me|write, think sotoy
Comments 51

persamaan ?? emang udah beda dari sononya koq…

“pokoknya nanti kalo udah nikah, kamu mesti nurut sama aku… wakakaka..” seorang cewek berkata begituh pada seorang cowok.. si cowok menjawab.. “nggak mau… kamu nanti yang mesti nurut sama aku.. hahaha..”…. gue yang terlibat dalam pembicaraan dengan maksud bercanda itu jadi ikutan ketawa….

jadi… yang bener yang mana donk ?? gitu gw pikir… di saat emansipasi dan kesetaraan gender jadi semakin tajam… saat pria dan wanita sekarang ini punya peluang yang sama untuk lahan pekerjaan apapun… ya kan ?? mas-mas penjaga pom bensin pun sekarang ini kadangkala berubah jadi mbak-mbak….

sebagai pengamat yang sotoy, kadang gue suka memperhatikan temen2 dan family gue yang udah berkeluarga, mana yang “takut” sama istri dan mana yang tidak.. hehehe… mungkin lebih tepatnya lebih dominan sapa kali ya ?? si suami atau si istri??… yang “takut” istri seh sepengamatan gue jadi lebih kurang “berbicara” (apalagi kalo ada istrinya di sampingnya… khuhuhu..) dan kurang berani mengambil resiko dalam sikapnya… apa kata istrinya langsung diturutin dan sulit beradu argumen, jatohnya jadi debat kusir dan akhirnya yang cowok dah yang ngalah…

sebaliknya yang istirinya nurut sama suami rasa-rasanya si cowok lebih percaya diri atas keputusan yang diambilnya, lebih berani berinisiatif dan bahkan mengambil langkah-langkah ekstrim… buntutnya sepertinya kepuasan batin mereka untuk menjalankan hidup sebagai cowok lebih terpenuhi… buya hamka pernah berujar lewat tulisannya, kalo gak salah begini: dunia laki-laki adalah di luar, bukan di dalam rumah dan bukan dalam lingkungan cinta dan dibawah pengaruh wanita… bahkan beliau berani bilang kalo untuk mencapai “keutamaan” itu salah satunya harus bebas dari pengaruh wanita… cinta adalah tempat “berlibur” seorang pria untuk kemudian melanjutkan perjuangannya di luar sana…

gue belum nikah.. tapi untuk gw pribadi, gw bertekad untuk menjadikan istri gw yang nurut gw (wakakak..) alias gw lebih condong kepada opini pemimpin rumah tangga adalah pria… rujukan yang bisa diambil yah QS annisa ayat 34 yang sepenggalannya berbunyi: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

gw gak ngerti sama sekali tentang ilmu tafsir… tapi dari kalimatnya udah jelas seh… ada yang menafsirkan maksut “melebihkan sebagian bagi laki2 atas sebagian wanita” itu akalnya… karena memang otak pria dan wanita berbeda… riset membuktikan kalo karena perbedaan kandungan pada otak, menurut para ahli, secara natural seorang pria lebih berbakat di bidang matematika. Sedangkan wanita lebih berbakat di bidang yg berhubungan dengan bahasa… dan pada tes intelegensia, pada umumnya rata-rata skor pria lebih tinggi 4-5 poin bila dibandingkan rata-rata skor wanita… dan pernah gue baca juga, cara kerja otak wanita itu lebih muter2 ketimbang lelaki… jadi kalo pria lebih direct, dan wanita indirect…

ada juga yang memaknakan dilebihkan itu maksutnya pria gak pernah absen sholat karena gak pernah kedatengan “tamu” dan sebaliknya… rasa-rasanya nanti gue lebih mikir untuk “memperkerjakan” istiri gw di rumah ajah untuk ngurus anak ketimbang jadi wanita karir untuk mengejar keseteraan gender dan apapun itu alasannya… atau mungkin gw izinin kerja tapi gak jauh2 dari rumeh… atau ada kegiatan rutin lain biar gak bosen di rumah terus… kasian kan…. heheheh… emang ini cuman sekelabat di kepala gue aja sih… masi terlalu dini untuk gw ngomong kayak gini mengingat gw blum menikah… dan untuk menafkahi anak istri nanti berarti gue kudu jadi kaya…… kayaaaaa datanglaaaahhh…!!!! wakakakakak…

