Latest Posts

TOKYO.. aku datang..!!

Untitled-2Alhamdulillah.. Perusahaan gw lolos seleksi untuk bisa ikut serta berpartisipasi dalam event “Tokyo Game Show 2014”, di Makuhari Messe – Chiba Perfecture… Yang nyeleksi itu Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN), dan ASEAN-Japan Center (AJC).. Acaranya tanggal 18 – 21 September ini.. Jadi, pendek kata, AJC ngundang perwakilan dari Indonesia melaui DJPEN, untuk ngisi booth yang udah mereka bukain disana.. Daaann… ya gitu deh, sesuai judulnya, gw mesti pergi ke Tokyo.. Pesawat take off hari ini (Selasa) jam 7an malem, transit Singapore, dan lanjut ke Bandara Narita – Tokyo..  Minggu malem 21 September balik lagi ke Jakarta..

TGS itu event internasional, dan salah satu event akbar di dunia industri video game.. Ini jadi pengalaman baru buat gw untuk bisa hadir dalam event sebesar itu, dan di Jepang pulak, yang dari dulu gw emang udah ada niatan suatu saat gw mesti menginjakkan kaki di sana.. Tapi niatannya gw dari dulu itu pergi ke sana sih ya pengennya jadi pelancong, bukan jadi penjaga stand pameran.. Gwakakak.. Yah, gak papa lah, mumpung ada yang sponsorin.. Toh sehabis pameran bisa jalan2 juga..

Untitled-1Yaah, kalo Tuhan udah berkehendak, nggak ada yang nggak mungkin.. Semua terjadi atas izinNya.. Termasuk yang tadinya gw (kami) yang dari indonesia ini merencanakan bermalamnya di hotel yang bintang 3 aja, dan mesti naek kereta sekitar 15 menitan ke tempat eventnya, eeh, dapet kabar ternyata pihak AJC kesulitan booking hotel yg kami inginkan untuk yang twin room (beberapa perusahaan ngirim 2 orang, termasuk signdesign..).. Karena untuk hotel yg kami pengen tersebut, semua twin room fully booked.. Akhirnya perwakilan dari Indonesia dibagi dua grup, yang single room tetep di hotel yang direncanakan di awal, dan buat yang berdua / twin room, dibookingin di hotel bintang lima, dan walking distance.. Jadi cuman jalan kaki sekitar 7 menitan dari hotel ke tempat event berlangsung.. Dan harga yang mesti dibayar tetep harga bintang tiga, sisanya disubsidi oleh AJC.. Alhamdulillaah..

Gw bingung, yang justru keliatan “niat” dan “baik” pada kami (perwakilan Indonesia) justru dari pihak ASEAN-Japan Center (AJC).. Mereka menanggung (meski tidak 100%) tiket pesawat, hotel / akomodasi, dan kalo booth emang dikasi gretong sih..  Yang dari Dirjen Ekspor Nasional yang notabene dibawah kementrian perdagangan malah nggak ngebantu kita dana barang sedikit pun.. (atau apa emang tuh booth DJPEN yang danain ??.. Tapi kayaknya sih enggak, karena kalo liat briefnya, ada banyak negara yang memang dibukakan booth / diundang oleh AJC untuk ikut ngeramein tuh acara..)….  Ah tau’ ah.. Bwt gw sih, ini rasanya aneh…

Baca berita yang belum lama kemaren, yang soal anggaran rapat kementrian SBY sampe 18 triliun.. Itu gilak !!.. Padahal tuh duit bisa dialokasikan ke hal2 yang lebih jelas manfaatnya, ketimbang buat rapat, yang dateng kadang malah pada tidur, dan hasilnya juga gak jelas.. Di sebuah media disebutkan, 18 triliun itu setara dengan biaya pembuatan 3 buah jembatan Suramadu !!!..

18 triliun itu = 18.000 milliar.. Kebayang gak sih ?? Kalo itu duit buat anggaran renovasi gedung sekolah, satu sekolah misal 1 miliar, ada 18 ribu sekolah yang gedungnya jadi bagus lagi.. Kalo seandainya, tuh duit dialokasikan buat orang2 yang memulai berwirausaha, dan masing2 modalnya 1 miliar, maka akan ada 18.000 orang pengusaha baru di negeri ini.. Dan toh seandainya, kesemuanya gagal jadi pengusaha sukses, sudah ada 18.000 orang yang berpengalaman dan sudah ngerasain sendiri pahit getirnya berjuang sebagai entrepreneur, belajar menderita kerugian dan berupaya bangkit kembali.. Gw pikir itu masih jauh lebih bagus ketimbang buat rapat.. Dan misalnya ada 5% yang beneran jadi sukses, lapangan kerja baru Insya Alloh pasti akan terbuka..

Yah, gw sadar penuh kok, gw ini tinggal di negeri yang “aneh”..

sederhana saja..

