Latest Posts

bersama kita bisa beneran..

Seneng deh ngeliat pemberitaan media tentang kinerja pemerintahan sekarang.. Meski belum semuanya keliatan “bergerak”, tapi tindakan2 yang sifatnya berkesan “bersih-bersih” udah mulai keliatan.. Mulai dari direksi Pertamina yang diganti, maling2 di laut yang pada dihajar (negara bisa rugi triliunan loh per tahun dari laut aje..), pembentukan tim pembersih untuk mafia minyak, ARB yang ditagih soal lumpur lapindo, Anies Baswedan yang mulai mau ngurusin mafia pendidikan (donlot deh materi presentasinya, manteb sekaligus miris..), dsb.. Berkat kementrian sekarang, kok kayaknya jadi keliatan banget mentri2 SBY kemaren itu berkesan ogah2an kerjanya (atau malah bisa  dibilang nggak ada kerjanya ??..), atau kerjanya yah bikin project pemerintah jadi lahan duit buat gendutin perut mereka sendiri dan keluarganya aja..

Pendek kata, so far sih, gw sama sekali nggak merasa menyesal nyoblos Jokowi.. Tegas memang hanya bisa dilakukan oleh orang2 jujur, yang nggak tersandera oleh apapun.. Mustahil bersih2 pake sapu kotor..  Namanya manusia pasti punya kekurangan.. Namanya orang, pasti ada juga yang nggak suka.. Sebaik2 orang pasti ada pembencinya, sejahat2 orang pasti ada pembelanya.. Maju terus pak Jokowi, memang mustahil mengambil keputusan yang bisa membuat SEMUA orang senang.. Semoga bisa terus seperti ini: sederhana dalam berpikir, jujur dan tegas..  

Gw lupa, bentuk dukungan gw di fesbuk dulu belum gw masukin ke blog gw.. Jadi ini sekarang gw masukin.. Paling nggak ini bisa jadi memori tersendiri buat gw.. Dimana gw PERTAMA KALINYA DALAM HIDUP GW bersikap terang2an mendukung seorang capres.. Seumur hidup, gw nggak pernah peduli sama urusan politik dan nggak pernah seniat ini dalam urusan politik.. Kalo gw pikir2 lagi, ini hal yang aneh juga.. hehe.. Mungkin karena gw udah bener2 muak sama pemerintahan yang dulu.. Dan efeknya pun berlanjut, gara2 gw bikin beginian, hasrat ngomik gw membara kembali.. Komik strip Su’OD yang udah lama mati suri, akhirnya bisa gw hidupkan kembali di fesbuk.. Lewat fanpagenya di www.facebook.com/ceritanyasuod

Maju terus wahai semua orang jujur nan tegas.. Saatnya membuka semua tabir kebodohan dan kemunafikan.. Amiin buat harapan Jusuf Kalla yang dimuat di situs kompas: “Berakhirlah zaman jahiliyah di sini, jangan sampai ada lagi..”

pem-benci & pem-nggak suka.. (*.*!)..

Untitled-2Orang2 yang terus nyebarin hal2 buruk kepada sesuatu udah hampir bisa dipastikan masuk dalam kategori pembenci.. Kalo pake akal sehat, mungkin bisa dibilang nggak ada orang yang mau di cap sebagai pembenci.. Entahlah kalo akalnya nggak sehat.. hehe..

Benci dan nggak suka itu sebenernya nggak sama.. Kalo liat Kamus Besar Bahasa Indonesia, benci itu kata tidak suka yang di depannya ditambahin kata SANGAT.. Dan dampak dari penambahan kata “sangat” ini ternyata nggak sedikit loh.. Biasanya selalu diikuti dengan tindakan2 yang sifatnya “menyerang” pada hal yang dibenci itu.. Lebih jauhnya, kalo objek yang dibencinya adalah manusia, maka apapun yang dilakukan oleh si manusia itu udah pasti salah di mata pembenci.. Contohnya banyak neh di wall fesbuk..

Bisa dibilang, kalo seseorang membenci sesuatu, udah pasti dia nggak suka sama sesuatu itu.. Tapi kalo orang nggak suka sama sesuatu, belum tentu dia benci sama sesuatu itu, dan biasanya nggak akan ada tindakan lebih jauh pada objek yang nggak disuka.. plus lagi, semua orang mungkin bisa masuk ke tipe yang sekedar “nggak suka” ini.. Wajar kan ada sesuatu yang gak disuka.. Misal, gw nggak suka sama wortel.. Terus persoalannya selesai, titik sampe di situ..