yang gue sayangkan sekarang banyak wanita lebih mengejar karir ketimbang membesarkan anak.. menurut gue anak itu investasi masa depan yang nggak ternilai harganya… dan peran istri gede banget di sini…

mungkin kutipan dibawah ini yang gue ambil dari sini bisa jadi bahan renungan……

——————————————————————————————————————————————————

“Anak-anak akan menjadi terlantarkan jika laki-laki dan perempuan sama-sama tersita dalam aktivitas publik yang pada akhirnya mereka akan memyelesaikan masalah tersebut dengan menggaji pembantu. Negara pun dapat mencari solusi dengan penyelenggaraan day care centre sebagaiman yang diterapkan dalam program welfare state di Negara Skandinavia.

Pada titik ini kehancuran institusi keluarga akan semakin jelas. Peran pemimpin yang dibebankan kepada kaum laki-laki akan melemah. Karena kaum perempuan pun turut menuntut kepemimpinan tersebut. Apalagi jika gaji kaum perempuan lebih tinggi. Peran keibuan dan pengelolaan rumah tangga akan terabaikan. Padahal peran ini adalah peran utama dan pertama dalam melahirkan generasi berkualitas.

Dampak nyata kehancuran masyarakat dan generasi ini sudah terbukti di negara yang di puji-puji dalam kebehasilan menerapkan keadilan dan kesetaraan gender 50:50, yaitu Skandinavia. Negara ini justru mengalami banyak kerusakan struktur sosial.

Angka perceraian meningkat sekitar 100% dalam waktu 20 tahun, persentase anak yang dilahirkan di luar nikah hampir melebihi 50%, kenakalan remaja meningkat, kriminalitas meningkat 400% (1950-1970), anak-anak bermasalah alkoholik, obat bius, dan tindak kekerasan meningkat 400% (1950-1970). Hal yang sama pun terjadi di negara pengusung gender lainnya seperti Amerika.

Dalam pandangan Islam, laki-laki dan perempuan memiliki potensi hidup yang sama yaitu akal, kebutuhan hidup, dan naluri. Semua ini adalah sifat kodrati yang telah melekat pada penciptaan manusia. Namun demikian, selain memiliki kesamaan dalam penciptaan sebagai manusia, pria dan wanita juga memiliki kekhususan-kekhususan sesuai dengan jenis kelaminnya masing-masing. Baik perbedaan yang bersifat fisik meliputi struktur tubuh, organ reproduksi, sistem hormonal ataupun yang bersifat psikis yang bisa jadi dipengaruhi oleh faktor biologisnya.

Karena itu sungguh tepat jika Islam menetapkan hak dan kewajiban yang berbeda terhadap laki-laki dan perempuan. Wajar jika laki-laki mendapat tugas sebagai pemimpin bagi perempuan karena Allah SWT telah memberikan kelebihan padanya dalam hal tersebut. Wajar pula jika wanita mendapatkan tugas dan tanggung jawab sebagai umm wa rabbat al bayt (ibu dan pengatur rumah tangga) karena perempuan memang diberi kelebihan dan keistimewaan dalam perkara tersebut. Itulah aturan yang adil.

Perlu kita semua memahami bahwa adanya perbedaan dari segi aktivitas ini bukan berarti akan menurunkan kemuliaan dari dua makluk ini yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang jika hak dan kewajiban dilakukan sesuai dengan porsinya oleh laki-laki dan perempuan dalam kehidupan maka akan menghasilkan kehidupan yang selaras dan harmonis. Kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah akan terbentuk dan begitu pula dengan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu masuknya kesetaraan gender ini perlu diwaspadai sebagai racun yang sengaja ditanamkan kepada generasi muda untuk menghancurkan kehidupan di masa depan.”

