All posts tagged: impian

optimi[S]ed..

Tanggal 3 April kemaren, Alhamdulillah warga komplek gw meresmikan selesainya renovasi mesjid komplek.. Mesjid yang usianya sekitar 34 tahun itu akhirnyaa “dirobohkan” dan dibangun kembali dengan desain baru.. Mesjid yang buat gw cukup bersejarah, karena gw dan teman2 sepantaran sekomplek sempat menjadi pengurus remaja mesjid tersebut.. Ada satu peristiwa yang nggak bisa gw lupa di dalam mesjid itu, saat gw berusia di awal 20an.. Dulu, biasanya kelar sholat Isya berjamaah, kadang kami anak2 remaja mesjidnya nih, suka ngobrol2 santai2 gitu.. Nah, ntah gimana pada waktu itu, anak2 pernah jadi saling kepo, mengenai harapan mereka masing2 sebelum mencapai umur 30 tahun.. Satu persatu kami bergiliran ngomong harapannya apa.. Dan saat giliran gw tiba, gw ngomong gini: “Sebelum umur 30 tahun, gw kepengen punya perusahaan sendiri..” Berkat izin Alloh dan kerja keras, nangis2 jatuh bangun berdarah2, serta terus belajar tentunya, saat usia gw 27 tahun, sebuah perusahaan desain grafis berbadan hukum pun terbentuk.. Dengan “bergabungnya” salah satu teman dari remaja mesjid yang sama, klien sekelas Toyota pun Alloh datangkan.. So, pelajarannya, perbanyaklah mengucapkan kata2 yang sifatnya optimisme …

great GRIT..

Dulu pernah liat kata “Grit” di sebuah iklan turnamen tennis luar negeri di TV berbayar.. Gw pikir, akhirnya ada juga yang berani pakai kata itu untuk sebuah iklan meski kata itu nggak terlalu populer.. Adalah alumni Harvard: Angela Duckworth yang berjasa mengangkat istilah Grit ini.. Awalnya Angela kepo akan pencapaian teman2 kuliahnya setelah pada lulus.. Beberapa sukses besar, sementara banyak juga yang nggak berubah.. Padahal menurutnya mereka rata2 punya motivasi, kecerdasan, & pendidikan yang sama.. Pengamatan Angela membuahkan hasil.. Ternyata teman2nya yang sukses besar adalah mereka yang nggak suka gonta ganti scope pekerjaan, alias punya satu tujuan hidup dan tetap setia pada tujuan tersebut.. Mereka yang kalah sukses, bukannya kalah cerdas, tapi suka gonta-ganti kerjaan, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain, atau istilah gaulnya bajing loncat.. Sehingga mereka nggak pernah benar2 menekuni sebuah “set” keahlian dalam satu bidang.. Lantas Angela dan rekan2nya mengembangkan konsep Grit.. Menurutnya, Grit bukanlah sekedar bekerja keras dan ketekunan, tapi penetapan tujuan hidup jangka panjang, dan kesanggupan melakukan apapun sampai tujuan itu tercapai.. Termasuk “keikhlasan” untuk menerima ketidaknyamanan, letih …

depresi itu hukuman ?!?!..

Saat mata kuliah kreativitas berlangsung, dan topiknya lagi ngebahas tentang  depresi yang dialami para jenius2 kreatif, seorang mahasiswa gw bertanya kurang lebih seperti ini: “Pak, saya pernah baca di sebuah blog, katanya depresi itu hukuman akibat orang bermimpi terlalu tinggi, lebih tinggi dari yang ditakdirkan Tuhan, jadinya dikasi deh tuh depresi.. Gimana tuh pak ??” Hehe.. Setiap orang berhak untuk berpendapat.. Setiap orang boleh milih dari sudut pandang mana ia melihat sesuatu.. Kalo dalam pemahaman gw sih, depresi itu sangat jauh dari apa yang dibaca mahasiswa gw di blog tersebut.. Terlebih mengaitkan ketinggian impian dengan takdir Tuhan… Seinget gw, di Al-Qur’an Allah udah menyatakan.. Pertama, Allah itu nggak akan mendzalimi hambanya… Logika paling sederhananya, kalo Allah menciptakan sesuatu yang bisa dibilang sebentuk wadah, maka isinya juga pasti akan selalu disediakan.. Jadi, mustahil lambung diciptakan kalo nggak akan disediakan isinya, alias makanan dan minuman buat si lambung.. Kedua, Tidak ada sesuatu yang diciptakan Allah secara sia-sia.. Begitu juga dengan otak yang dilengkapi dengan kemampuan berimajinasi.. Kemampuan yang bisa bikin seseorang berpikir jaauuuhhh banget ke masa depan, …