Tapi kalo gw benci sama wortel, maka gw akan “menyerang” si wortel secara psikologis.. Misal, membully-nya mulai dari dalem kulkas, sampe saat masuk panci atau penggorengan, dengan mencela2 si wortel: “Dasar wortel jelek !!” 1.000 kali… Atau gw nulis status di fesbuk: “Wortel itu makanan kelinci, mau gitu disamain sama kelinci ?!?.. Kelinci tuh logonya majalah Playboy loh !!..”.. Atau status lainnya: “Wortel ternyata sangat nggak baik untuk mata !!.. Coba aja tarok wortel di mata.. Anda akan lihat sendiri hasilnya..!!”.. Gyaha..

Hal fatal yang menurut gw sebaiknya benci itu dihindari adalah: Rasa benci akan membuat kita terus berprasangka buruk, dan bikin kita gagal total untuk bisa menilai sesuatu secara objektif.. Sebagus apapun, sejago apapun, setinggi apapun si objek / orang itu bisa terbang, pembenci nggak akan mau mengakui itu.. Malah cenderung melihat itu semua sebagai “kekurangan” ataupun kesalahan.. Akibatnya, orang2 model pembenci adalah orang2 yang sulit untuk bisa belajar dari lawan2nya (baca: orang yang nggak disuka..) Padahal belajar atau hikmah bisa didapat dari mana saja, dari orang yang kita suka ataupun dari yang nggak kita suka..

Maka kalo dipikir lebih dalam, rugilah orang2 yang punya sifat pembenci.. Waktu & tenaganya akan terkuras memikirkan hal yang dibencinya, dan ujung2nya hidupnya bisa jadi nggak efisien.. Jadi, kalo nggak suka sama sesuatu, yah resepnya sederhana: biasa aja lah.. Rasa benci itu adanya di hati, yang bagusnya emang kondisinya mesti “dijaga”.. Karena kalo nggak, hati bisa terkena “penyakit”, dan akan berpengaruh pada pikiran, tindakan dan kebiasaan2 seseorang.. Lebih jauhnya bisa berpengaruh pada lingkup yang lebih besar pada kehidupan seseorang..

Kalo Harry Emerson Fosdick bilang: “Membenci orang itu seperti membakar rumah sendiri demi mengusir tikus..”

masa muda..

Untitled-2Satu paragraf dalam sebuah buku Buya Hamka tertulis begini: “Saat muda adalah saat perjuangan yang maha hebat.. Alangkah beruntungnya kalau saat perjuangan itu bisa ditempuh dengan selamat, dan setelah dia menjadi orang dewasa, dia berasa bangga dengan kemenangan itu..”

Bener lah itu.. Masa muda memang masa yang sulit.. Masa2 dimana seseorang dituntut untuk bisa membangun kebiasaan2 yang baik.. Masa2 dimana akal belum “matang”, perasaan labil nggak terkendali, serta emosi mudah bergejolak… Belum lagi pengaruh2 dari luar kayak temen2 & media yang sekarang ini malah lebih gampang “dateng”nya.. Semua itu bikin pemuda jadi banyak salah dalam mengambil keputusan2 di hadapannya..

Kalo di barat sono ada istilah growing pains.. Ada yang memaknakan isitilah ini nggak secara fisik, tapi secara mental / perasaan.. Pemuda pada umumnya tumbuh dengan beragam rasa sakit di hatinya akibat keputusan2 salah yang pernah diambilnya.. Kata tumbuh itu bisa diartikan membesar / berkembang.. Kalo ditarik lebih jauh bisa terasosiasikan dengan menguat.. Perhatikan saja, pemuda yang banyak masalah, menderita, kemudian mampu menghadapi itu semua dengan ketabahan hati yang besar, serta kemauan belajar yang keras, seringkali menjadi orang dewasa yang lebih kuat.. Jadi segera bertindak ambil keputusan, jangan takut salah.. Salah itu nggak papa, yang nggak boleh itu dosa..

Banyak anak muda yang lupa, bahwa suatu saat mereka harus tampil istimewa sebagai teladan di hadapan anak2nya.. Ada juga pemuda yang bahkan sengaja memilih untuk tidak mau dewasa, atau menunda kedewasaan mereka.. Dengan menunda tanggung jawab / pekerjaan2 mereka, tanpa tau alasannya kenapa tanggung jawab itu diberikan kepada mereka.. Dengan tidak mendisiplinkan diri, tanpa tahu bahwa itu ciri tingginya kualitas diri.. Dengan bekerja asal2an, tanpa tahu bahwa hasilnya pasti abal-abal.. Dengan dalih “ini hidup guwa !!”, tapi nggak tau hidup yang sebenarnya itu seperti apa.. Selalu memilih jalan yang mudah, tanpa tau bahwa yang signifikan menumbuhkan diri itu justru jalan yang susah..