——————————————————————————————————————————————————

51 Comments

  1. Unknown's avatar

    ogieurvil said: tapi untuk gw pribadi, gw bertekad untuk menjadikan istri gw yang nurut gw (wakakak..)

    setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu….tapi ini bisa dilihat dari sifat juga sih mas, banyak wanita yg suka meledak2 sifatnya bikin males, kalo sifat yg kayak saya sama wanita yg sifatnya seperti itu (misalnya) ogah bangedddd.. bisa ditindas saya nanti…meski cantik dan bodynya aduhai naujubile wakakakak..pernah joinan twitter ga?? disana isinya wanita semua, tulisan semua, layaknya wall facebook.. banyak bgt tulisan isi pikiran mereka… seperti : lagi dipasar.. nungguin orang… masak apa ya hari ini? eh lagu ini asik juga.. bla bla bla… dsbnya hahaha.. memang wanita itu lebih bawel dahhhh..

    Like

  2. Unknown's avatar

    ogieurvil said: untuk menafkahi anak istri nanti berarti gue kudu jadi kaya…… kayaaaaa datanglaaaahhh…!!!! wakakakakak…

    aamiin…setujuh banget gw mah gie, biar istri gak perlu kerja karena alasan bantu suami menafkahi keluarga dan dirinya sendiri. gw juga setujuh kalo laki-laki dan perempuan itu emang berbeda, masing-masing sudah diatur hak dan kewajibannya dalam agama kita. ya, semoga apa yang dicita-citain tercapai, aamiin…

    Like

  3. Unknown's avatar

    ogieurvil said: dan untuk menafkahi anak istri nanti berarti gue kudu jadi kaya……

    ibarat menggarami lautan… sekarang aja lu udah tajir sutajir m., mo kaya kayak gimana lagi, coba?ogie MEMANG!

    Like

  4. Unknown's avatar

    weks panjang bener… cuma kebaca yang awal doangtapi gua bukan termasuk orang yang suka mendominasipernikahan terjadi atas cinta… bukan leadingsuami istri itu sejatinya seperti yin yang… bukan perkara nurut ato nggamemberi dan menerima… ada kalanya suami menerima istrinya yang memberiada kala istri menerima suami yang memberi..

    Like

  5. Unknown's avatar

    euh… maksud gw lebih ke nakhoda rumah tangga seh.. nggak bisa ada dua kapten dalam satu kapal… kalo saling menerima dan memberi itu udah harus… coba baca sampe tuntas deh… pasti jelas.. yang bagian bawah ituh cuman kutipan koq…

    Like

  6. Unknown's avatar

    yang meledak-ledak kalo ngerti ilmu agama biasanya masih bisa nurut kok ndy…. hehehe… lagian emang banyak kan yang meledak-meledak… wakakaka… twitter gw gak joinan… walaahh… begitu toh isinya twitter… emang terbukti koq berdasarkan riset kalo cewek lebih banyak ngeluarin kata-kata dalam satu hari ketimbang cowok…. bedanya berapa ribuu gituh… gw lupa..

    Like

  7. Unknown's avatar

    namakuadelina said: semoga apa yang dicita-citain tercapai, aamiin…

    amiiinn… sama sama yah del… smoga sukses slalu…

    Like

  8. Unknown's avatar

    hehehe… gw pernah baca riset, lelaki yang menikahi wanita yang lebih muda lebih panjang umurnya ketimbang pria yang menikahi wanita yang lebih tua dengan persentase sebesar 11%… but.. who knows ?? namanya ajal gak ada yang tau…

