niat & totalitas..
Dulu gw berpikiran kalo niat itu hanya di awal tindakan.. Karena yang diajarkan dulu itu: sebelum mau sholat kita harus baca niat dulu, sebelum puasa niat dulu, dan sebagainya.. Makin ke sini pemahaman akan niat itu bergeser.. Niat itu adanya nggak hanya di awal, tapi meliputi semua kegiatan / aktivitas dari awal sampai akhir / selesai.. Misalnya, seseorang berniat untuk menulis sebuah buku seratus halaman.. Untuk bisa selesai dengan hasil maksimal, niat dia harus meliputi keseluruhan dari proses menulis itu.. Kalau niatnya nggak kuat, bisa jadi di halaman 40 dia sudah berhenti, atau tetep nulis tapi ogah2an atau seadanya.. Itulah kenapa kita sering berkomentar “Nggak niat sih lu..” pada mereka yang bekerja asal2an, atau nggak kelar.. Dan untuk mereka yang kerjaannya sempurna atau bagus banget, komentar yang sering keluar: “Gokil !! Niat banget sih bikinnya..”.. Buya Hamka (1994) dalam bukunya “Falsafah Hidup” pun menyarankan untuk memperbaiki niat, menegakkan niat, dan meluruskan niat.. “Kaya miskin, terkenal atau tidak, semuanya hanya warna hidup belaka, bukan hakikat hidup.. Hakikat hidup itu ialah tujuan, niat suci, dan sikap sederhana..” …




