Latest Posts

“Orang yang berakal adalah orang yang telah mendapat inayat dari Allah. Barang siapa mendapat inayat demikian, lebih kaya dia dari miliuner. Sebab dari batinnya itulah memancar cahaya hidayah Rabbaniyah. Hatinya penuh degnan kebijaksanaan, sangkanya baik, pengharapannya benar. Orang lain hanya melihat sesuatu dari kulitnya, sedang ia sampai ke dalam isinya. Sukar ia tergelincir dengan sengaja.” – Buya Hamka –

konsistensi dan babak akhir…

“Sebenernya yang gak kalah penting untuk diperhatikan dalam ibadah kita itu, ada pada saat-saat terakhir…” kurang lebihnya begitu kata pak ustad waktu ceramah di mesjid gue…
Mulanya gw gak nangkep, tapi belakangan gw rada ngerti juga abis ngedenger penjelasannya lebih lanjut… Maksutnya saat-saat terakhir itu kadang bisa dibilang saat yang paling menentukan… Ibarat sebuah turnamen, yang paling akhir itu ya babak final… Termasuk urusan amal ibadah, ada yang memandang di saat-saat terakhirlah yang membuktikan apakah kita berhasil terus menerus konsisten apa nggak…
Gw jadi teringat banyak cerita soal saat-saat terakhir ini… seperti wanita pelacur yang berlumur dosa yang di saat terakhir hidupnya memberikan air minum pada anjing yang hampir mati kehausan dengan bersusah payah turun ke dalam sumur dan naik kembali… akhirnya diceritakan dia masuk surga…
Ada juga cerita seorang pembunuh yang udah membunuh 100 orang dan mau bertobat… cuman gw rada lupa ceritanya, pokoke kalo gak salah dia niat tobat total dan kata ulama dia mesti ngadep Rasul di Mekkah, tapi di tengah jauhnya perjalalan melalui padang pasir ia mati kehausan.. kemudian malaikat mengukur jarak mana yang lebih dekat, ke tempat dia berangkat atau ke kota tujuan bertobat… Ternyata jaraknya lebih dekat sedikit ke tempat tobat, dan diriwayatkan pembunuh itu masuk surga…
Yang kebalikan juga ada gw pernah baca ceritanya… dua kakak beradik, si adik hidupnya alim hingga dewasa, si kakak hidupnya bergelimang dosa sampe dewasa… Sampai pada saat di akhir cerita, si kakak “penggelimang dosa” niat bertobat, malam hari dia pergi ke masjid dan menangis bertobat sejadi-jadinya… Sedangkan si adik “alim” digoda oleh setan “mosok dari dulu kamu gak pernah cicipin nikmat dunia.. cobain dong sekali-sekali..” gitu kata setan… Dan si “alim” terbujuk, kemudian berzina di malam yang sama saat saudaranya sedang bertobat di mesjid…
Malam itu gempa dahsyat terjadi… meluluh lantakkan kota tempat mereka tinggal… Tak ayal warga kota terheran-heran, seseorang yang dikenal alim selama hidupnya, mayatnya ditemukan sedang dalam pelukan pelacur, dan sebaliknya seseorang yang dikenal “bejad” sepanjang hidupnya, mati dalam kondisi tersenyum di dalam masjid….
Mungkin ya ini maksut ustad itu… saat-saat terakhir memang tidak bisa dipandang sepele…
Liat syaf mesjid saat taraweh di akhir ramadhan ?? biasanya makin sepi yee… hehehe…. ya itu dia…. mungkin mereka-mereka yang bisa konsisten itulah orang-orang yang masuk final !!!…
(hwwaaaaaakkss….. sotoy gue kumaaaaaattt !!!!)