    Like

  9. Unknown's avatar

    catatanrani said: masa siy.. nggak juga.. ??!!depend on kalee.. ^^

    oh ya ??? nggak percaya ?? pernah gw baca koq di buku… nih bukti lain… gue kutip riset dari wilayah-wilayah bicara dan bahasa di otak yang dikemukakan Institute of Psychiatry, London, 2001…. :Dalam ilustrasi hasil pemindaian otak MRI pria dan wanita dalam percakapan satu sama lain, wilayah-wilayah yang gelap adalah bagian-bagian yang aktif di dalam otak. Hasil pemindaian otak ini memperlihatkan bagaimana otak seorang wanita memiliki kemampuan yang tinggi dalam menggunakan fungsi-fungsi bicara dan bahasa. Otak seorang wanita dengan mudahnya dapat menghasilkan 6.000–8.000 kata yang dapat diucapkan dalam sehari. Bandingkan perbedaannya dengan hasil maksimal seorang pria yang sehari hanya 2.000–4.000 kata. Anda dapat melihat mengapa kapasitas bicara wanita mengakibatkan begitu banyak masalah bagi para pasangan. Seorang pria pekerja dapat kehabisan kata-katanya pada sore hari lalu sampai di rumah untuk menjumpai seorang wanita yang bisa saja masih memiliki persediaan 4.000–5.000 kata yang siap diluncurkan! Dua orang wanita dapat menghabiskan waktu mereka sepanjang hari bersama-sama dan kemudian dengan mudahnya masih bisa bercakap-cakap lagi selama satu jam di telpon setelah mereka berada di rumahnya masing-masing. Tanggapan seorang pria atas hal ini, “Mengapa tidak kaukatakan saja semuanya kepada dia sewaktu bertemu dengannya tadi?”

    Like

  10. Unknown's avatar

    ogieurvil said: berdasarkan riset kalo cewek lebih banyak ngeluarin kata-kata dalam satu hari ketimbang cowok….

    glekk.. jadi auss.. mau donk minumannya.. ^^ ;pwalo cewek cenderung bawell.. tapi bawelnya itu kan yang bikin dunia makin hidup.. wkakaka.. (*ngelesdotcom..). walo ada juga siy yang nggak bawel.. tgt karakter.. hehe.. ^^,

    Like

  11. Unknown's avatar

    ogieurvil said: “Mengapa tidak kaukatakan saja semuanya kepada dia sewaktu bertemu dengannya tadi?”

    hehehe.. lupa paakkk..!!?? XDXD..

    Like

  12. Unknown's avatar

    ada riset juga yang gungkapin bahwa kalo pelajaran matematika cowok lebih unggul, tapi untuk pelajaran bahasa cewek yang lebih jagow…

    Like

  13. Unknown's avatar

    ogieurvil said: yang “takut” istri seh sepengamatan gue jadi lebih kurang “berbicara” (apalagi kalo ada istrinya di sampingnya… khuhuhu..) dan kurang berani mengambil resiko dalam sikapnya…  apa kata istrinya langsung diturutin dan sulit beradu argumen, jatohnya jadi debat kusir dan akhirnya yang cowok dah yang ngalah…sebaliknya yang istirinya nurut sama suami rasa-rasanya si cowok lebih percaya diri atas keputusan yang diambilnya, lebih berani berinisiatif dan bahkan mengambil langkah-langkah ekstrim… buntutnya sepertinya kepuasan batin mereka untuk menjalankan hidup sebagai cowok lebih terpenuhi…

    kok yang loe amatin suaminya doang sih?istrinya gimanjreng?

    Like

  14. Unknown's avatar

    harlia said: istrinya gimanjreng?

