All posts tagged: dream

masa lalu (bentuk) strategi..

Postingan gw yang kemarin (masa depan (bentuk) diri..) itu soal pentingnya masa depan untuk membentuk sikap diri di masa sekarang.. Namun bukan berarti masa lalu nggak penting dan sekedar jadi masa lalu.. Cuman, gw beranggapan, kalo untuk soal membentuk sikap diri di masa sekarang, punya tujuan atau impian bisa sangat sangat berpengaruh.. Masa lalu jelas juga bisa sih membentuk diri kita yang sekarang.. Misal, saat sekolah / kuliah dulu, itu sangat bisa membentuk diri kita di saat sekarang.. Hanya saja kurangnya, kalau di masa lalunya seseorang itu hanya melakukan hal2 yang umum / biasa, maka besar kemungkinan di masa sekarangnya, orang tersebut akan jadi orang biasa.. Dan yang cukup vital adalah: nggak semua orang bisa mengambil pelajaran dari masa lalu.. Karena nggak bisa ngambil pelajaran, maka nggak jarang ada juga yang bisa jatuh ke lubang yang sama dua kali.. Pernyataan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik” bisa nyangkut di sini.. Guru HANYA bisa diambil pelajarannya kalo kita memperhatikan dia, fokus ke dia, dan benar2 mencoba memahami apa maksud dia.. Sebaik apapun guru, kalo “requirement” tadi nggak …

masa depan (bentuk) diri..

Pernah dengar psikolog bernama Alfred Adler ??.. Mungkin belum pernah ya.. hehe.. Karena namanya sepertinya memang kalah populer dengan Sigmund Freud..  Adler adalah psikolog dan fisikawan yang teorinya bertentangan dengan Freud.. Adler pernah menjadi siswa dari Freud.. Usianya terpaut 14 tahun lebih muda.. Sempat pula menjadi rekan kerja Freud yang mengusung beragam teori Psychoanalytic yang membahas banyak hal, termasuk hipnotis, alam bawah sadar, dan analisa mimpi.. Menurut Freud, sikap2 atau attitude seseorang di saat sekarangnya / masa kininya, ditentukan oleh masa lalunya.. Nah, dalam hal inilah Adler nggak setuju dengan Freud.. Adler punya teori yang lain.. Menurutnya ada suatu “daya” motivasi yang mempengaruhi bentuk perilaku manusia yang disebut “dorongan ke arah kesempurnaan”.. Daya ini yang kemudian mendorong manusia untuk memenuhi semua potensi dan keinginan yang ada di dalam dirinya.. “Daya” tersebutlah yang kemudian menimbulkan harapan, impian / cita2 pada diri seseorang.. Dan hal inilah yang kemudian bisa membentuk sikap / attitude manusia pada masa kininya atau saat sekarangnya.. Sederhananya, menurut Adler, sikap seseorang di masa kininya ditentukan oleh masa depannya.. Bertolak belakang dengan Freud, yang …

memahat diri..

Pernah suatu ketika, seseorang bertanya pada Michaelangelo, kok bisa sih bikin patung kayu mahakarya yang bagus sekali, gimana caranya ??.. Sang maestro pun menjawab: “Patung itu sudah ada di dalamnya koq, saya hanya membantu membuang bagian2 yang tidak perlu dari bongkahan kayu yang digunakan..” *Doeng..!!*.. Mantep banget nih jawaban dari si maestro.. Maknanya bisa dalem pulak.. Bisa dikaitkan dengan ilmu untuk mencapai keberhasilan.. Manusia pada awalnya ibarat sebuah bongkahan kayu yang belum jadi.. Yang entah kapan nantinya, bisa akan tetap menjadi sebuah bongkahan kayu, atau akan menjadi sebuah karya ukiran / patung / bentuk lain yang lebih bernilai harganya.. Loh, koq enak aja main ngomong manusia itu semua sama kayak bongkahan kayu ??.. Ada beberapa pernyataan orang2 besar yang gw tau memang menganggap pada hakikatnya, semua manusia itu sama.. Seperti Confucius misalnya, ia pernah menyatakan, semua manusia itu sama, yang membedakan antar mereka adalah kebiasaannya.. Paul G. Stolt sebagai salah satu penggagas ide Adversity Quotient (AQ) juga beranggapan pada dasarnya semua manusia sama, karena kita semua kurang lebihnya menghadapi masalah2 yang sama, dan yang membedakan …

dream excecution..

Jack Ma (yang pernah jadi orang terkaya no. 1 di China) pernah gw denger ngomong begini di sebuah video youtube: “Money follow the people, people should follow the dreams, and the dreams follow the execution capability..” Yang menarik di sini buat gw itu yang “execution capability”, atau kemampuan untuk mengeksekusi.. Mengeksekusi apa ?? Ya mengeksekusi rencana, langkah2 kongkrit menuju tujuan besar, atau impian.. Karena kalo direnungkan dalam2, punya mimpi besar memang relatif lebih mudah ketimbang bisa menjalankan cara eksekusinya.. Richard Wiseman, seorang psikolog terkenal asal Inggris pernah melakukan studi berskala besar tentang ini.. Nggak tanggung2, partisipan yang dilibatkan sejumlah 5.000 orang dari berbagai belahan dunia.. Para partisipan diminta mencoba mencapai target pribadinya yang sederhana, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau mencari pekerjaan yang lebih baik.. Sebagian ditanyai soal perkembangan usahanya setelah 6 bulan, dan sebagian lagi setelah 1 tahun.. Di awal proyek, hampir semua partisipan yakin kalo mereka bisa mencapai target2 mereka.. Ternyata di akhir projek, hasilnya menurun cukup signifikan, HANYA 10% dari mereka yang berhasil mencapai targetnya.. Kalo liat pengalaman di lapangan kite2 …

money & creativity..

Ada beberapa orang yang gw tau, dia jadi demikian termotivasi untuk bekarya kalau “ada duitnya”, alias kalo karyanya udah jelas akan dibayar dengan sejumlah uang.. Kalo contoh kasusnya mahasiswa, ya si mahasiswa ini hanya akan sangat bersemangat kalo ngerjain hal2 yang sifatnya “projekan” alias ada duitnya.. Kalo project tugas2 dari dosen, ya gitu deh, karena nggak ada duitnya, jadi melempem abis.. Hehe.. Iya kalee si dosen ngebayar karya tugas mahasiswanya ?!?!.. Seakan2 kreativitas mereka meningkat kalo ada imbalan uangnya.. Euh, ini mungkin kalo versi mereka sih.. Makin ke sini makin banyak pengertian kreativitas, dan makin berkembang pula.. Dari yang dikaitkan dengan ekonomi, cara kerja otak, dan ada juga yang mengaitkan dengan pengenalan diri sendiri.. Apapun pengertiannya, kreativitas selalu terhubung dengan menciptakan sesuatu yang baru.. Namun kreativitas sendiri memang tidak baku, nggak seperti ilmu pasti, malah lebih perlu intuisi dan imajinasi.. Kreativitas bisa diartikan sebagai hasil pemikiran yang tergugah dari pertanyaan, keadaan,  kemungkinan, rasa penasaran, kepo, dan motivasi dari diri seseorang.. Karena itu munculnya kreativitas bisa dibilang nggak selalu karena “uang” di awal.. Bach, Van Gogh, …