Masa muda, tidak hanya masa penuh tenaga dan kesenangan remaja, namun masa penentu masa tua.. Masa galau, yang salah2 bisa bikin hidup tambah kacau.. Masa dimana terkadang kita boleh kurang ajar, padahal emang bener kita tuh masih bodoh dan masih perlu belajar.. Saran dari Buya Hamka: pemuda haruslah punya cita-cita.. Cita2 berbeda dengan angan2 belaka… Cita2 membawa kebesaran dan kemuliaan, angan2 merusak dan membawa ke jurang kehinaan.. Cita-citalah yang menghilangkan rasa sakit, melupakan kepedihan dan kesulitan..

gogo inkking..

Untitled-1Waaww.. Nggak nyangka ya, semangat kokabi dulu bisa tertularkan ke mahasiswa2 guwa.. Gw inget banget waktu itu di semester 2 (sekarang mereka semester 5), di akhir sesi perkuliahan, ada beberapa mahasiswa yang menghampiri gw, dan nanya ke gw “bapak suka komik ya pak ?..”.. Dan ujung2nya, mereka kepingin nampung mahasiswa2 yang sama2 doyan komik mengomik dalam suatu “wadah”..

Di angkatan2 sebelumnya sih gw liat emang udah ada semacam komunitas yang doyan komik di itu kampus.. Cuman ya itu, karena “sekedar” komunitas, jadi program dan orang2nya siapa aja secara struktural itu gak jelas.. Terus kalo tuh orang2nya banyak yang udah lulus, jadi besar juga deh tuh kemungkinan komunitas itu jadi nggak terurus.. Atas dasar pertimbangan itulah gw ngasi masukan ke mereka, kalo mau bikin “wadah”, sebaiknya bentuknya UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) aja..

Memang awalnya pasti agak ribet, karena untuk bikin UKM yang “diakui” kampus butuh aturan2 tertentu, kayak mesti ada AD/ART, dosen pembimibing UKM, dan lain sebagainya.. Namun ke depannya akan lebih enak, karena bisa ada kaderisasi.. Meski para perintisnya nanti udah pada lulus, tetep akan ada yang menggantikan dan meneruskan semangat ngomik para pendirinya.. Dan Alhamdulillah, anak2 penggiat komik itu bisa ngelewatin semuanya, dan terbentuklah “INKKING”, meski dengan beberapa kekurangan di sana sini.. Maklumlah, baru lahir, jadi mesti belajar jalan dulu.. hehe..

Dan di foto postingan ini, adalah karya kompilasi pertama mereka yang berhasil dipublikasikan secara cetak.. Ngeliat ini, gw ada rasa senang sekaligus iri dengan mereka.. Yah gimana nggak iri.. Mereka berada di jurusan yang atmosfirnya pas, jurusan desain.. Dulu personil kokabi mendirikan “wadah”nya di fakultas ekonomi, dan nggak ada label UKM.. Bentuk cetakan mereka pun sangat “wah” & tebel banget kalo dibandingkan saat komik kompilasi kokabi nomer 1 terbit: cuman fotokopian, dan tipis abis pulak.. Nggak heran, mereka memulai dengan personil yang lebih banyak dari kokabi, dan dengan skill yang sedikit banyak sudah terasah oleh tugas2 mereka.. Lah dulu gw, emang ada pengaruhnya gitu tugas2 bikin neraca keuangan & laporan rugi laba sama bikin komik ??.. Hyaha..

Setiap orang adalah keunikan: beda orang beda pemikiran.. Setiap jaman adalah petualangan: beda jaman beda tantangan.. Semoga INKKING bisa sukses terus ke depannya, makin maju, makin berlanjut komik kompilasinya, dan makin bisa mengakomodir keunikan masing2 personilnya, serta makin gagah menghadapi tantangan yang ada.. Masa depan masih misteri, dibentuk oleh berjuta kemungkinan, dan bisa dibentuk oleh besarnya harapan dan keyakinan.. Teruslah belajar, tetaplah pada rel tujuan kalian, yakinlah peluang untuk sukses itu pasti ada..

Mengutip saran dari filsuf Elbert Hubbard: “Keuletan adalah karakteristik semua orang sukses.. Kejeniusan adalah seni menjalankan rasa sakit yang tak terhingga.. Semua prestasi luar biasa diwarnai dengan perhatian yang ekstrim, kesungguhan yang tak terbatas, bahkan hingga ke hal2 yang paling kecil..”

to naruto ren keren..