    well…bukannya gw gak ngamatin istrinya… gue seorang cowok… lebih ngerti soal kehidupan cowok dan segalanya tentang cowok… gw kurang cukup berani buat nulis apa yang gw gak paham-paham banget… jadinya yah gw gak bisa nulis tentang istrinya… biasanya tipe cewek dominan yang lantas menguasai suami… ada sih beberapa hal yang dikemukakan sama filusuf besar seperti hamka tentang wanita… dan emang ternyata setelah gw amati bertahun-tahun (hehehe…) dan alami sendiri ternyata gw setuju sama apa yang ditulis buya hamka…tapi gw takut nulis disini.. nanti kaum hawa pada tersinggung.. abis kata2nya tajem banget seh… khuhuhu… yah mungkin untuk hal ini wanita sendiri juga punya pendapat… kenapa seh mau nguasai suami ?? gw ada buku international best seller “why men don’t listen and woman can’t read maps”… disini banyak banget diulas perbedaan pria dan wanita… masing-masing memang punya keunggulan dan pada akhirnya emang untuk saling melengkapi satu sama lain…

    Like

  15. Unknown's avatar

    ogieurvil said: “why men don’t listen and woman can’t read maps”…

    mang isinya apaan siy.. secara gw mang paling susah yang namanya baca map.. sop (standard procedure.. n sejenisnya yang bentuknya struktur n bagan2.. kayaknya ribet banget..salah satunya ngenal MP aja lama bener ngartinya.. huehehehe.. ^^. xp..

    Like

  16. Unknown's avatar

    harlia said: aih… ogie makin MEMANG jago ngelesnya 😛

    psstt… ini special ability yang gue dapetin waktu jadi ketua SE…. wakakak…

    Like

  17. Unknown's avatar

    ogieurvil said: psstt… ini special ability yang gue dapetin waktu jadi ketua SE…. wakakak…

    oh… jadi itu ilmu yang didapat dari jabatan ketua SE…ya…ya…ya…

    Like

  18. Unknown's avatar

    namakuadelina said: biar istri gak perlu kerja karena alasan bantu suami menafkahi keluarga dan dirinya sendiri. gw juga setujuh kalo laki-laki dan perempuan itu emang berbeda, masing-masing sudah diatur hak dan kewajibannya dalam agama kita. ya, semoga apa yang dicita-citain tercapai, aamiin…

    emang sehh… ada benernya juga….tapi perempuan berkarir juga ga masalah SELAMA… dy masih bisa menjalankan kodratnya sebagai seorang anak dari orang tuanya, sebagai istri dari suaminya dan sebagai ibu dari anak2nya….cos.. kebanyakan ibu yang ga berkarier biasanya mengisi waktu luangnya dengan bergosip, arisan dan nonton manohara, dkk….

    Like

  19. Unknown's avatar

    ogieurvil said: Otak seorang wanita dengan mudahnya dapat menghasilkan 6.000–8.000 kata yang dapat diucapkan dalam sehari. Bandingkan perbedaannya dengan hasil maksimal seorang pria yang sehari hanya 2.000–4.000 kata.Anda dapat melihat mengapa kapasitas bicara wanita mengakibatkan begitu banyak masalah bagi para pasangan.

    kenapa harus jadi masalah ya?…tadi di atas sudah dikatakan kalau baik pria dan wanita berbeda, masing2 punya kelebihan dan kekurangan khan..dalam hal banyaknya kata yang bisa dihasilkan wanita…ini juga bisa dilihat sebagai kelebihan dari wanita loh….dah bahkan sesuatu yang bermanfaat…contoh di atas mah malah menunjukkan itu sebagai kekurangan….padahal kalo wanita ga punya banyak persediaan kosa kata yang siap diluncurkan…siapa yang akan mendongeng untuk sang anak….yang mengajarkan anak…masa pake bahasa tubuh…hehehe…siapa juga yang akan mengingatkan sang suami kalo suami lupa sesuatu…selain itu bagi wanita….bercerita atau mengeluarkan kata-kata adalah salah satu cara untuk mengurangi kepenatan…biasanya wanita merasa sedikit lebih lega dengan berbagi cerita….jadi untuk para pria…. sok atuh saling mengerti …pasti ga jadi masalah…nanti malah kangen loh atau heran kalo pasangan tiba-tiba diam atau ga “secerewet” biasanya…hehehe…aku ikut2an sotoy nih bicara tentang ini…padahal nikah juga belum…hehehe..tapi kayaknya nih…justru perbedaan itu yang bikin pernikahan itu seru (dalam arti positif tentunya)…bisa saling melengkapi…walopun mungkin butuh perjuangan untuk bersinergi….waduh…komentarku sekaligus bisa dijadiin bukti nih kalo kutipan di atas bener banget….(kata-kata yang aku gunakan banyak juga euy :D)

    Like

  20. Unknown's avatar

    punyatiwi said: kebanyakan ibu yang ga berkarier biasanya mengisi waktu luangnya dengan bergosip, arisan dan nonton manohara, dkk….

