All posts filed under: think sotoy

memperhatikan bosan..

Udah 8 tahun lebih gw ngeblog, tapi nggak tau kenapa, nggak ada rasa bosan untuk ngeblog yang muncul.. Kalo dalam seminggu nggak ada postingan sama sekali, itu bukan berarti gw bosan.. Tapi lebih ke rasa males gw yang lagi menang, atau kesibukan kerjaan maksimal yang bikin otak gw jadi “gosong”.. hehe.. Lantas gw pun jadi kepo, emang bosan secara science tuh gimana sih ??.. Kalo dari sudut pandang otak, Scheneider dkk (2007)  dalam “A Qualitative Examination of Risk Among Elite Risk Adventure Racers” – Journal of Sport Behavior, menyatakan: orang yang sedang bosen itu punya zat dopamine dalam jumlah rendah di dalam otak.. Dopamine ini zat yang bertanggung jawab untuk memberi rasa joy & excitement, yang bisa didapat dari mengerjakan suatu hal yang baru.. Jadi, salah satu cara menghilangkan rasa bosan, ya temukanlah “kebaruan”, baik itu dalam hal baru, maupun cara2 baru dalam melakukan pekerjaan sehari2.. Supaya kadar dopamine di dalam otak jadi naik.. Gosline (2008), dalam artikelnya “Bored ??” – Scientific American menemukan, ternyata orang yang frontal cortex di otaknya mengalami gangguan, lebih beresiko …

terjajah oleh “atau”..

Jangan pernah berpikir kalo sudah menemukan jati diri atau passion diri, terus boleh senang dan santai begitu aja, terlebih sering menggunakan jurus andalah Son Goku, jurus “Berleha-leha”.. Hyaha.. Passion yang ada di dalam diri itu seperti bibit yang siap untuk ditanam, dirawat dan ditumbuhkan.. Dan sebagaimana tanaman, sangat perlu waktu untuk menumbuhkannya.. Pernah gw baca di sebuah buku, passion memang nggak akan bisa berubah ataupun hilang dari dalam diri seseorang.. Tapi sangat mungkin bisa memudar, apalagi kalo nggak pernah dikenali, nggak pernah digali, dan nggak pernah dicoba untuk dipahami.. Bibit passion itu dari Tuhan, dan Dia sudah berjanji, kalo disyukuri pasti akan dilipat gandakan.. Passion adalah hadiah unik tersembunyi yang sudah pasti berbeda2 pada setiap orang.. Belum lama ini pernah liat ada meme2 yang membandingkan prestasi anak bangsa ini yang mendunia.. Mengklaim kalo prestasi yang satu lebih baik dari yang lain, buat gw itu sangat lucu.. Kenapa juga mesti dibandingkan ?? Buat gw itu ibarat membandingkan dua bibit passion yang berbeda.. Lah mereka kan berprestasi di bidang yang berbeda.. Jadi seperti membandingkan melon dengan semangka.. …

koruptor tanpa passion..

Meski gw orang yang terlambat menemukan passion diri, namun gw sangat bersyukur pada akhirnya bisa menemukan passion.. Dan lebih bersyukur lagi, berkat penemuan passion tersebut, gw ngerasa berada “on the right track”.. Sebagian besar pekerjaan dan kegiatan yang gw kerjain rutin sekarang ini, memang berasa selalu ada passionnya di situ.. Kalo boleh dibilang karier, ya karier gw sebagai pengusaha & pengajar sekarang ini, rasa2nya cukup selaras dengan visi misi hidup pribadi yang gw mau.. Beruntunglah mereka yang berkarier di organisasi / perusahaan yang bisa selaras dengan passion mereka.. Tempat dimana passion individu2 bisa tersalurkan.. Karena kata “karier” sendiri sebetulnya berasal dari bahasa Latin “carriere” yang artinya carrier atau kendaraan.. Alhamdulillah banget kan kalo “kendaraan” yang seseorang kendarai atau tumpangi saat ini bisa satu tujuan dengan tujuan hidup orang tersebut.. Setuju banget sama Rene Suhardono & Team Impact Factory (2015) dalam bukunya “Passion 2 Performance”..  Tuhan pasti punya maksud dalam penciptaan setiap individu, dan passion adalah jejak2 dari tujuan individu tersebut diciptakan.. So, kalo kepingin tau “misi dunia” seseorang yang diberikan Tuhan padanya, bisa ditelusuri dari …

derita konsentrasi..

Dalam buku Zen Mind – Beginners Mind (1995), Shunryu Suzuki menuliskan sebuah metafora tentang mereka yang bisa belajar dengan cepat, dan belajar dengan lambat.. Metafora yang diambil adalah 4 ekor kuda, dengan tingkatan: kuda terbaik, kuda yang bagus, kuda kurang bagus, dan kuda yang jelek.. Kuda terbaik bisa lari sesuai keinginan penunggangnya tanpa perlu dicambuk, kuda bagus bisa lari seperti kuda terbaik namun mesti ditakuti dengan cambuk meski nggak perlu sampe dicambuk.. Kuda kurang bagus baru akan lari setelah cambuk mengenai kulitnya.. Dan kuda jelek yang terakhir baru akan berlari setelah cambuk merobek kulit, mengoyak daging, dan bahkan hingga tulangnya.. Kebayang deh, betapa susahnya membikin kuda terakhir ini berlari.. Sebetulnya cerita ini bisa berkatian dengan konsep “deliberate practice” dari teori 10.000 jam.. Deliberate practice bisa dibilang latihan dengan konsentrasi tingkat tinggi untuk meningkatkan kualitas kemampuan.. Jadi bukan latihan “ala kadarnya”.. Konsentrasi & fokus tinggi menjadi kuncinya.. Terdengar gampang, tapi coba lakukan sendiri, terlebih di saat era “distraction” dari teknologi dan media sosial sekarang ini.. Gw jamin pasti akan lebih sulit.. Ngerjain sesuatu yg sifatnya “nyambi”, …

dididik mendidik..

Kalo inget2 masa sekolah dulu, sampe sekarang gw masih ngerasa jadi produk gagal dari sebuah sistem pendidikan.. Yah, mungkin segelintir orang juga ada yang merasa begitu.. Gw setuju sama yang bilang: pendidikan yang berhasil itu pendidikan yang bisa bikin muridnya cepat berpikir mandiri.. Sedangkan gw ngerasa gw orang yang telat berpikir mandiri.. Gw berharap gw bisa berada di “level berpikir” yang sekarang ini di umur 20an.. Terlalu cepat kah ??.. Kayaknya nggak tuh, di negeri yg sistem pendidikannya oke sepertinya ada banyak.. Bisa berpikir mandiri menemukan jati diri, menemukan passion pribadi, lantas menentukan target2 mimpi untuk diraih, kan lebih enak dilakukan di usia yang sangat dini.. Tentu saja bukan hanya faktor pendidikan yang bisa membuat seseorang mendapatkan itu semua di usia muda.. Namun kalo seandainya dari SD gw udah “digembleng” untuk tau potensi terbaik gw dimana, sangat bisa jadi perusahaan desain yang gw bangun ini bisa berdiri lebih cepat.. Namun semuanya memang berubah, termasuk pendidikan.. Dilansir di situs Wired (ini website & majalahnya sungguh keren loh..), belum lama: Linda Darling-Hammond, seorang profesor pendidikan di Stanford, …