Untitled-1Naruto tamat, heboh deh dunia perkomikan manga.. Hehe.. Meski gw ngikutin yang terbitan elex, bakalan masih lama (tamatnya), tapi liat2 link di fesbuk, endingnya rasa2nya cukup keren & mengharukan.. Rivalitas itu memang menakjubkan yah.. Kalo dalam kasus komik Naruto ini, nggak cuman di komiknya, tapi rivalitas si mangakanya juga patut diteladani.. Ngeliat gambar tributnya Oda sensei yang si Naruto (ketutupan Namy berpakaian pola awan ninja) lagi makan bareng sama si Luffy, berasa banget ini rivalitas yang keren.. Berarti nggak salah deh tuh, dalam sebuah buku referensi teori leadership, untuk bisa memacu diri bisa meraih pencapaian yang lebih, memiliki rival merupakan salah satu hal yang dianjurkan.. Liat aja Edison vs Tesla, Gates vs Jobs, Chinmi vs Sie Fan, Naruto vs Sasuke, dsb.. Hehe..

Kalo gw pikir, dalam sebuah cerita rivalitas itu selalu ada “konflik” yang aneh.. Ada “pertempuran” yang konotasinya cenderung negatif, tapi diluar itu ada hal lain juga yang bisa dimaknakan secara positif.. Maka dari itu “konflik”, dalam pengertian yang sebenarnya, ataupun dalam skenario rivalitas, selalu menarik untuk diikuti, terlebih kalo konflik tersebut dikemas dalam cerita yang bagus.. Inilah yang tak habis2nya digunakan oleh media2 yang bergerak di dalam bidang hiburan..

Dalam teori komunikasi hiburan, ada yang namanya teori Excitation Transfer.. Terminologinya ya gak jauh2 dari excited atau excitement.. Teori ini menjelaskan gimana kita mengasosiasikan pengalaman2 yang didapat dari media, dan kemudian berakibat bisa menghasilkan emosi2 positif.. Secara alami, konflik adalah kondisi yang nggak meng-enakkan (unpleasant experience).. Terus, kok bisa ya, seorang penikmat hiburan mengasosiasikan kondisi / pengalaman tokoh fiktif yang nggak enak kayak gitu menjadi bisa menghasilkan emosi yang positif ??.. Zillmann (2003) lah yang berhasil menjawab hal ini melalui teori Excitation Transfer ..

Dia bilang kurang lebih seperti ini: keasyikan “menjadi saksi” dari suatu konflik memperkuat perasaan lega setelah konflik tersebut selesai / teratasi.. Euh, dia sih nyebutnya dengan kata “relief”.. Relief itu kalo liat definisi kamus terjemahan indonya jadi agak aneh.. Kalo englishnya ada yang mendefinisikan relief itu “a feeling of reassurance and relaxation following release from anxiety or distress..” Dan perasaan / emosi positif tersebut seringkali disalah artikan menjadi sekedar kesenangan umum dalam menikmati sebuah hiburan.. Sebetulnya dalam banyak kasus, proses ini terjadi tanpa kita sadari, atau tanpa banyak melibatkan pikiran sadar / kognitif kita.. Lebih jauhnya, memang orang2 yang bisa demikian “khusyu” di dalam menjalani sebuah bentuk hiburan, sejatinya akan lebih bisa larut & menikmati konten dari hiburan tersebut..

Bagaimanapun, kalo buat gw pribadi, konflik Naruto dan Sasuke merupakan konflik yang apik untuk terus diikuti.. Konflik yang bisa membuat emosi menjadi demikian fluktuatif.. Bagaimana tidak, dari temenan, jadi musuh, terus jadi temenan lagi.. Dan kalo liat menggunakan perspektif teori diatas, akhir dari konfliknya (yang tidak meng-enakkan) memang melegakan, mengharukan, yang notabene merupakan emosi positif.. Mungkin juga, perasaan tersebut akan lebih kuat adanya bagi orang2 yang sangat sangat (x100) suka dengan kedua tokoh ini..

Agak sedih juga sih, komik sarat moral seperti ini sudah berakhir.. Buat gw sejauh ini, selain Kungfu Boy (Chinmi), Naruto itu komik yang bikin gw merenung sekaligus termotivasi.. Gokilnya, di dalam komik Naruto, gw menemukan nilai2 yang persis sama dengan yang ada di dalam bukunya Buya Hamka..!!