bener ooiii…

Sorry sorry strawberry… hehehe.. postingan ini bukan untuk promosi sebuah buku loh yah… tapi emang gue dan beberapa orang teman memang suka mendiskusikan apa yang terjadi pada kite atau orang lain, mengamati apakah ada referensi yang sesuai untuk sebuah kejadian… emang kedengarannya kurang kerjaan sih yee… kekeke… Sebaik-baik referensi memang Al-Qur’an dan Hadist… itu udah jelas… tapi yah terlalu berat rasanya buat gue untuk merujuk ke situ, secara menafsirkan isinya butuh ilmu dan metode tersendiri…
Belakangan ini gue mikirin sebuah buku yang sebelum terbit, risetnya sudah dilakukan selama 7 tahun.. Soalnya dari awal gw baca, ikut training dan workshopnya, koq banyak dari pengamatan gue yang sesuai yah ama nih buku ?.. Gak salah dah gua suka banget ama neh buku… Emang sempet jadi best seller seh neh buku… sampe sekarang masi terpampang di gramedia di tempat buku berlabel “buku laris” khuhuhu…
Banyak yang dibahas dalam buku ini, tapi karena senengnya gw ngamatin orang, topik mengenai tipe-tipe mesin kecerdasan orang berikut “jodohnya” jadi favorit gue, dan seringkali gue temukan cocok dengan apa yang terjadi di realitas…
Kalo ada yang pernah coba tes personalitas online seperti di mypersonaliy.info misalnya, kan ada tipe Sensing, Thinking, Intuiting dan Feeling.. lebih lengkap malah ada introvert atau ekstrovertnya… seperti yang pernah gw taro di postingan gw di sini : http://ogieurvil.multiply.com/journal?&=&page_start=100
Yang menarik, di buku ini disebutkan kalo tipe orang itu masing-masing paling gampang dapet apa, atau disini gue istilahkan dengan “jodoh”nya…. disebutkan, jodohnya orang S tuh Harta (materi), jodohnya orang T tuh Tahta (Kekuasaan / jabatan), jodohnya orang I tuh Kata (ilmu), dan jodohnyaorang F tuh Cinta (hubungan)… Dibahas juga masing-masing tipe bila kondisi cerdas gimanaa dan bila tidak cerdas gimana….
Gak tau kenapa, apa perasaan gue doang, tapi setelah gue amati, teori ini banyak benernya… hehehe… gak mungkin lah gue bahas semua di sini… untuk yang pengen tau lebih jelas dan detail… baca aje langsung bukunya yeee… Kubik Leadership yang diterbitkat oleh penerbit Hikmah…

pelabelan negatif…

ada sebagian orang yang menganggap kalo seseorang pernah berbuat beberapa kesalahan, maka dia bakalan terus membawa kesalahan tersebut dan bakal ngulangin kesalahan itu lagi di masa depan… seakan-akan kesalahan yang beberapa kali dilakukannya itu udah “lengket” dan terpatri di dalam dirinya…
orang model gini rasanya udah memasang mind set negatif di dalam pikirannya terhadap orang yang berbuat kesalahan tersebut… jadi terkadang penilaiannya terhadap watak dan buah pikir dari orang yang pernah berbuat salah turut dipengaruhi oleh kesalahan-kesalahan orang itu yang sudah lalu….
sebagian lagi beranggapan segala sesuatu bisa berubah… termasuk manusia…. setiap orang pasti ada saatnya dia benar, gak mungkin ada orang yang salah terus menerus, atau orang yang benar terus menerus… Maling pun ada saatnya dia benar, misalnya saat membagi hasil curian secara adil ke konco-konconya… hehehe…. maling pun bisa tobat, orang terpandang bisa runtuh…. pada zaman Rasulullah pun ada pencuri yang ngasi tau ke Ali bin Abi Thalib, kalo barang kita gak mau dicuri, bacakan ayat kursi, dan Rasulullah membenarkan….
pelabelan negatif pada seseorang pun tidak seharusnya dipatok harga mati… orang malas bisa jadi rajin, pembohong bisa jadi jujur setengah mati, orang bodoh bisa jadi bijak, pedagang asongan bisa jadi pengusaha sukses dan lain sebagainya…. Isi hati manusia hanya Allah yang tahu, dan Allah juga yang mampu membolak-balikkan hati seseorang…. Tidak seharusnya kita mematok kesalahan masa lalu seseorang untuk menilai dirinya yang sekarang…
Gue pun sadar pasti masih banyak kekurangan ataupun kesalahan dari diri gue yang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja tercermin dalam tulisan2 dan komen2 di blog gw ini… untuk itu, dari lubuk hati yang terdalam, gw mohom maaf lahir dan batin… Dan semoga dalam setiap melewati Ramadhan, kita mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mulia dalam pandangan Allah SWT… Berubah, berjalan, mengalir terarah… air mengalir biasanya lebih jernih daripada yang tergenang…
di sebuah buku Hamka gue pernah membaca, beliau menuliskan begini “di dunia ini nggak ada yang tidak berubah, semuanya berubah, yang tetap dan tidak berubah justru perubahan itu sendiri..”

“bukti dari do’a yang terkabul adalah ketika anda menghadapi tantangan hidup untuk menjadi sosok yang anda inginkan, bukan ketika anda diberi apa yang anda minta..” – Morris Adler –