Untitled-1Dalam desain grafis, desain yang sederhana umumnya berwujud tampilan yang efektif, efisien dan tepat sasaran.. Dalam dunia seni dan desain, tidak sedikit yang menjadikan kesederhanaan sebagai senjata andalan.. Karena selain bisa berkesan “bersih”, rapi, juga bisa menimbulkan beragam penafsiran yang luas.. Lihat aja desain2 produk dan visual dari produk Apple.. Kesederhanaannya bisa membuat penafsiran imajinasi orang lari kemana2.. Itulah kesederhanaan, tidak bisa diremehkan, dan tidak bisa dibilang akan kalah dengan yang kompleks.. Terlebih kalo ditenagai dengan konsep yang kuat & matang..

Kalo ditarik ke permasalahan kehidupan, banyak orang yang terkesan memperumit masalah2 kehidupannya sendiri, dan bukannya menyederhanakan.. Contoh, untuk mahasiswa, mau lulus kuliah cepet dengan nilai bagus, solusinya kan sederhana: belajar / latiihan yang rajin secara konsisten.. Tapi berapa banyak yang kemudian menambahkan: malas, bolos, pacaran, ikut idol2an, ngerjain project berduit (hehe), dan lain sebagainya, yang jelas2 malah memperumit, alias tidak jadi sederhana lagi…

Untuk yang pengen hidup “damai” secara umum, atau pengen jadi kaya, dari banyak buku, bisa dilihat “pola” rumusnya pun bisa dibilang sederhana: Jujur, manajemen diri yg baik, bekerja keras, dan terus belajar..  Berapa banyak orang kemudian menambah hal2 sederhana tersebut diatas dengan: curang, korupsi, ngambil hak orang lain, pesimis, ke dukun, dan lain sebagainya.. Sehingga kehidupannya menjadi “rumit”.. Menurut Ippho Santosa, kalo hidup kita nggak juga berubah, berarti selama ini ada dua hal yang juga nggak berubah: pertama: ilmunya nggak berubah (segitu2 aja), dan kedua: sedekahnya nggak berubah (segitu2 aja).. Yah ini opini subjektif sih, karena risetnya pun belum ada.. Tapi buat gw sih, ada benernya juga..

Kalo dalam seni bela diri, kesederhaan lebih mudah dilihat.. Terlebih dalam seni bela diri Jet Kune Do yang diciptakan oleh Bruce Lee.. Bruce Lee menyatakan, kalo dalam pertarungan sesungguhnya, teknik / jurus menjadi nomer dua.. Yang paling penting adalah respon.. Kalo kita dipukul ya tinggal pilih, mau ngelak atau nangkis, dan bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan, tanpa harus memikirkan secara baku bentuk teknik jurus satu atau jurus dua, atau tiga.. Karena itu, semakin sederhana kita merespon, semakin jeli, efektif dan efisien kemampuan kita membaca dan menguasai situasi..

Jadi, kalo ditarik ke ranah kehidupan, orang2 yang sederhana, adalah orang2 yang cerdas dalam merespon, nggak berlebihan dalam bertindak, nggak membuang2 energi yang tidak perlu, serta efisien dalam berperilaku..

Bruce Lee pun pernah ngomong: “Kesederhanaan adalah kunci kecemerlangan..”
Sejalan neh dengan apa yang dibilang sama Gang Yu:  “Complexity is the prodigy of the world. Simplicity is the sensation of the universe. Behind complexity, there is always simplicity to be revealed. Inside simplicity, there is always complexity to be discovered…”

future dari masa depan..

01Gw jadi mikir abis baca quotenya Werner Erhard di sebuah buku desain.. Werner ini seorang critical thinker, seorang dosen yang sudah ngajar di sejumlah kampus, termasuk Harvard University, dan sekaligus penulis mengenai tema2 integritas, performa, dan leadership.. Di buku desain yg gw baca itu, dikutip pernyataan beliau: “Create your future from your future, not your past..”

Gokil, sebuah pernyataan yang cerdas.. Pernyataan yang membuat gw mikir sekali lagi kenapa di tubuh manusia ini diberikan “alat” yang bisa menembus ruang dan waktu oleh Tuhan.. Dan alat itu bernama otak.. Mungkin karena saking sibuknya kita, atau malas merenungkannya, jadinya lupa deh kalo pikiran manusia itu bisa “lari-lari” kemana2, termasuk ke masa depan..

Berarti, bagi mereka yang berani bermimpi, sebetulanya mereka sedang mengaplikasikan quote dari si Werner ini.. Impian selalu berorientasi masa depan.. Dan masa depan tersebut di”cetak” blue print-nya di dalam otak di masa sekarang.. Jadi, buat mereka yang sudah berhasil / sukses mencapai impiannya, sejatinya telah menciptakan masa depan mereka dari masa depan mereka sendiri, yang sebelumnya sudah diciptakannya di dalam otak mereka..

