya, dia akan indah, cerah dan mendamaikan.. Namun di tangan orang yang nggak pandai memainkannya, dia akan jadi sumbang, kacau, meresahkan dan tidak menentramkan, bahkan bisa jadi bahan tertawaan..” Di agama apapun, pernyataan dari beliau ini bisa berlaku.. Meskipun Buddha bukan agama langitan (samawi), tetap saja yang gw pahami sih, ajarannya tetaplah ajaran yang sangat berorientasi pada kebaikan.. Agama mana yang tidak ??.. Gw baca biografinya Siddharta Gautama, euh, meskipun yang dalam bentuk komik tebal 8 jilid itu sih.. Dan di situ banyak sekali pemikiran2 hebat yang disampaikan oleh Siddharta.. Dan pemikiran2 beliau tidak didapat begitu saja dengan mudah.. Begitu banyak lika liku kehidupan, termasuk penderitaan yang sudah dilewati sekian lama sehingga beliau sampai pada tingkat “tercerahkan”, dan kemudian mampu memberikan pencerahan pada sekian banyak orang lainnya hingga sekarang.. Bagi sebagian orang, agama bisa menjadi alat politis atau alat lain, yang kadang memang sengaja ditunjukkan dengan beragam atribut untuk mencapai maksud …

gampang – stagnan, susah – tumbuh..

Belakangan ini di kampus tempat gw ngajar, lagi banyak mahasiswa semester akhir yang pusing soal Tugas Akhir.. Bagi mereka, bisa jadi ini hal baru yang mereka lakukan.. Sebelum2nya, bikin karya ya bikin2 aja.. Nggak perlu pake tulisan pengantar karya, dan kliennya pun seringan fiktif, alias si dosen sendiri yang berlagak jadi klien.. (^_^!).. Bisa ditebak, melakukan hal yang berbeda, dan bisa jadi ditambah tingkat kesulitan yang sedikit “naik” (seperti kliennya mesti beneran), jelas membuat mereka perlu berfikir ekstra.. Karena kita manusia biasa, sedikit2 keluhan pun mulai keluar menanggapi kenyataan di lapangan.. Karena terkadang, eh bahkan mungkin seringkali, kenyataan yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang benar2 terjadi di depan kita.. Yah, paling nggak para mahasiswa itu dapet dua hal: pertama, hal yang baru, kedua, hal yang lebih sulit.. Dan mungkin saja mereka belum memahami kalo kedua hal tersebut lah yang bisa membuat mereka “tumbuh”.. Melakukan hal yang sama terus menerus, apalagi hal yang gampang2, justru akan membuat kita terjebak dalam kebosanan & kondisi stagnan.. Melakukan hal2 yang baru tapi gampang, memang nggak membosankan sih, …

diragukan, yakinkan..

Dari pengalaman hidup gw yang belum seberapa ini, entah sudah berapa kali gw diragukan orang.. Dalam artian diragukan mampu atau nggak, bakal berhasil nggak hasil kerjanya, atau beneran kompeten nggak nih orang ??.. Atau praktisnya ya dalam bentuk ide2 yang ditolak sebelum diuji.. Meski makin ke sini Alhamdulillah makin jarang, tapi tetep pasti masih ada hal2 yang seperti itu.. Wajar, karena masa depan penuh dengan ketidak pastian.. Dan kebanyakan orang punya kekhawatiran yang berlebih akan ketidak pastian ini.. Kalo gw inget2 lagi, yang gw lakukan atas perlakuan kayak gini, bukan lantas membuktikan bahwa mereka salah.. Buat gw bener atau salah, berhasil nggaknya sebuah keputusan atau kerjaan itu mutlak nanti urusan Tuhan.. Karena seyakin apapun gw atas sebuah keputusan, pasti ada kemungkinan salah juga.. Jadi, buat apa bersusah payah membuktikan bahwa yang meragukan gw itu salah ??.. Lebih baik fokus pada proses, maksimalkan upaya, dan libatkan Tuhan.. Karena apapun yang Tuhan timpakan, sejatinya adalah untuk memuliakan.. Kalo mau membuktikan keyakinan, mending buktikanlah pada Tuhan langsung, bukan pada orang2 yang meragukan diri ini.. Buktikan pada Tuhan seserius …