All posts filed under: entrepreneurship

TOKYO.. aku datang..!!

Alhamdulillah.. Perusahaan gw lolos seleksi untuk bisa ikut serta berpartisipasi dalam event “Tokyo Game Show 2014”, di Makuhari Messe – Chiba Perfecture… Yang nyeleksi itu Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN), dan ASEAN-Japan Center (AJC).. Acaranya tanggal 18 – 21 September ini.. Jadi, pendek kata, AJC ngundang perwakilan dari Indonesia melaui DJPEN, untuk ngisi booth yang udah mereka bukain disana.. Daaann… ya gitu deh, sesuai judulnya, gw mesti pergi ke Tokyo.. Pesawat take off hari ini (Selasa) jam 7an malem, transit Singapore, dan lanjut ke Bandara Narita – Tokyo..  Minggu malem 21 September balik lagi ke Jakarta.. TGS itu event internasional, dan salah satu event akbar di dunia industri video game.. Ini jadi pengalaman baru buat gw untuk bisa hadir dalam event sebesar itu, dan di Jepang pulak, yang dari dulu gw emang udah ada niatan suatu saat gw mesti menginjakkan kaki di sana.. Tapi niatannya gw dari dulu itu pergi ke sana sih ya pengennya jadi pelancong, bukan jadi penjaga stand pameran.. Gwakakak.. Yah, gak papa lah, mumpung ada yang sponsorin.. Toh sehabis pameran …

sederhana saja..

Dalam desain grafis, desain yang sederhana umumnya berwujud tampilan yang efektif, efisien dan tepat sasaran.. Dalam dunia seni dan desain, tidak sedikit yang menjadikan kesederhanaan sebagai senjata andalan.. Karena selain bisa berkesan “bersih”, rapi, juga bisa menimbulkan beragam penafsiran yang luas.. Lihat aja desain2 produk dan visual dari produk Apple.. Kesederhanaannya bisa membuat penafsiran imajinasi orang lari kemana2.. Itulah kesederhanaan, tidak bisa diremehkan, dan tidak bisa dibilang akan kalah dengan yang kompleks.. Terlebih kalo ditenagai dengan konsep yang kuat & matang.. Kalo ditarik ke permasalahan kehidupan, banyak orang yang terkesan memperumit masalah2 kehidupannya sendiri, dan bukannya menyederhanakan.. Contoh, untuk mahasiswa, mau lulus kuliah cepet dengan nilai bagus, solusinya kan sederhana: belajar / latiihan yang rajin secara konsisten.. Tapi berapa banyak yang kemudian menambahkan: malas, bolos, pacaran, ikut idol2an, ngerjain project berduit (hehe), dan lain sebagainya, yang jelas2 malah memperumit, alias tidak jadi sederhana lagi… Untuk yang pengen hidup “damai” secara umum, atau pengen jadi kaya, dari banyak buku, bisa dilihat “pola” rumusnya pun bisa dibilang sederhana: Jujur, manajemen diri yg baik, bekerja keras, dan terus …

future dari masa depan..

Gw jadi mikir abis baca quotenya Werner Erhard di sebuah buku desain.. Werner ini seorang critical thinker, seorang dosen yang sudah ngajar di sejumlah kampus, termasuk Harvard University, dan sekaligus penulis mengenai tema2 integritas, performa, dan leadership.. Di buku desain yg gw baca itu, dikutip pernyataan beliau: “Create your future from your future, not your past..” Gokil, sebuah pernyataan yang cerdas.. Pernyataan yang membuat gw mikir sekali lagi kenapa di tubuh manusia ini diberikan “alat” yang bisa menembus ruang dan waktu oleh Tuhan.. Dan alat itu bernama otak.. Mungkin karena saking sibuknya kita, atau malas merenungkannya, jadinya lupa deh kalo pikiran manusia itu bisa “lari-lari” kemana2, termasuk ke masa depan.. Berarti, bagi mereka yang berani bermimpi, sebetulanya mereka sedang mengaplikasikan quote dari si Werner ini.. Impian selalu berorientasi masa depan.. Dan masa depan tersebut di”cetak” blue print-nya di dalam otak di masa sekarang.. Jadi, buat mereka yang sudah berhasil / sukses mencapai impiannya, sejatinya telah menciptakan masa depan mereka dari masa depan mereka sendiri, yang sebelumnya sudah diciptakannya di dalam otak mereka.. Tapi ya gitu …

keluar maksimal dari minimal..

Abis baca2 artikel2 mereka yang sukses dengan modal ijazah SD, bener2 gila ya mereka itu.. Hebat sekali.. Perlu digaris bawahi, mereka bukannya gak mau nerusin sekolah ke SMP, SMA dan seterusnya, mereka sebenernya mau, hanya saja kondisi finansial saat itu yang nggak memungkinkan.. Bahkan ada juga yang udah hanya tamatan SD, sempet nggak naik2 kelas juga beberapa kali, dan diremehkan oleh orang sekitarnya karenanya, tapi tetep ujung2nya ni orang bisa jadi pengusaha sukses.. Ada yang lulus SD, langsung mesti jualan bakso, ada yang langsung jualan pete, ada yang jualan kue bantu2 orang tuanya, terus naik “level”, lanjut jadi salesman sabun, jadi pelayan toko, dan lain sebagainya.. Dan pada akhirnya,  kerja keras, kejujuran, pembelajaran, dan tekad kuat membuat mereka berhasil keluar dari keterbatasan.. Pengusaha2 sukses yang bermodal ijazah SD itu diantaranya: Andrie Wongso, Basrizal Koto, Eka Tjipta Widajaja, dan masih banyak lagi sih sebenernya, yang bisnisnya nggak sebesar mereka, tapi bisa dibilang “makmur” bingits.. hehe.. Sementara anak2 / pemuda2 dengan keterbatasan kesejahteraan ada yang berhasil merubah hidupnya, anak2 / pemuda2 yang kelebihan kesejahteraan malah ada banyak …

disbelief destroyer..

Belum lama baca MIT Technology Review, publikasi terbitan MIT yang ngebahas tentang entrepreneur dan inovator dibawah umur 35 tahun.. Di situ dimuat opini2 dari mereka yang sukses berwirausaha dan bisnisnya beneran “jadi” bernilai oke banget sebelum mereka genap berusia 35 tahun.. Buat gw pribadi, sangat menarik ngeliat wirausaha dari beragam sudut pandang.. Karena, gw pikir, wirausaha itu emang hal yang aneh.. Yang tau teorinya, belajar beberapa semester, belum tentu beneran jadi pengusaha.. Bahkan jebolan kampus bisnis pun belum tentu jadi pebisnis.. Sebaliknya yang nggak tau teorinya sama sekali, nggak dapet pendidikan formal yang cukup,  eeh malah ada, dan cukup banyak pula yang jadi pengusaha beneran.. Dan yang langsung jadi pengusaha ada, yang awalnya jadi karyawan dulu terus baru jadi pengusaha juga ada, yang muda bisa, yang tua bisa.. Entrepreneurship seakan menjadi kue “absurd”, namun tetap “fair” yang bisa dimakan oleh siapapun yang mempersiapkan diri untuk memakannya..     Di artikel terbitan MIT itu juga ada yang menyebutkan, kalo Entrepreneurship itu seakan terkait dengan style atau gaya masing2 orang.. Mangkanya kita bisa liat pengusaha dengan beragam style.. …