Tapi ya gitu deh.. Setiap orang bisa (berani) punya impian, tapi nggak semua bisa (berani) mewujudkannya.. Sebagaimana setiap orang bisa saja dapet ide bagus waktu di dalem kamar mandi, tapi yang bikin masing2 mereka jadi beda, ya saat mereka udah keluar dari situ.. Hehe.. Impian tinggal jadi angan2, ide kalo nggak jadi ketinggalan, ya jadi terlupakan.. Nggak ada artinya impian tanpa tindakan, nggak ada artinya ide tanpa perwujudan.. Bayangan masa depan yang tercipta di dalam pikiran, bisa menjadi kenyataan, hanya melalui keselarasan dengan tindakan di badan..

Gw jadi inget kata2 dari pak Mario super yang kurang lebih begini: “Mental para pemenang itu sudah sampai duluan di garis finish, tugasnya tinggal membuat badannya sampai..”

keluar maksimal dari minimal..

01Abis baca2 artikel2 mereka yang sukses dengan modal ijazah SD, bener2 gila ya mereka itu.. Hebat sekali.. Perlu digaris bawahi, mereka bukannya gak mau nerusin sekolah ke SMP, SMA dan seterusnya, mereka sebenernya mau, hanya saja kondisi finansial saat itu yang nggak memungkinkan.. Bahkan ada juga yang udah hanya tamatan SD, sempet nggak naik2 kelas juga beberapa kali, dan diremehkan oleh orang sekitarnya karenanya, tapi tetep ujung2nya ni orang bisa jadi pengusaha sukses..

Ada yang lulus SD, langsung mesti jualan bakso, ada yang langsung jualan pete, ada yang jualan kue bantu2 orang tuanya, terus naik “level”, lanjut jadi salesman sabun, jadi pelayan toko, dan lain sebagainya.. Dan pada akhirnya,  kerja keras, kejujuran, pembelajaran, dan tekad kuat membuat mereka berhasil keluar dari keterbatasan.. Pengusaha2 sukses yang bermodal ijazah SD itu diantaranya: Andrie Wongso, Basrizal Koto, Eka Tjipta Widajaja, dan masih banyak lagi sih sebenernya, yang bisnisnya nggak sebesar mereka, tapi bisa dibilang “makmur” bingits.. hehe..

Sementara anak2 / pemuda2 dengan keterbatasan kesejahteraan ada yang berhasil merubah hidupnya, anak2 / pemuda2 yang kelebihan kesejahteraan malah ada banyak juga yang gw liat “melempem”..  Nggak tau apa yang mau dituju dalam hidup, nggak memanfaatkan sepenuhnya apa yang ada di sekitarnya.. Gw pikir, disitulah fungsi sebenarnya dari kreativitas bisa terlihat..  Dari sekian banyak pengertian kreativitas, ada beberapa yang gw suka.. Diantaranya itu dari Rowe (2005), dalam bukunya Creative Intelligence, yang bilang “Orang2 kreatif pada umumnya fokus pada apa yang ada.. Sangat bisa mencerna dan memanfaatkan semaksimal mungkin apa2 yang ada pada dirinya dan sekitarnya untuk kemudian digunakan untuk mencapai hasil yang sudah diimpikannya..”

Mereka yang gw tulis di awal2 itu bener2 bisa memanfaatkan / menggunakan apa yang ada pada mereka di saat itu.. Meski “hanya” punya diri yang tamatan SD, punya kegagalan, punya harapan, punya waktu, punya tekad, punya peluang upaya di lingkungan, dan kesemuanya yang ada saat itu, mereka berhasil mengolah itu semua.. Itulah perkembangan definisi kreativitas di era sekarang ini..

Kalo ngeliat definisi kreativitas dari Rowe, menjadi logis seorang anak pejabat atau anak orang kaya menjadi tidak bisa menghasilkan atau mencapai apapun.. Karena nggak bisa memanfaatkan segala asset yang ada di dalam dan di luar dirinya.. Yg sering gw liat & baca kalo di sekitar kehidupan gw, bentuk kreativitasnya itu paling minta duit modal ke ortunya, untuk buka toko, atau buka outlet, atau bisnis apa gitu, terus udah deh.. Tinggal nongkrongin aja tuh duit muter balik (kalo berhasil), kalo gagal pun, yah duit bukan hasil keringat sendiri, jadi nggak begitu berasa kehilangan.. Berbeda dengan orang2 yang berada dalam “keterbatasan”, dia harus berpikir sangat keras dan berjungkir balik berupaya dan memanfaatkan peluang serta asset sekecil apapun sebaik mungkin untuk bisa menerobos keterbatasannya.. Modal utamanya adalah dirinya sendiri..  Mau minta modal dari luar diri ?? Minta ke ortunya ?? Wong sama terbatasnya kok..

Memanfaatkan, menggunakan, dan mengkapitalisasi asset, gw anggap itu semua adalah bentuk dari bersyukur.. Gw seneng sama definisi dari Rowe ini karena sejalan dengan janji Tuhan: siapa yang bersyukur atas apa yang udah dikasi, maka yang udah dikasi itu bakal dilipat gandakan..

 

*gyaaahh… sotoy gw kambuh lagi neeh..”