All posts filed under: entrepreneurship

cambuk ketidak nyamanan..

Lanjutan dari postingan sebelumnya yang ini: “di tengah karena menengah”… Dimana hasil studi dari Mihaly yang menyatakan bahwa, orang2 dari “kelas menengah” secara statistik lebih sedikit yang mencapai kesuksesan besar / prestasi kelas dunia.. Disebabkan karena motivasi yang “menengah” juga.. Jadi perlu trik2 tertentu untuk membuat motivasi kelas menengah menjadi tetap tinggi.. Ini cuman sotoy2nya gw aja sih yang gw himpun dari beberapa buku bacaan gw.. Pertama, Gunakan teori OMA (One Minute Awareness).. OMA ini semacam menit dimana kita demikian tersentuh, dan menjadi berani membuat komitmen2 diri yang nggak tanggung2 tingginya.. Siapapun bisa menemukan, atau “menjadikan” peristiwa biasa disekitarnya menjadi OMA.. Contoh: Melihat orang meminta2, keluarga / orang kurang mampu, buat sebagian orang mungkin biasa.. Tapi bagi sebagian yang lain, bisa jadi sebuah motivasi yang memicu diri untuk berperan dalam mengubah kehidupan mereka.. Dan kalo mau mengubah mereka, diri ini mesti sukses dulu toh ??.. Dengan membawa “hati” yang bersih dalam melihat keseharian sekitar, OMA bisa diciptakan, dan motivasi seseorang bisa terjaga untuk tetap tinggi.. Masih banyak sebetulnya contoh dari OMA, poin dari caranya sih: …

memahat diri..

Pernah suatu ketika, seseorang bertanya pada Michaelangelo, kok bisa sih bikin patung kayu mahakarya yang bagus sekali, gimana caranya ??.. Sang maestro pun menjawab: “Patung itu sudah ada di dalamnya koq, saya hanya membantu membuang bagian2 yang tidak perlu dari bongkahan kayu yang digunakan..” *Doeng..!!*.. Mantep banget nih jawaban dari si maestro.. Maknanya bisa dalem pulak.. Bisa dikaitkan dengan ilmu untuk mencapai keberhasilan.. Manusia pada awalnya ibarat sebuah bongkahan kayu yang belum jadi.. Yang entah kapan nantinya, bisa akan tetap menjadi sebuah bongkahan kayu, atau akan menjadi sebuah karya ukiran / patung / bentuk lain yang lebih bernilai harganya.. Loh, koq enak aja main ngomong manusia itu semua sama kayak bongkahan kayu ??.. Ada beberapa pernyataan orang2 besar yang gw tau memang menganggap pada hakikatnya, semua manusia itu sama.. Seperti Confucius misalnya, ia pernah menyatakan, semua manusia itu sama, yang membedakan antar mereka adalah kebiasaannya.. Paul G. Stolt sebagai salah satu penggagas ide Adversity Quotient (AQ) juga beranggapan pada dasarnya semua manusia sama, karena kita semua kurang lebihnya menghadapi masalah2 yang sama, dan yang membedakan …

dream excecution..

Jack Ma (yang pernah jadi orang terkaya no. 1 di China) pernah gw denger ngomong begini di sebuah video youtube: “Money follow the people, people should follow the dreams, and the dreams follow the execution capability..” Yang menarik di sini buat gw itu yang “execution capability”, atau kemampuan untuk mengeksekusi.. Mengeksekusi apa ?? Ya mengeksekusi rencana, langkah2 kongkrit menuju tujuan besar, atau impian.. Karena kalo direnungkan dalam2, punya mimpi besar memang relatif lebih mudah ketimbang bisa menjalankan cara eksekusinya.. Richard Wiseman, seorang psikolog terkenal asal Inggris pernah melakukan studi berskala besar tentang ini.. Nggak tanggung2, partisipan yang dilibatkan sejumlah 5.000 orang dari berbagai belahan dunia.. Para partisipan diminta mencoba mencapai target pribadinya yang sederhana, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau mencari pekerjaan yang lebih baik.. Sebagian ditanyai soal perkembangan usahanya setelah 6 bulan, dan sebagian lagi setelah 1 tahun.. Di awal proyek, hampir semua partisipan yakin kalo mereka bisa mencapai target2 mereka.. Ternyata di akhir projek, hasilnya menurun cukup signifikan, HANYA 10% dari mereka yang berhasil mencapai targetnya.. Kalo liat pengalaman di lapangan kite2 …

tunda menunda..

Dari pengalaman ngajar gw sejauh ini, memang nggak sedikit mahasiswa yang sering nunda2 ngerjain tugas.. Terus menunda sampai saat2 terakhir, dan jelas aja hasilnya pasti nggak maksimal atau malah lewat dari deadline.. Kalo dalam istilah ilmu psikologi, pola kerja menunda seperti ini disebut procrastination.. Dan para pelakunya bisa disebut dengan procrastinator.. Ada yang bilang kalo procrastinator ini adalah mereka yang lemah dalam pengelolaan waktu, atau ada juga yang menganggap mereka itu pemalas.. Namun profesor psikologi Joseph Ferrari, Ph.D dari DePaul University – Chicago, yang melakukan penelitian2 terhadap hal ini di abad 20 menyimpulkan hal lain.. Ia menyatakan bahwa procrastination ini disebabkan oleh gangguan kejiwaan dan kepribadian.. Prof. Ferrari menyimpulkan, kalo penunda kronis biasanya meragukan kemampuan dirinya sendiri dan sangat khawatir akan penilaian orang lain.. Jadi mereka mikirnya: “kalo gw nggak nyelesain kerjaan gw, orang nggak mungkin bisa nilai kemampuan gw..”.. Dan menunda kerjaan itu membuat mereka gampang menemukan dalih atau alasan, kalo hasil kerja mereka nggak optimal.. Jadi misalnya gw komentarin tugas mahasiswa penunda: “Nggak banget nih desainnya..”.. Mereka bakal gampang berdalih: “Iya nih mas, …

ikigai.. ikigai..

Seorang motivator ada yang menulis begini di dalam bukunya: “Saat2 paling menakutkan bagi saya itu adalah saat dimana saya kehilangan fokus..”.. Gw pikir ini oke juga.. Jadi kebayang saat bangun tidur, gak tau mau ngapain, di tempat aktivitas bingung mau ngerjain apa, dan ujung2nya kalo nggak produktif terarah, ketidak pastian jadi semakin besar.. Terus supaya mudah fokus gimana ??.. Ya yang paling gampang, dengan punya tujuan jangka pendek.. Dan kalo tujuan jangka pendeknya merupakan “bagian2” kecil dari tujuan jangka panjangnya, itu akan lebih bagus..  Di buku lain malah ada yang bilang kalo penetapan tujuan hidup itu adalah masalah hidup dan mati.. Sekaligus juga menunjukkan kemampuan seseorang untuk mendapatkan makna dari pengalamannya selama dia menjalani hidup.. Mungkin ini yang jadi penyebab pas waktu kita masih SD, kalo ditanya cita2nya apa, jawabnya seringkali dokter, pilot, insinyur, dan sejenisnya yang sebenernya kita sama sekali gak paham tentang profesi tersebut.. Karena penetapan tujuan terkait dengan pengalaman hidup.. Yah tau sendiri lah, hehehe.. Anak SD, pengalaman hidupnya seberapa sih ??.. Wong ingus aja masih dielapin.. hihi.. Berbeda dengan mereka yang …