All posts tagged: pendidikan

tong di air..

Siapa yang nggak kenal dengan tokoh naruto ?? Coba amati, waktu kecil dan masa remajanya dia itu tengil, badung, suka sesumbar, belagu, dsb.. Namun dalam perjalanannya “kebadungannya” terbayar, sesumbarnya terwujud, dan penderitaan membentuk kedewasaannya.. Sayangnya, itu cuman di komik.. Di dunia nyata, yang seperti ini bisa dibilang langka.. Saat setelah habis Ujian Akhir Semester begini, bahan obrolan dosen2 banyak  yang sama.. Hehe.. Masalah mahasiswa yang ujian susulan atau yang tugas2nya pada telat belum ngumpulin.. Ada juga yang obrolan bersifat “konfirmasi”.. Mengkonfirm satu atau beberapa mahasiswa di kelas dosen lain males2an juga gak.. Kalo sama2 males, tanpa pikir2 lageh, SIKAAAT !!!.. sampai jumpa di mata kuliah yang sama.. hehe.. So far selama gw ngajar, gw liat ada jugak yang modelnya kayak si “Naruto”, tapi dalam tanda kutip, ngomongnya doang yang asli guedeeee banget.. Kelakuannya mah, hadeeehh, berbanding terbalik depan belakang atas bawah.. hihihi.. Janji mau ngumpulin minggu depan, ternyata minggu depan tak kunjung ngumpulin.. Janji mau ngumpulin besoook, entah apa alasannya si besok juga tidak bersedia.. Lanjut janji janji terruuussss… gwakakak.. Gw nggak abis pikir sama …

learning by doing..

Alhamdulillah, amanat mengajar semester ganjil angkatan ketiga ini selesai dengan sukses.. gyahahaa.. Seneng, soalnya ini mata kuliah kedua yang materinya guwe susun sendiri mulai dari nol.. Berbekal ilmu “hunting buku bajakan” di jagat maya dari dosen S2 gw dulu, dapet banyak dah referensi untuk bahan mata kuliah yang ini.. Terlepas semester depan gw diamanatkan mengajar lagi atau nggak, yang pasti semester ini gw puas !! hehe… Dan Alhamdulillahnya lagi, gw liat dari ujian akhir mereka, karya2nya buat gw pribadi banyak yang memuaskan.. Berarti teori2 yang udah disampein selama satu semester ini ada yang berhasil terserap… Buat apa teori tanpa praktek ?? Buat apa hafalan2 semu yang nantinya akan mudah lupa ?? Di dunia desain grafis apalagi.. Tes masuk perusahaan desain pake tes tulis tipografi, tes tulis teori warna, dan sejenisnya ?? Weleh, kayaknya nggak banget deh… Dalem pikiran gw sih, orang yang hafal belum tentu paham… Pemahaman biasanya akan jauh lebih lengket dari sesuatu yang udah dilakukan, dan bukan dihafal.. Konfusius dari 2.400 tahun yang lalu udah pernah ngomong: “Yang saya dengar saya lupa, yang …

Pendidikan yang Membebaskan

Sudah berapa puluh kali Kompas dan media massa lain mengabarkan kehebatan sosok-sosok pembaru yang cerdas dan berdedikasi tinggi di bidang pendidikan.

Kompas (4/6/2012), misalnya, menggambarkan sosok Suyudi, sukarelawan yang mendirikan sekolah alam di Klaten. Anak didik tidak diperlakukan sebagai obyek, namun subyek yang turut menentukan nasibnya sendiri. Melalui sekolah alam, ia ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang sesungguhnya adalah memperlakukan anak agar menjadi manusia yang utuh. Tidak sekadar menjejalkan aneka informasi dan ilmu, tetapi juga bagaimana mengajak anak didik menemukan dirinya. Dalam bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan. Sekolah alam ala Suyudi, dan yang bertebaran di tempat lain, ingin mengoreksi sistem pembelajaran terutama di tingkat dasar dan menengah yang cenderung satu arah. Pendidikan pada dasarnya adalah upaya penanaman sikap hidup, pandangan hidup, nilai-nilai tentang kehidupan, dan keterampilan hidup.

Pertanyaannya, kalau seorang Suyudi saja bisa mengembangkan pendidikan yang kreatif dan menyenangkan seperti ini, mengapa pemerintah tidak mengembangkannya juga? Yang terjadi di dunia persekolahan formal kita adalah suasana stres karena anak-anak dikejar ketuntasan pelajaran yang membosankan, yang tidak terkait dengan kebutuhan dan realitas keseharian, serta …

kembali transfer elmu…

Mana nyangka bakal ngajar lagi di semester ganjil ??… hehe.. Ya gitu dah hidup… Nggak ada yang pasti… Tapi justru disitulah serunya hidup; justru karena gak ada yang pasti, maka segalanya menjadi mungkin… Itulah kenapa ada yang bilang nggak ada yang nggak mungkin.. atao kalo versi adidasnya “impossible is nothing..” Euh, yang agak jadi problem buat gw sebenernya mata kuliahnya… hihi… Ini mata kuliah baru buat guwe, dan dari dosen pengampunya kemaren, RPPnya belon dibikin jugak… Jadi sang kajur juga sekalian meminta gw, kalo bisa Rancangan Pembelajarannya juga tolong dibikinkan… Selidik punya selidik, tanya sana sini, ternyata mata kuliah ini nyerempet ke matakuliah anak desain interior, sedangkan gw ngajar DKV… So it takes time to make a lot of adjustment… Buat gw ngajar itu amanat… Gak bisa sembarangan.. Gak tau tuh idealisme dateng darimana, padahal sejatinya gw adalah seorang praktisi creativepreneur… Mungkin juga gara2 itu.. Sepuluh tahun lebih berkecimpung di bisnis desain grafis membuat gw ngerasain sendiri gimana itu jatuh bangun pahit getirnya jadi pengusaha desain grafis yang hidup di sebuah negeri yang kurang menghargai …

encouragement

Berhubung kemaren gw nyidang mahasiswa tugas akhir lagi, ini ada artikel terkait yang bagus dari Renald Khasali… ENCOURAGEMENT LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (*excellence*) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum. *Budaya Menghukum* Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting …