me|write, think sotoy
Leave a Comment

dididik mendidik..

Untitled-1Kalo inget2 masa sekolah dulu, sampe sekarang gw masih ngerasa jadi produk gagal dari sebuah sistem pendidikan.. Yah, mungkin segelintir orang juga ada yang merasa begitu.. Gw setuju sama yang bilang: pendidikan yang berhasil itu pendidikan yang bisa bikin muridnya cepat berpikir mandiri.. Sedangkan gw ngerasa gw orang yang telat berpikir mandiri.. Gw berharap gw bisa berada di “level berpikir” yang sekarang ini di umur 20an.. Terlalu cepat kah ??.. Kayaknya nggak tuh, di negeri yg sistem pendidikannya oke sepertinya ada banyak..

Bisa berpikir mandiri menemukan jati diri, menemukan passion pribadi, lantas menentukan target2 mimpi untuk diraih, kan lebih enak dilakukan di usia yang sangat dini.. Tentu saja bukan hanya faktor pendidikan yang bisa membuat seseorang mendapatkan itu semua di usia muda.. Namun kalo seandainya dari SD gw udah “digembleng” untuk tau potensi terbaik gw dimana, sangat bisa jadi perusahaan desain yang gw bangun ini bisa berdiri lebih cepat..

Namun semuanya memang berubah, termasuk pendidikan.. Dilansir di situs Wired (ini website & majalahnya sungguh keren loh..), belum lama: Linda Darling-Hammond, seorang profesor pendidikan di Stanford, dan pendiri National Commission on Teaching and America’s Future memberikan data yang menarik mengenai berubahnya skill2 yang penting di era dulu dan sekarang..

Menurut data si do’i, di tahun 1970, tiga top skill teratas yang paling dibutuhkan itu “3 Rs” atau tiga “R”, yakni reading, writing dan arithmetic.. Di tahun 1999, tiga top skill teratas yang banyak diperlukan sudah berubah menjadi: teamwork, problem-solving, dan interpersonal skill.. Linda pun melanjutkan pernyataannya: “We need schools that are developing these skills..”

Yea, teamwork memang penting, karena percuma pinter tapi egois mentingin dirinya sendiri.. ==>> Ini pernyataan dendam saat dulu nggak dikasi contekan sama murid pintar.. Hyaha.. Problem solving apalagi, siapa sih yang di dalam hidupnya nggak pernah ketemu masalah ??.. Dalam sejumlah buku teori kreativitas pun, tingkat problem solving skill seseorang turut menentukan seberapa kreatif orang tersebut..

Terus, interpersonal skil.. Beberapa keterampilan yang masuk dalam interpesonal skill itu: keterampilan mendengarkan, memahami & memperoleh informasi, serta mampu menganalisis kualitas informasi.. Jelas ini sebuah skill yang penting saat informasi demikian berlimpah di saat sekarang ini.. Dalam artikel itu juga disebutkan, para pendidik haruslah bisa terinspirasi dari banyak hal, mulai dari internet, psikologi, neuroscience, bahkan Artificial Intelligent, lantas membuat cara2 baru untuk membuat murid mau belajar dan tumbuh berkembang..

Yah, di era sekarang ini sudah selayaknya ilmu pengetahuan bukanlah menjadi sebuah komoditas yang disampaikan dari pengajar pada yang diajar.. Namun “sesuatu” yang muncul dari dalam keingintahuan diri si murid, yang berbahan bakar eksplorasi.. Pengajar menyediakan “petunjuk” dan bukan jawaban, lantas perlahan2 bukan berada “di depan” murid, namun “di samping” murid, sehingga murid bisa mengajar dirinya sendiri dan orang lain..

Cara2 untuk menemukan dan menggali passion murid harus terus ditemukan dan dibuat.. Di artikel itu disebutkan, cara2 seperti ini adalah proses untuk menciptakan generasi yang jenius.. Yap.. gw setuju, dan semoga gw sendiri bisa menjadi pengajar yang seperti itu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s