    Dengan tidak menyepelekan peran seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja…kalo aku mah sekarang setuju dengan istri bekerja (nanti ga tau ya..kan hati manusia bisa berubah2 :D) ….bukan karena alasan mengejar karir atau membantu finansial……aku ingin anak2ku bangga dengan aku…karena biasanya di sekolah2 anak2 suka ditanya dan diminta bercerita…orang tuanya pekerjaannya apa…trus dengan bekerja (sebagai pengajar yang sedang aku geluti sekarang) aku bisa terus mengasah, menambah pengetahuanku yang akan aku transfer ke anak2ku….Dan kita kan ga tau ya…ke depan bakal bagaimana…kalau terjadi apa2 dengan suamiku kelak (ini misalnya bukan pengharapan loh :D) …aku tetap masih bisa berdiri untuk anak2ku…yang terakhir aku ga tau bakal betah ga ya di rumah terus….kesimpulannya…mesti ada aktivitas selain di rumah…yaitu bekerja…tapi ga ngoyo seperti sekarang kali ya…

    Like

  21. Unknown's avatar

    aisahaja said: padahal kalo wanita ga punya banyak persediaan kosa kata yang siap diluncurkan…siapa yang akan mendongeng untuk sang anak….yang mengajarkan anak..

    hehehe… itulah kenapa ditulisnya menimbulkan masalah pada “pasangan” bukan pada lingkungan atau anak… and u know what… beberapa bulan lamanya gw mencoba menjalin hubungan dekat dengan wanita, “kelebihan” dalam memiliki jumlah kosa kata ini bila dikombinasikan dengan emosional yang labil benar benar menjadi masalah yang merepotkan…. wakakakakak….

    Like

  22. Unknown's avatar

    belum lama ada seorang ibu muda yang curhat ke gue… “abis baru punya anak neh gie, gw tiap mau berangkat ke kantor selalu jadi dilema.. antara rasa kasihan ninggalin anak sama masuk ngantor… dan buntutnya, fisik gue emang di kantor, tapi pikiran ama hati gue ada di rumah… hampir tiap setengah jam gue telponin rumah…” hehe… yah gitu deh… gue pikir anak-anak kita itu perlu banget waktu dari orang tua, terutama saat the golden age… soalnya ini yang menentukan kepribadian mereka pas dewasa nanti…

    Like

  23. Unknown's avatar

    menjadi diam bukan hal mudah untuk wanita sekarang apalagi yang terbiasa bekerja atau sibuk dengan aktivitas luar.. diam malah bisa bikin stress.. dampak ini nggak hanya pada wanita, tetapi sudah menjadi trend di kalangan bapak ibu yang akhirnya harus pensiun dari pekerjaannya.. untuk itu sekarang ini banyak dilakukan pelatihan tuk para pensiun agar mereka tidak stag saat pensius..mandiri itu perlu, menghasilkan sesuatu nggak hanya finansial pun menjadi semacam eksistensi diri bahwa wanita, bahwa mereka tidak hanya penunggu rumah dan penjaga anak dan tapi juga kebanggaan keluarga (anak, suami dan keluarga besar).. tapi ninggalin keluarga pun dilema yang berat.. hal ini juga yg membuat gw ngedukung wanita untuk aktif tidak hanya di kantor yang memberikan penghasilan.. jadi.. sepertinya belajar berwirausaha mjd hal positif yang perlu dikembangkan sama ibu2 muda sehingga waktu di rumah lebih banyak.. asli untuk ini gw ngedukung banget.. dan jg jadi program gw nanti.. di lain hal, hasil diskusi dengan seorang teman.. rumah tangga adalah konsensus.. tentang cara kita menghadapi suatu hal bersama dan untuk kebahagiaan bersama.. bukan sebuah egoisme.. ada yang melihat wanita di rumah merupakan hal terbaik, ada yang melihat ibu bekerja merupakan hal yang terbaik.. its depend on their consensus.. yang terbaik adalah yang berdampak positif untuk semua.. (lagi sotoy banget.. wkwkwkwk.. :P)

    Like

  24. Unknown's avatar

    ogieurvil said: beberapa bulan lamanya gw mencoba menjalin hubungan dekat dengan wanita, “kelebihan” dalam memiliki jumlah kosa kata ini bila dikombinasikan dengan emosional yang labil benar benar menjadi masalah yang merepotkan…. wakakakakak….

    hahaha..lucu banget gambarnya….emangnya sangat merepotkan ya?…hahahaSebelumnya Ogie ga bahas tentang emosi yang labil….kalo dah ngomong tentang emosi itu mah…yang ga masalah bisa jadi masalah…sepakat deh kalo merepotkan…Tapi itulah tantangannya…khan katanya kaum pria diharapkan mampu membimbing pasangannya…jadi bimbinglah dia “ke jalan yang benar” dengan penuh rasa cinta…hehehe… ;D

    Like

  25. Unknown's avatar

    ogieurvil said: belum lama ada seorang ibu muda yang curhat ke gue… “abis baru punya anak neh gie, gw tiap mau berangkat ke kantor selalu jadi dilema.. antara rasa kasihan ninggalin anak sama masuk ngantor… dan buntutnya, fisik gue emang di kantor, tapi pikiran ama hati gue ada di rumah… hampir tiap setengah jam gue telponin rumah…”

    itu namanya naluri seorang ibu yang berbicara….sangat wajar….itu juga menunjukkan bahwa siapa sih ibu yang ga ingin dekat2 dengan anaknya…menyaksikan pertama kali anak mengucapkan satu kata, berdiri dst… mangkanya kaum pria tidak perlu terlalu paranoid atau merasa bakal terbengkalai anak2nya kalau si ibu bekerja… fitrahnya si ibu tidak akan membiarkan anak2 terbengkalai…ia akan memutar otaknya dan mencari cara agar kebutuhan anak akan kasih sayangnya tetap bisa terpenuhi…salah satunya mungkin pada saat ini baru berusaha telepon rumah untuk memastikan buah hati yang sangat dicintainya baik-baik aja… ke depannya..siapa tahu si ibu akhirnya bisa beraktivitas (bekerja) tanpa jauh2 dari anak2nya…

    Like

  26. Unknown's avatar

    gak usah dipikirin dulu kalee… ntar aja liat kondisinya gimana…. postingan ini kan ego gw… lagian kalo baca teliti juga gw masih 50:50 seh..

    Like

  27. Unknown's avatar

    aisahaja said: itu namanya naluri seorang ibu yang berbicara….sangat wajar….itu juga menunjukkan bahwa siapa sih ibu yang ga ingin dekat2 dengan anaknya…menyaksikan pertama kali anak mengucapkan satu kata, berdiri dst…mangkanya kaum pria tidak perlu terlalu paranoid atau merasa bakal terbengkalai anak2nya kalau si ibu bekerja… fitrahnya si ibu tidak akan membiarkan anak2 terbengkalai…ia akan memutar otaknya dan mencari cara agar kebutuhan anak akan kasih sayangnya tetap bisa terpenuhi…salah satunya mungkin pada saat ini baru berusaha telepon rumah untuk memastikan buah hati yang sangat dicintainya baik-baik aja… ke depannya..siapa tahu si ibu akhirnya bisa beraktivitas (bekerja) tanpa jauh2 dari anak2nya…

    setooojjoooo….!!!!!aku juga punya contoh gambaran ibu yang berkarier tapi anak – anaknya gak terlantarkan…salah satunya ibuku sendiri dan tanteku… yah emang sih ibuku kerjanya gak full time dari pagi sampe sore atau malam… tapi beliau juga cukup aktif di luar… tapi beliau toh mampu menjadi wanita karier dan ibu bagi anak – anaknya. ibuku selalu punya waktu kalo anak2nya mau curhat, ibuku selalu sempat untuk ngajarin aku masak dll sampe pada akhirnya aku mandiri dan bisa masak sendiri.. hehehhehehe…tanteku… walaupun sibuk… tapi anak2nya gak pernah kehilangan sosok ibunya.. karena sesibuk apapun tanteku dia slalu berusaha memberikan waktu untuk anak – anaknya.. aku pernah slama 2 minggu tinggal di rumahnya… awalnya aku merasa sedih dan kaget karena tanteku berangkat kerja jam delapan pagi dan pulang jam 9 malam ato jam 11 malam.. tapi ketika aku sering denger curhatan kedua adik sepupuku… mereka slalu menunjukkan bahwa mereka bangga dengan ibu mereka, karena ibu mereka tetap punya waktu untuk mereka, tetap tau makanan kesukaan mereka, tetap tau tokoh kartun favorit mereka, tau baju kesayangan mereka, tau teman2 mereka, dan tau tentang perasaan mereka, tau pr sekolah mereka.. dan itu memang terbukti… aku merasakan sendiri karena ibuku pun tau apa kesukaanku, dan apa yang tidak aku suka…jadi walaupun si ibu itu bekerja bukan berarti mereka menomor duakan keluarga atau menelantarkan anak – anak mereka..dan tidak berarti juga kalo ibu berkarier sang anak kehilangan sosok ibu. karena yang aku tau selelah apapun ibu bekerja di luar, ketika di rumah si ibu masih bisa menyediakan yang terbaik buat keluarga di mulai dari sabun mandi hingga obat – obatan..jadi buat para laki – laki..jangan takut ya…hehehehhee

    Like

  28. Unknown's avatar

    yupznovi said: any way.. bus way… setuju deh Gie.. tapi artikel yang gue pesen kok blm terbit terbit seehh.. huikkzz…

    mohon maaf nov… soal ta’aruf, apalagi yang konvensional atau yang baru… gw sama sekali nggak paham… gue takut jatohnya gw cuman sotoy doang, gak ada argumen yang kuat… dan gue sendiri ngalamin sendiri pun belom… jadi gw bisa ngomong apa yah.?? kekeke… singkat kata, gw sangat tidak kompeten untuk nulis tentang ta’aruf… untuk soal hubungan dekat cewek-cowok gw ada opini sendiri seh… tapi gue mo nulis soal ini abis gw dah nikah… jadi gw gak ngomong doang atau nulis sesuatu tanpa ada bukti atau alasan…. hehehe… gitchu looohh….

    Like

  29. Unknown's avatar

    nguik.. nunguin ogie nikah… hmmm.. bagemana kalo ogie taaruf ma temen guwe.. than InsyaAllah kalau di Ridhain.. ogie jadi nikah.. teruss.. ogie bisa menuhin pesenan gue deh.. n’ so pasti valid datanya… gimana gie?? setuju.. 🙂

    Like

  30. Unknown's avatar

    WAKS ?!?!…hehehe… maaf…. .tengkyu yah nov… saat ini gw udah ada calon serius.. doakan saja semoga lancar dan cepet nikahnya…

    Like

  31. Unknown's avatar

    Alhamdulillah. hore semoga Ogie segera memperoleh ijabsah.. Amin.. inga.. inga.. waktu yg tersisa tinggal 4bln lg loh 🙂 sebelum 2010

    Like

Leave a reply to roelworks Cancel reply